>

LMA Nabire Dorong Pemberdayaan Nelayan Tradisional, Angkat Potensi Ekonomi Kelautan di Papua Tengah

By BusurNabire.id
Selasa, 28 Oktober 2025 07:25 WIB | 286 Views
LMA Nabire Dorong Pemberdayaan Nelayan Tradisional, Angkat Potensi Ekonomi Kelautan di Papua Tengah (Foto: Busur Nabire)

NEWS.BUSURNABIRE.ID — Nabire | Dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat adat terhadap potensi ekonomi kelautan, Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Nabire menggelar kegiatan Sosialisasi Pemberdayaan Ekonomi Kelautan bagi nelayan tradisional pada Selasa, 28 Oktober 2025, bertempat di Sekretariat LMA Nabire, Jalan C.H. Martatiahahu, Kelurahan Kalibobo, Distrik Nabire, Papua Tengah.

LMA Nabire Dorong Pemberdayaan Nelayan Tradisional, Angkat Potensi Ekonomi Kelautan di Papua Tengah (Foto: Busur Nabire)

Kegiatan yang berlangsung sejak dipimpin langsung oleh Karel Misiro, selaku Ketua LMA Kabupaten Nabire, didampingi Pilemon Musendi, S.Pd., M.Si, Sekretaris I LMA Nabire, dan diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari tokoh adat, masyarakat pesisir, serta perwakilan kelompok nelayan tradisional.

Acara ini menjadi momentum penting bagi masyarakat adat pesisir untuk memahami bagaimana sektor kelautan dapat menjadi tulang punggung ekonomi lokal sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Kegiatan dimulai pada pukul 15.21 WIT dan diawali dengan sambutan oleh Sekretaris I LMA Nabire, Pilemon Musendi, S.Pd., M.Si, yang menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengelola potensi laut secara berkelanjutan.

“Kita patut bersyukur dan bangga bisa hadir dalam sosialisasi penting ini. Laut adalah sumber kekayaan alam yang berlimpah dan berperan besar dalam kehidupan masyarakat pesisir,” ujarnya.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin bersama-sama mendalami potensi laut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik melalui perikanan tangkap, budidaya, maupun pengolahan hasil laut,” lanjutnya.

Pilemon berharap kegiatan tersebut menjadi ruang edukatif yang membuka wawasan masyarakat, mendorong inovasi, serta memperkuat sinergi antar-pihak dalam mengelola sumber daya kelautan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Karel Misiro, Ketua LMA Nabire, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini bukan hanya seremoni, tetapi wujud nyata dari komitmen LMA untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat adat.

“Mari kita jadikan forum ini sebagai wadah diskusi untuk memajukan ekonomi kelautan di daerah kita. Upaya yang kita lakukan hari ini harus membawa berkat dan kemajuan bagi masyarakat Nabire,” tegasnya.

“Dengan mengucap syukur, saya nyatakan secara resmi kegiatan Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Adat tentang Ekonomi Kelautan ini dibuka. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati setiap langkah dan niat baik kita bersama.”

Baca Juga  Letkol Dwi Palwanto Tegaskan TNI Siap Mengawal Keamanan dan Mendukung Pembangunan Papua Tengah

Memasuki sesi utama pukul 15.28 WIT, Pilemon Musendi memaparkan materi sosialisasi dengan tema “Pemberdayaan Ekonomi Kelautan Bagi Nelayan Tradisional”. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa peran nelayan sangat vital dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Nelayan adalah garda terdepan penyedia protein hewani bagi masyarakat Indonesia. Melalui hasil tangkapan laut, mereka membantu negara dalam menjaga ketahanan pangan,” jelas Pilemon.

Ia menyoroti bahwa pemerintah kini tengah memperkuat konsep ekonomi biru sebagai pilar penting dalam ketahanan pangan nasional, yang menekankan keseimbangan antara pemanfaatan ekonomi laut dan pelestarian ekosistem.

Pilemon juga mengingatkan bahwa setiap tanggal 6 April, Indonesia memperingati Hari Nelayan Nasional. sebuah momentum penting untuk menghargai jasa nelayan. Namun, menurutnya, masih banyak nelayan tradisional yang menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan alat tangkap hingga kurangnya akses terhadap teknologi dan pasar.

“Sebagian besar nelayan kita masih menggunakan peralatan tradisional dan belum memahami pentingnya keberlanjutan sumber daya laut. Inilah tantangan besar yang harus kita atasi bersama,” ungkapnya.

Pilemon menilai bahwa pendampingan berbasis edukasi dan teknologi menjadi kunci utama untuk mengatasi tantangan tersebut. Ia mendorong masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan tangkapan ikan, tetapi juga mulai mengembangkan budidaya rumput laut dan pengolahan hasil tangkapan bernilai ekonomi tinggi.

Selain itu, pemerintah diharapkan hadir lebih kuat dalam memberikan fasilitasi peralatan tangkap modern serta memperhatikan zona tangkap yang berpihak pada nelayan kecil.

“Banyak nelayan kita yang tidak mampu melaut lebih dari 12 mil karena keterbatasan alat. Harus ada dukungan nyata agar mereka bisa berdaya saing,” ujarnya.

Pilemon menambahkan, pendidikan dan pelatihan harus diarahkan untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan dalam pengelolaan sumber daya kelautan.

“Kita ingin masyarakat nelayan menjadi lebih cerdas, terampil, dan mampu beradaptasi dengan teknologi. Dengan begitu, mereka bisa berkontribusi nyata pada ekonomi daerah maupun nasional,” tuturnya.

Baca Juga  Kapolres Nabire AKBP Samuel Kerahkan 650 Personel, Aksi Mahasiswa Intan Jaya Berlangsung Aman dan Tertib

Dalam sesi berikutnya, Pilemon juga menjelaskan berbagai manfaat ikan bagi kesehatan, mulai dari menjaga fungsi otak hingga melindungi jantung.

Ia menyebut bahwa asam lemak omega-3 pada ikan berperan besar dalam membangun sel otak dan mencegah gangguan kognitif. Selain itu, ikan juga membantu menjaga kesehatan jantung, mata, kulit, hingga kualitas tidur.

Namun, ia juga mengingatkan masyarakat agar memilih jenis ikan yang segar dan menghindari konsumsi ikan asin berlebihan, karena kandungan garam yang tinggi dapat menyebabkan hipertensi.

“Konsumsi ikan itu penting, tapi harus dilakukan secara bijak. Pilih ikan segar dan perhatikan cara pengolahannya,” pesannya.

Pilemon menegaskan bahwa nelayan memiliki peran strategis dalam masyarakat, bukan hanya sebagai penyedia pangan, tetapi juga sebagai penjaga wilayah laut dan penggerak ekonomi lokal.

Ia menyebut lima peran utama nelayan:

  1. Penyedia protein hewani untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
  2. Penggerak ekonomi lokal melalui aktivitas penangkapan dan perdagangan hasil laut.
  3. Penjaga kedaulatan wilayah laut, terutama di pulau-pulau terluar.
  4. Pengelola sumber daya laut yang bertanggung jawab terhadap kelestarian ekosistem.
  5. Agen perubahan sosial, karena memiliki pengetahuan lokal tentang laut dan potensi ekonomi di dalamnya.
    “Nelayan bukan hanya pencari ikan, mereka adalah pahlawan ekonomi bangsa,” tegasnya.

Dalam materi lanjutannya, Pilemon menjelaskan tentang jenis-jenis habitat ikan, yaitu air tawar, air laut, dan air payau, serta menjelaskan bahwa beberapa ikan memiliki kemampuan unik untuk berpindah habitat.

“Ikan diadromous seperti salmon dan belut dapat hidup di dua jenis perairan, berpindah antara laut dan sungai untuk berkembang biak. Ini menjadi contoh penting dalam studi kelautan dan potensi budidaya,” paparnya.

Ia berharap masyarakat pesisir dapat memahami keanekaragaman sumber daya laut ini sebagai potensi ekonomi baru, terutama dalam pengembangan perikanan budidaya berkelanjutan.

Menjelang akhir sosialisasi, Pilemon kembali mengingatkan bahwa kegiatan ini harus menjadi awal langkah nyata pemberdayaan nelayan tradisional di Nabire.

“Pengetahuan tanpa tindakan tidak akan membawa hasil. Mari kita wujudkan bersama rencana yang sudah kita diskusikan. Bagi yang tertarik memulai budidaya, mari segera bergerak. Bagi yang ingin meningkatkan hasil tangkapan, mari terapkan teknologi ramah lingkungan,” ajaknya.

Baca Juga  Humanis dan Profesional, Kapolres Nabire Kawal Aksi Damai 2026 Mahasiswa Intan Jaya Hingga Tuntas

Ia menambahkan, keberhasilan pengembangan ekonomi kelautan bergantung pada kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga adat.

“Manfaatkan modal usaha yang sudah ada, perluas jaringan pemasaran, dan jangan ragu berinovasi dengan produk olahan laut. Keberhasilan ekonomi kelautan ada di tangan kita sendiri,” tuturnya optimistis.

Pada pukul 16.06 WIT, kegiatan ditutup dengan sambutan dari Ketua LMA Nabire, Karel Misiro, yang memberikan apresiasi kepada seluruh peserta. Ia menegaskan pentingnya kesinambungan kegiatan ini agar hasilnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“Sosialisasi ini harus menjadi titik awal bagi kita semua. Jangan berhenti di sini. Mari lanjutkan dengan aksi nyata agar laut benar-benar menjadi sumber kehidupan dan kesejahteraan bagi generasi mendatang,” ujar Karel.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, Karel Misiro juga menyerahkan paket sembako secara simbolis kepada perwakilan nelayan peserta sosialisasi. Acara kemudian diakhiri dengan foto bersama sebagai tanda kebersamaan dan komitmen untuk terus memajukan ekonomi kelautan di Papua Tengah.

Melalui kegiatan ini, LMA Kabupaten Nabire menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat adat di sektor ekonomi. Lembaga ini percaya bahwa laut bukan hanya sumber penghidupan, tetapi juga identitas budaya yang harus dijaga.

Dengan meningkatnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat adat, diharapkan ke depan muncul generasi nelayan yang cerdas, inovatif, dan mandiri dalam mengelola potensi kelautan.

“Kami yakin, dengan semangat gotong royong dan tekad kuat, ekonomi kelautan di wilayah kita akan semakin maju. Kita tidak hanya meningkatkan pendapatan, tapi juga membangun kemandirian masyarakat adat yang lebih kuat,” pungkas Pilemon Musendi menutup sesi.

Kegiatan berakhir, dengan suasana penuh keakraban dan semangat baru untuk mengelola sumber daya laut secara berkelanjutan demi kemajuan Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua Tengah.

Berita Terkait

🌙 Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah 🌙 Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, S.H., bersama Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos., M.Si., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan di seluruh Indonesia. "Momentum Tahun Baru Islam hendaknya menjadi waktu yang tepat untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian sosial demi terwujudnya Papua Tengah yang aman, damai, maju, dan sejahtera," ujar Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley. Keduanya juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat Hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai inspirasi untuk terus bekerja, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan daerah serta menjaga persatuan dalam keberagaman. "Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan kemudahan bagi seluruh masyarakat Papua Tengah dalam menjalani kehidupan serta membangun daerah yang kita cintai bersama," tutup mereka. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah untuk Papua Tengah yang Harmonis, Maju, dan Sejahtera.
Ucapan Kapolda Papua Tengah Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah 🌙 Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., beserta Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan Indonesia. "Pergantian Tahun Baru Islam merupakan momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Mari kita jadikan nilai-nilai hijrah sebagai inspirasi untuk terus berbuat kebaikan, menjaga persatuan, dan mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah," ujar Kapolda Papua Tengah. Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarumat beragama demi terciptanya Papua Tengah yang aman, damai, dan harmonis. "Semoga di tahun yang baru ini Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan perlindungan-Nya kepada kita semua, serta memberikan kekuatan dalam menjalankan tugas dan pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tutup Brigjen Pol. Jermias Rontini. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik, Papua Tengah yang Aman, Damai, dan Sejahtera. #TahunBaruIslam1448H, #Muharram1448H, #KapoldaPapuaTengah, #JermiasRontini, #WakapoldaPapuaTengah, #PapuaTengah, #PolriUntukMasyarakat, #Hijrah1448H, #BusurNabire, #PapuaDamai
🌙 Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.Semoga pergantian tahun ini men
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup