>

Octovianus Magai Bongkar Fakta Hak Ulayat dan Izin Tambang di Km 80

By BusurNabire.id
Sabtu, 21 Februari 2026 03:29 WIB | 239 Views
Octovianus Magai Bongkar Fakta Hak Ulayat dan Izin Tambang di Km 80 (Foto: Istimewa)

NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Papua Tengah | Suasana salah satu rumah makan di Kota Nabire, Kamis malam 20 februari 2026, menjadi lokasi pernyataan tegas Kepala Suku Mee wilayah Siriwo, Octovianus Magai. Dalam wawancara langsung, ia angkat bicara terkait polemik keberadaan masyarakat Suku Dani di Kilometer 80 (Km 80) dan aktivitas pertambangan di wilayah yang diklaim sebagai hak ulayat Suku Mee.

Octovianus Magai Bongkar Fakta Hak Ulayat dan Izin Tambang di Km 80 (Foto: Istimewa)

Octovianus Magai menegaskan bahwa pernyataannya ditujukan untuk meluruskan informasi yang berkembang di media serta mengingatkan kembali kesepakatan bersama yang telah dicapai pada mediasi di Polres Nabire pada Desember 2023.

Menurut Octovianus, konflik yang pernah terjadi di wilayah Topo, melibatkan persoalan batas tanah antara Suku Mee, Talenggen, dan Wate, menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Konflik tersebut bahkan menyebabkan kepala kampung Topo menjadi korban dan berujung pada pengungsian masyarakat Dani dari Km 80.

“Setelah konflik itu, kami mediasi di Polres Nabire pada Desember 2023. Salah satu poin kesepakatannya jelas, siapa pun yang mau naik mengambil kayu atau mendulang emas harus ada izin dari kepala dusun dan kepala suku setempat,” tegas Octovianus.

Ia mempertanyakan kembali keberadaan sebagian masyarakat Dani yang kini beraktivitas di Km 80 tanpa koordinasi dengan pemilik hak ulayat.

“Saya tanya, mereka naik itu ada surat izin dari siapa? Dari kepala dusun atau kepala suku? Dan juga harus diketahui Koramil dan Polsek setempat. Itu yang sudah kami sepakati,” ujarnya.

Bantah TNI-Polri Beri Izin Perusahaan

Dalam wawancara tersebut, Octovianus juga menegaskan bahwa masuknya perusahaan ke wilayah Siriwo bukan atas izin aparat TNI-Polri, melainkan atas persetujuan pemilik hak ulayat.

“TNI dan Polri bukan yang izinkan perusahaan tambang masuk. Itu dari kami, dari kepala dusun dan kepala suku. Kami yang punya wilayah,” tegasnya.

Baca Juga  Eliezer Yogi Percepat Penyerapan Dana Otsus Papua Tengah Melalui Pendampingan OPD

Ia menjelaskan, perusahaan yang masuk telah mengantongi izin resmi, termasuk Izin Pertambangan (IPER) dari pusat, serta telah melakukan kesepakatan dengan pemilik hak ulayat.

“Perusahaan yang masuk itu tiap bulan bayar hak ulayat ke kami. Ada kesepakatan pihak pertama dan pihak kedua. Jadi mereka tidak sembarang masuk,” katanya.

Soroti Pembayaran Hak Ulayat

Octovianus juga mempertanyakan kontribusi masyarakat Dani yang bekerja di Km 80 tanpa membayar hak ulayat kepada pemilik tanah.

“Perusahaan bayar hak ulayat ke kami setiap bulan. Suku Dani tidak pernah bayar. Jadi saya tanya, kapan mereka bayar hak ulayat kerja di Km 80?” ujarnya.

Ia menilai saat ini sebagian wilayah yang merupakan hak ulayat Suku Mee di Siriwo hampir dikuasai oleh pihak luar tanpa prosedur yang jelas.

Meski demikian, Octovianus menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang masyarakat Dani untuk bekerja, selama mengikuti kesepakatan 2023.

“Masyarakat Dani boleh kerja. Tapi harus ikut kesepakatan. Kalau mau naik, izin kepala dusun dan kepala suku. Jangan naik diam-diam,” katanya.

Ia mengingatkan agar tidak ada lagi mediasi berulang yang memicu konflik baru. Jika ada pihak yang memaksakan diri masuk tanpa izin, ia menyatakan akan menempuh jalur hukum.

“Kalau memang sudah dilarang tapi tetap memaksa, laporkan saja ke pihak kepolisian,” tegasnya.

Dalam pernyataannya, Octovianus juga menekankan bahwa batas wilayah hak ulayat telah ditetapkan oleh leluhur dan tidak bisa diintervensi pihak lain.

“Masing-masing sudah punya hak ulayat yang ditetapkan nenek moyang dan Tuhan. Orang lain tidak bisa tolak kecuali saya sebagai pemilik hak ulayat,” ujarnya.

Ia juga menyebut dukungan dari masyarakat Mee di tiga kabupaten, yakni Paniai, Dogiyai, dan Deiyai, terkait penegasan hak ulayat di wilayah Siriwo.

Baca Juga  Danlanal Nabire Letkol Laut (P) Mario Tegaskan Sinergitas Amankan Aksi Damai Mahasiswa Intan Jaya

Di akhir wawancara, Octovianus berharap tidak ada lagi konflik di wilayah Siriwo. Ia menilai selama ini situasi relatif kondusif dan kerja sama dengan aparat keamanan berjalan baik.

“Selama ini tidak ada konflik di Siriwo. Kami kerja sama baik dengan aparat. Kami ingin wilayah ini tetap aman,” katanya.

Ia menutup pernyataannya dengan penegasan agar semua pihak menghormati kesepakatan yang telah dibuat demi menjaga stabilitas dan ketertiban di Km 80 dan wilayah Siriwo.

“Ke depan, siapa pun yang mau masuk harus lewat prosedur. Itu saja yang saya sampaikan,” tutup Octovianus Magai.

Berita Terkait

🌙 Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah 🌙 Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, S.H., bersama Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos., M.Si., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan di seluruh Indonesia. "Momentum Tahun Baru Islam hendaknya menjadi waktu yang tepat untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian sosial demi terwujudnya Papua Tengah yang aman, damai, maju, dan sejahtera," ujar Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley. Keduanya juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat Hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai inspirasi untuk terus bekerja, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan daerah serta menjaga persatuan dalam keberagaman. "Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan kemudahan bagi seluruh masyarakat Papua Tengah dalam menjalani kehidupan serta membangun daerah yang kita cintai bersama," tutup mereka. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah untuk Papua Tengah yang Harmonis, Maju, dan Sejahtera.
Ucapan Kapolda Papua Tengah Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah 🌙 Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., beserta Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan Indonesia. "Pergantian Tahun Baru Islam merupakan momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Mari kita jadikan nilai-nilai hijrah sebagai inspirasi untuk terus berbuat kebaikan, menjaga persatuan, dan mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah," ujar Kapolda Papua Tengah. Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarumat beragama demi terciptanya Papua Tengah yang aman, damai, dan harmonis. "Semoga di tahun yang baru ini Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan perlindungan-Nya kepada kita semua, serta memberikan kekuatan dalam menjalankan tugas dan pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tutup Brigjen Pol. Jermias Rontini. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik, Papua Tengah yang Aman, Damai, dan Sejahtera. #TahunBaruIslam1448H, #Muharram1448H, #KapoldaPapuaTengah, #JermiasRontini, #WakapoldaPapuaTengah, #PapuaTengah, #PolriUntukMasyarakat, #Hijrah1448H, #BusurNabire, #PapuaDamai
🌙 Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.Semoga pergantian tahun ini men
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup