NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Papua Tengah :Program “Polantas Menyapa” kembali hadir dengan wajah pelayanan yang lebih humanis dan komunikatif. Kamis sore (11/12/2025), Satuan Lalu Lintas Polres Nabire menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di depan Mako Polres Nabire sebagai bagian dari penguatan edukasi dan penertiban administrasi kendaraan bermotor.

Berbeda dari operasi-operasi lalu lintas pada umumnya, kegiatan kali ini dirancang sebagai layanan pendekatan publik, bukan sekadar penindakan.
Kasat Lantas Polres Nabire, IPTU Exaudio P. Raja Hasibuan, memimpin langsung jalannya pemeriksaan yang berlangsung pukul 15.30–17.00 WIT. Ia menegaskan bahwa Kemarin kegiatan ini bukan Operasi Zebra, melainkan tindak lanjut permintaan resmi dari Kepala Samsat Nabire.
“Pendapatan pajak kendaraan kita masih defisit lebih dari Rp2 miliar. Kepala Samsat meminta bantuan Polres untuk mengingatkan warga agar menunaikan kewajiban pajak kendaraan. Jadi KRYD ini bagian dari pelayanan edukatif, bukan operasi penertiban besar-besaran,” ujar IPTU Hasibuan saat di wawancara diruang Kerjanya Jumat 12/12/2025

Dalam Program Polantas Menyapa, seluruh petugas diwajibkan mengedepankan komunikasi ramah, termasuk menjelaskan alasan pemeriksaan kepada setiap pengendara.
“Pejabat, ASN, masyarakat umum semua kami periksa tanpa pengecualian. Respons mereka cukup positif, meski ada yang sempat panik. Itu wajar, tugas kami adalah memberikan pemahaman,” katanya.
Selama 1,5 jam pelaksanaan, hasil KRYD mencatat:
• R2: 9 unit
• R4: 3 unit
• R6: 0
• STNK disita: 1 lembar
• SIM disita: Nihil
• Total pelanggar: 13 orang ditilang
Menurut IPTU Hasibuan, sweeping seperti ini sangat efektif tidak hanya terkait penertiban pajak, tetapi juga mengungkap kendaraan hasil curanmor.
“Sudah banyak kasus curanmor yang terpecahkan lewat pemeriksaan rutin seperti ini. Bahkan kendaraan hilang sering kembali ke pemiliknya melalui KRYD,” ungkapnya.

KRYD Polantas Menyapa direncanakan berlangsung hingga akhir pekan. Setelah itu, jajaran Satlantas akan fokus pada pengamanan perayaan Natal.
“Minggu depan sudah masuk rangkaian ibadah Natal. Kami menghormati seluruh prosesi, jadi kegiatan seperti ini hanya berlangsung sampai akhir minggu,” jelas Kasat Lantas.
Kasat Lantas mengajak masyarakat tidak panik ketika menghadapi pemeriksaan jalan.
“Kalau surat lengkap, tidak perlu takut. Tujuan kami adalah menjaga keamanan dan membantu masyarakat agar administrasi kendaraannya tertib,” tutup IPTU Hasibuan.













