NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire| Kepolisian Resor Nabire kembali menegaskan komitmennya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, tepatnya dari September hingga pertengahan November 2025, Polres Nabire mencatat sederet keberhasilan besar dalam pengungkapan kasus kriminal yang sempat mengganggu stabilitas kamtibmas di wilayah Kabupaten Nabire.
Dalam konferensi pers resmi yang dipimpin langsung Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., dan didampingi Kasat Reskrim IPTU Habibi Cendrawasih Solosa, S.Tr.K., S.I.K., Kasi Humas IPTU Salahuddin, serta perwakilan dari Propam Bripda Aldi Setiawan dan jajaran penyidik Satreskrim, Polres Nabire menyampaikan ringkasan capaian yang disebut sebagai salah satu progres terbaik dalam beberapa tahun terakhir.

Konferensi pers yang berlangsung di halaman Mapolres Nabire Kamis 20 November 2025 dihadiri sejumlah media lokal dengan penjelasan terkait serentetan kasus viral yang sempat menciptakan keresahan di tengah masyarakat.
Dalam pembukaan konferensi pers, Kapolres AKBP Samuel menegaskan bahwa sejak Oktober hingga November 2025, tren kriminalitas di beberapa titik wilayah Nabire mengalami peningkatan. Hal itu bukan hanya terlihat dari laporan polisi, tetapi juga dari rekaman CCTV dan video amatir warga yang menyebar di media sosial.
“Dalam beberapa saat belakangan ini, ada sedikit peningkatan tindak pidana di lapangan, baik curas maupun curanmor. Tingkat kerawanan meningkat terutama di malam hari. Namun Polres Nabire tidak tinggal diam. Kami bergerak cepat,” ujar Kapolres.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan sarana dan prasarana, Kapolres menyampaikan bahwa pihaknya tetap memaksimalkan seluruh unit untuk melakukan respons cepat, patroli rutin, hingga penegakan hukum yang terukur.
“Dengan segala keterbatasan fasilitas, personel kami tetap semangat dan bekerja keras. Karena menjaga keamanan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya polisi, tetapi juga pemerintah daerah, TNI, tokoh adat, dan masyarakat.”
Dalam konferensi pers, Kapolres menjelaskan secara rinci tiga kasus yang viral dalam beberapa minggu terakhir. Tiga kejadian itu adalah pembacokan di depan Lapas Nabire, pembunuhan di Bumiwonorejo, dan kasus curas Honda Beat. Ketiganya sempat menyita perhatian publik lantaran rekaman dan foto-foto kejadian beredar luas di media sosial.
Yang mengejutkan, berdasarkan hasil penyelidikan, ketiga kasus viral tersebut memiliki seorang pelaku utama yang sama, yaitu pria berinisial JB (28), warga Kelurahan Seriwini.

Kasus pertama yang dijelaskan Kapolres adalah peristiwa curas yang dialami seorang perempuan bernama Nur Hikmah Aliyah, yang terjadi pada 18 November 2025 pukul 20.00 WIT di Jalan Martha Christina Tiahahu, Kalibobo.
Korban saat itu sedang mengendarai motor Honda Beat PT 6593 AR menuju rumah ketika pelaku JB membuntuti dari belakang. Pelaku memukul korban hingga terjatuh, lalu membawa kabur sepeda motor tersebut.
Korban berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Beberapa masyarakat yang tengah berada tidak jauh dari lokasi kejadian langsung melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan pelaku sebelum diserahkan kepada Polres Nabire.
“Ini kasus yang sangat cepat penanganannya. Terima kasih kepada masyarakat Kalibobo yang bertindak cepat sehingga pelaku dapat diamankan malam itu juga,” jelas Kapolres.
Barang bukti yang diamankan dari kasus ini meliputi ,Honda Beat PT 6593 AR, Jam tangan, Pakaian loreng, Gelang aksesori, Kupluk dan dekker, Gantungan kunci yang digunakan pelaku
Kasus kedua adalah pembacokan yang terjadi pada 30 Oktober 2025 pukul 02.00 WIT di depan Lapas Kelas IIB Nabire. Kejadian itu menimpa seorang pemuda bernama Muhammad Rafli Darmawan serta adiknya , yang mengalami luka bacok di leher, jari sebelah kanan, kaki kiri, dan punggung.

Kejadian tersebut sempat mengguncang masyarakat dan foto-foto korban sempat tersebar luas.
“Luka yang dialami korban cukup serius, dan pelakunya adalah JB,” ungkap Kapolres.
Kasus paling menghebohkan adalah peristiwa pembunuhan yang menewaskan Agus Trianto (37) di lokasi pembuatan batako di Jalan Serayu, Kelurahan Bumiwonorejo, pada 16 November 2025 pukul 04.00 WIT.
Awalnya, polisi menduga pelaku tunggal. Namun setelah melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap JB, ditemukan fakta bahwa pelaku melakukan aksi itu bersama dua rekannya, yang hingga kini masih dalam pengejaran.
“JB mengakui bahwa pembunuhan itu dilakukan bersama dua orang lagi. Kami sudah kantongi identitasnya dan akan melakukan pengejaran sampai mereka tertangkap,” tegas Kapolres.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan, Satu bilah pisau, Batu yang digunakan untuk memukul korban,Pakaian korban dan pelaku, Rekaman CCTV dari area sekitar
Kapolres memastikan bahwa kasus ini merupakan prioritas tinggi karena menimbulkan keresahan publik.
Selain tiga kasus viral tersebut, Polres Nabire juga membeberkan hasil pengungkapan dua kasus pencurian lain yang terjadi pada bulan November 2025.
Kasus keempat adalah pencurian yang terjadi pada 2 November 2025 pukul 03.30 WIT di Cafe Star, Jalan Trikora, Kalibobo. Pelaku berinisial FP (18) memanfaatkan kondisi dini hari yang sepi untuk masuk ke area showroom dan mengancam korban Intan dengan pisau.
Pelaku mengambil dua unit handphone, yaitu: HP Techno Spec (putih), HP Infinix Hot 8 Pro (biru)
Polisi menangkap FP tidak lama setelah laporan dibuat. Kepada polisi, FP mengaku hendak menjual barang curian itu untuk membeli alat musik. FB dijerat Pasal 362 KUHP.

Kasus kelima terjadi pada 9 November 2025 pukul 23.30 WIT di Jalan Surabaya, Karangmulia. Korban Rian melaporkan bahwa rumahnya dimasuki pencuri yang membawa kabur, iPhone 16 Pro Max, MacBook M2, Tas pakaian berisi beberapa barang berharga.
Pelaku berinisial AY berhasil ditangkap pada hari berikutnya di wilayah Dogiyai. Sebagian barang bukti ditemukan di rumah pelaku, sementara barang lainnya telah disembunyikan di semak-semak dekat sungai.
“Pengungkapan dua kasus pencurian ini adalah bukti bahwa kami bergerak cepat begitu laporan masuk,” kata Kapolres.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolres memaparkan kinerja unit Satreskrim dalam tiga bulan terakhir Menurut laporan resmi 17 kasus telah dinyatakan P21, 51 kasus sedang dalam proses penyelidikan dan penyidikan
Kasus-kasus yang ditangani mencakup, Penganiayaan, Curas, Curanmor, Pemerasan, Pengancaman,Persetubuhan anak di bawah umur serta Tindak pidana ringan lainnya
Kapolres menegaskan bahwa Polres Nabire terus memperkuat pola kerja responsif dan memperluas jaringan penyelidikan hingga ke wilayah pinggiran.
“Kami berupaya mengungkap setiap kasus secara tuntas agar tidak ada ruang bagi kejahatan berkembang.”
Kapolres juga menyampaikan bahwa pengamanan menjelang akhir tahun akan ditingkatkan. Mobilitas masyarakat meningkat, begitu pula potensi gangguan keamanan.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, akhir tahun merupakan momentum yang harus diantisipasi. Kami sudah menyiapkan pola operasi dan akan bekerja sama dengan TNI, instansi pemerintah, serta para tokoh.”
Kapolres menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Pelaku kejahatan semakin cerdas. Saat pusat kota dijaga ketat, mereka pindah ke daerah perbatasan. Inilah pentingnya mengaktifkan kembali poskamling.”
Beliau juga mengimbau masyarakat agar memasang CCTV di rumah atau tempat usaha.
“Banyak kasus viral ini bisa terungkap karena bantuan CCTV. Kami sangat terbantu.”
Kapolres menutup konferensi pers dengan ucapan terima kasih kepada masyarakat Nabire.
“Keberhasilan ini adalah hasil sinergi polisi dan warga. Kami tidak bisa bekerja sendiri. Setiap laporan masyarakat, setiap rekaman CCTV, setiap bantuan kecil dari warga, semuanya sangat berarti dalam pengungkapan kasus.”
Dalam tiga bulan terakhir, Polres Nabire telah membuktikan bahwa kejahatan, seberapa berat pun, tetap bisa diungkap selama polisi dan masyarakat bersatu. Dengan pengungkapan tiga kasus viral, dua kasus pencurian besar, dan 17 berkas yang dinyatakan P21, Polres Nabire menunjukkan kinerja yang konsisten dan terukur dalam menjaga keamanan wilayah.
Ke depan, Polres Nabire berkomitmen memperkuat upaya pencegahan, memperluas patroli, dan meningkatkan pelayanan publik demi mewujudkan wilayah Nabire yang aman, damai, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.













