Wakil Bupati Burhanuddin Buka Pelatihan 25 Keterampilan Dasar Kader, Dorong Transformasi Layanan Kesehatan di Nabire

By BusurNabire.id
Selasa, 7 Oktober 2025 04:38 WIB | 186 Views
Wakil Bupati Burhanuddin Buka Pelatihan 25 Keterampilan Dasar Kader, (Foto: Busur Nabire)

NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Kesehatan menggelar Pelatihan 25 Keterampilan Dasar Kader bagi Tenaga Kesehatan, yang berlangsung di Aula Hotel Delafista Nabire, Selasa (7/10/2025). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Nabire, H. Burhanuddin Pawennari, dan akan berlangsung hingga Jumat, 10 Oktober 2025.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program PASTI Papua (Program Akselerasi Percepatan Penurunan Stunting di Tanah Papua) yang berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire serta mendapat dukungan penuh dari PT Freeport Indonesia melalui Yayasan Wahana Visi Indonesia (WVI).

Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dan kader Posyandu dalam memberikan pelayanan kesehatan primer yang berkualitas, sekaligus mempercepat upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Nabire.

Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Panitia, Budiono, yang menyampaikan ucapan syukur atas terselenggaranya pelatihan ini.

“Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena pada hari ini kita semua masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk hadir dalam kegiatan Pelatihan 25 Keterampilan Dasar Kader bagi Tenaga Kesehatan,” ujar Budiono.

Dalam laporannya, Budiono menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan Kementerian Kesehatan RI melalui proyek PASTI Papua, yang bertujuan mempercepat pemenuhan layanan dasar dan penurunan kasus stunting di wilayah Papua, khususnya di Kabupaten Nabire.

“Program PASTI Papua ini dilaksanakan berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire dan Tim Percepatan Penanggulangan Stunting (TPPS). Posyandu menjadi ujung tombak dalam pelayanan gizi, imunisasi, serta edukasi pola hidup sehat bagi masyarakat di seluruh siklus kehidupan,” jelas Budiono.

Ia menambahkan, pelatihan ini memiliki tiga tujuan utama:

  1. Meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan di puskesmas dampingan proyek PASTI Papua.
  2. Meningkatkan keterampilan dasar tenaga kesehatan sesuai dengan standar pelayanan primer.
  3. Menguatkan koordinasi layanan kesehatan di tingkat kampung melalui implementasi integrasi layanan primer.

Adapun pelatihan berlangsung selama empat hari, sejak 7 hingga 10 Oktober 2025, dengan peserta yang berasal dari bidang KIA, Gizi, dan Promosi Kesehatan di sejumlah puskesmas di Kabupaten Nabire.
Pembiayaan kegiatan ini bersumber dari dukungan PT Freeport Indonesia melalui Yayasan Wahana Visi Indonesia.

Baca Juga  FGD RKPD 2027 Papua Tengah Digelar di Nabire, Fokus Dorong Ekonomi Lokal dan Daya Saing Daerah

Sambutan kedua disampaikan oleh Hamzah, S.Kep., Ns., M.Kes, selaku Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) yang mewakili PLH Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire.

Dalam sambutannya, Hamzah menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat Implementasi Layanan Primer (ILP) di seluruh wilayah Nabire.

“Pada tahun 2025 ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire memiliki 12 Puskesmas yang menjadi lokus penerapan ILP. Harapannya, setelah pelatihan ini peserta dapat menyebarluaskan keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh kepada kader-kader Posyandu di wilayah kerja masing-masing,” ungkap Hamzah.

Ia menjelaskan, ILP merupakan kebijakan strategis nasional dalam transformasi sistem kesehatan yang menempatkan Posyandu sebagai pusat layanan siklus hidup, mulai dari bayi, balita, remaja, hingga lansia.

“Mulai tahun depan, ILP akan menjadi kewajiban di seluruh puskesmas. Maka, paradigma pelayanan kesehatan pun harus berubah. Pelayanan tidak hanya menunggu pasien datang, tetapi aktif mendatangi masyarakat dan memberikan edukasi kesehatan di setiap tahapan usia,” tegasnya.

Hamzah juga mengajak seluruh peserta untuk berkolaborasi lintas bidang. “Mari kita bersama-sama mensosialisasikan ILP dan melakukan pendampingan kader secara berkelanjutan agar transformasi kesehatan di Nabire dapat berjalan optimal,” tambahnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Senior Project Manager Program PASTI Papua, Juriah, yang memperkenalkan peran dan tujuan program tersebut di Kabupaten Nabire.

“Program PASTI Papua dijalankan oleh Wahana Visi Indonesia dengan dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan pendanaan dari PT Freeport Indonesia,” jelas Juriah.

Menurutnya, proyek ini telah berjalan di tiga kabupaten, yakni Mimika, Asmat, dan Nabire, dengan masa implementasi hingga tahun 2027.

“Di Nabire, kami memiliki tujuh lokus kampung dan kelurahan yang menjadi fokus program. Pelatihan ini menjadi kegiatan pertama kami di Nabire, dan kami sangat senang dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam mendukung transformasi layanan kesehatan primer,” ujarnya.

Baca Juga  Dandim Nabire Letkol Dwi Tegaskan Sinergi TNI-Polri, Aksi FRB Berjalan Aman

Juriah menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk percepatan penurunan stunting. “Kesehatan tidak bisa berjalan sendiri. Kita harus bekerja bersama lintas sektor, dari tenaga medis hingga pemerintah kampung, agar pelayanan benar-benar menyentuh masyarakat,” katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa pelatihan ini tidak hanya teori, tetapi akan diakhiri dengan praktek lapangan di Posyandu Kali Harapan, wilayah kerja Puskesmas Karang Tumaritis, agar peserta dapat langsung menerapkan keterampilan yang dipelajari.

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Wakil Bupati Nabire, H. Burhanuddin Pawennari, menegaskan bahwa pembangunan kesehatan merupakan prioritas utama Pemerintah Kabupaten Nabire sebagai bagian dari visi dan misi daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan kesehatan adalah prioritas. Keberhasilan pembangunan di bidang ini tidak hanya bergantung pada fasilitas atau tenaga medis, tetapi juga pada peran aktif kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan di tingkat desa dan kelurahan,” ujar Wakil Bupati.

Ia menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas kader Posyandu dalam mendukung program nasional penurunan stunting.

“Saya ingin menyampaikan bahwa dua bulan lalu, dalam kegiatan aksi konvergensi penanganan stunting di Provinsi Papua Tengah yang dihadiri delapan kabupaten, Kabupaten Nabire berhasil meraih peringkat pertama sebagai daerah dengan capaian terbaik. Ini adalah hasil kerja keras semua pihak,” ungkap Burhanuddin dengan bangga.

Namun, ia menegaskan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat puas diri. “Prestasi ini bukan untuk berbangga berlebihan, tapi menjadi pemicu semangat untuk terus bekerja lebih baik lagi. Pelatihan seperti ini harus menjadi momentum meningkatkan kemampuan dan dedikasi tenaga kesehatan di Nabire,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wakil Bupati Burhanuddin Pawennari mengingatkan para peserta agar ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini tidak berhenti di ruang kelas.

“Jangan sampai pelatihan ini hanya formalitas. Terapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jadikan hasil pelatihan ini sebagai bekal untuk memberikan layanan yang prima, cepat, dan humanis,” pesannya.

Baca Juga  Resmi! 70 CPNS TH K2 Jadi PNS di Papua Tengah, BKPSDM Tegaskan Disiplin Tanpa Kompromi

Beliau juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan mitra pembangunan seperti PASTI Papua serta PT Freeport Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Wahana Visi Indonesia dan PT Freeport Indonesia. Kolaborasi seperti ini sangat penting dalam memperkuat sistem kesehatan daerah, terutama dalam upaya penurunan angka stunting dan peningkatan gizi masyarakat,” tuturnya.

Wakil Bupati juga menyampaikan bahwa Pemkab Nabire berkomitmen mendukung penuh seluruh inisiatif peningkatan kualitas layanan kesehatan. “Kami akan terus memperkuat SDM tenaga kesehatan, memperluas cakupan Posyandu aktif, dan memastikan pelayanan kesehatan bisa menjangkau masyarakat hingga pelosok kampung,” katanya.

Di akhir sambutannya, Wakil Bupati Burhanuddin Pawennari secara resmi membuka Pelatihan 25 Keterampilan Dasar Kader bagi Tenaga Kesehatan dan berharap kegiatan berjalan lancar hingga selesai.

“Dengan mengucap puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, saya secara resmi membuka Pelatihan 25 Keterampilan Dasar Kader bagi Tenaga Kesehatan di Kabupaten Nabire. Semoga kegiatan ini berjalan baik, aman, dan memberikan manfaat besar bagi peningkatan pelayanan kesehatan di Nabire yang kita cintai,” ucapnya disambut tepuk tangan peserta.

Ia menutup sambutan dengan ajakan bersama menuju Nabire yang sehat dan sejahtera. “Dengan kerja keras, kolaborasi, dan komitmen bersama, saya yakin cita-cita kita mewujudkan masyarakat Nabire yang sehat, mandiri, dan sejahtera dapat terwujud,” pungkas Wakil Bupati.

Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama empat hari ini akan diisi dengan berbagai materi teknis terkait 25 keterampilan dasar kader Posyandu, meliputi pengukuran pertumbuhan balita, deteksi dini gizi buruk, pencatatan hasil Posyandu, hingga edukasi perilaku hidup bersih dan sehat.

Selain pembekalan teori, peserta juga akan melakukan praktek lapangan di Posyandu Kali Harapan, di mana mereka akan berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk menerapkan keterampilan yang telah dipelajari.

Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam transformasi layanan kesehatan primer di Kabupaten Nabire, sejalan dengan visi nasional mewujudkan Indonesia Sehat.

Berita Terkait

WhatsApp Image 2026-04-02 at 13.08.35
Polda Papua Tengah mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H
Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah Beserta Staf dan Jajaran mengucapkan Selamat Hari Raya NYE
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup