NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Suasana damai dan penuh sukacita mewarnai acara bakar batu dalam rangka doa syukuran menyambut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang digelar di Lapangan Kampung Yokatapa, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Senin (1/12/2025).
Kegiatan yang melibatkan pemerintah daerah, tokoh adat, TNI–Polri, serta masyarakat ini terlaksana melalui penggalangan yang dipimpin Markus Mazau.

Acara tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Intan Jaya, Elias Igapa, dan diikuti sekitar 500 masyarakat Orang Asli Papua (OAP) dari berbagai kampung di wilayah Intan Jaya. Tradisi bakar batu digelar sebagai wujud syukur serta komitmen bersama memasuki bulan perayaan iman menjelang Natal dan Tahun Baru.
Turut hadir sejumlah pejabat daerah, antara lain Theo Widigipa (Kepala Kesbangpol Intan Jaya), Saul Sondegau (Kepala Dinas Perindakop), para tokoh adat, aparat TNI–Polri, serta masyarakat setempat yang datang untuk mengikuti ibadah syukur dan perayaan budaya tersebut.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Intan Jaya Elias Igapa, SE menyampaikan pesan persatuan yang kuat bagi seluruh masyarakat. Ia mengajak semua denominasi gereja dan warga lintas kampung untuk menjaga keharmonisan selama masa perayaan Natal dan Tahun Baru.
“Atas nama pemerintah, saya mengajak kita semua bersatu. Semua denominasi agama di Kabupaten Intan Jaya merayakan kelahiran Tuhan Yesus dengan hati bersyukur. Karena pertolongan Tuhan, kita semua ada sampai hari ini. Pemerintah adalah wakil Tuhan di Kabupaten Intan Jaya, sehingga kami terus mengajak masyarakat menjaga suasana damai,” ujar Elias.

Ia menegaskan bahwa periode 1 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026 adalah bulan suci untuk masyarakat Kristen, sehingga harus dirayakan dengan penuh kasih, persaudaraan, dan semangat persatuan.
“Mari kita wujudkan damai di hati, damai dalam keluarga, damai di masyarakat, serta damai di seluruh Kabupaten Intan Jaya,” tambahnya.
Acara bakar batu yang merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Papua ini tidak hanya menjadi ritual budaya, tetapi juga simbol persatuan antara pemerintah, aparat keamanan, dan warga. Kebersamaan terlihat ketika seluruh peserta ikut dalam prosesi penyiapan batu, pembakaran, serta makan bersama sebagai ungkapan syukur dan keharmonisan.
Pemerintah Kabupaten Intan Jaya menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat hubungan sosial dan menciptakan ruang dialog yang damai di tengah dinamika kehidupan masyarakat.

Melalui kegiatan syukuran akhir tahun ini, Pemda Intan Jaya berharap tercipta suasana aman, harmonis, dan penuh sukacita di seluruh wilayah. Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk terus hadir bersama masyarakat dalam memastikan perayaan Natal berjalan aman dan bermartabat.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, makan bakar batu, serta seruan damai dari tokoh adat dan tokoh gereja setempat.













