NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire : Papua Tengah | Aparat gabungan dari Polres Nabire bersama Satgas ODC bergerak cepat mengevakuasi korban dalam insiden penembakan yang disertai pembakaran pos di kawasan PT Kristal, Sabtu (21/2/2026). Sebanyak 150 personel gabungan diturunkan untuk mengamankan lokasi sekaligus melakukan evakuasi warga.
Kapolres Nabire, Samuel D. Tatiratu, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan masyarakat sekitar pukul 15.00 WIT terkait adanya aksi penembakan dan kebakaran di area perusahaan tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, tim gabungan langsung diterjunkan menuju tempat kejadian perkara (TKP).
“Kami langsung membagi tim menjadi dua bagian. Satu tim fokus mengevakuasi masyarakat di bagian bawah TKP, sementara tim lainnya mengamankan perimeter lokasi serta pos yang terbakar,” ujar Kapolres.

Dalam proses penyisiran dan evakuasi, petugas menemukan dua jenazah dalam kondisi hangus terbakar di dalam pos yang terbakar. Kedua korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Nabire guna dilakukan pemeriksaan medis dan proses identifikasi lebih lanjut.
Kapolres menegaskan bahwa identitas korban belum dapat dipastikan karena kondisi jenazah yang terbakar cukup parah. Proses identifikasi akan dilakukan melalui pemeriksaan forensik, termasuk pencocokan DNA untuk memastikan identitas secara akurat.

Untuk mendukung pengamanan dan evakuasi, sebanyak 150 personel gabungan dikerahkan, terdiri dari anggota Polres Nabire, Satgas ODC, Tim Satuan Brimob Polda Papua Tengah, serta bantuan personel TNI. Aparat juga akan kembali ke lokasi bersama Irwasda untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal di sekitar area konflik, khususnya di wilayah kilometer 50 ke atas.
Kapolres memastikan bahwa hingga saat ini proses evakuasi berjalan aman dan terkendali. Aparat gabungan masih melakukan pengamanan dan pemantauan situasi guna mencegah potensi gangguan keamanan lanjutan di kawasan tersebut.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, sembari menunggu hasil penyelidikan resmi terkait insiden tersebut.













