NEWS.BUSURNABIRE.ID- Nabire |Mahasiswa bersama tokoh adat, tokoh pemuda, perempuan, agama, pelajar, dan aktivis menyerukan penolakan tegas terhadap rencana eksploitasi Blok Wabu di Kabupaten Intan Jaya. Seruan ini disampaikan dalam pernyataan sikap yang diterima awak media pada Kamis (2/10/2025), dengan tema:
“Blok Wabu Itu Saya, Nyawa Saya, Hidup Saya, dan Juga Paru-Paru Dunia, Menolak Eksploitasi di Intan Jaya.”

Blok Wabu bukan sekadar wilayah pertambangan; bagi masyarakat adat pemilik hak ulayat, Blok Wabu adalah sumber kehidupan. Selain menjadi sumber protein, karbohidrat, vitamin, mineral, dan obat herbal, Blok Wabu juga merupakan bagian dari pemaknaan leluhur terhadap lingkungan dan asal-usul marga. Kawasan ini menyediakan bahan bangunan, jembatan, dan sumber pembangunan lainnya, sehingga keberadaannya harus dilindungi sebagai simbol kemakmuran dan kemandirian rakyat.
“Blok Wabu yang dieksploitasi sama saja dengan manusia yang dieksploitasi. Dengan operasi militer dan pendropan yang terus berlanjut, masyarakat Intan Jaya terpaksa mengungsi meninggalkan tanah, desa, ternak, hingga tanah adat yang dirampas dijadikan barak militer,” tegas pernyataan tersebut.
Lebih lanjut, rilis tersebut menyoroti berbagai pelanggaran yang terjadi di wilayah Blok Wabu, termasuk pembunuhan gembala, kepala desa, warga sipil, dan ODGJ, serta konversi sekolah dan kantor pemerintahan menjadi barak militer. Semua tindakan itu dianggap sebagai incaran negara terhadap sumber daya alam di Blok Wabu.
Berdasarkan rapat Kementerian ESDM RI Komite 2 dan Komisi 12 DPR RI pada 15 November 2024, Blok Wabu seluas 169.118 hektar telah dialokasikan untuk dikelola PT Antam Tbk, PTFI, PT Madinah Qurata Ain, PT Nusapati Satria, dan PT Kotabara Miratama, dengan induk PT Mind ID. Rencana pembongkaran Gunung Wabu dijadwalkan mulai Maret 2026.
Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa dan masyarakat adat menyampaikan:
- Mendukung pertemuan untuk menyampaikan sikap menolak eksploitasi Blok Wabu dari masyarakat akar rumput.
- Meminta Menteri ESDM mencabut izin usaha pertambangan di Blok Wabu.
- Menolak genosida dan etnosida yang dilakukan TNI/Polri demi kepentingan eksploitasi.
- Meminta hak menentukan nasib sendiri bagi masyarakat adat Intan Jaya, termasuk pengelolaan sumber daya alam secara manual.
- Mengecam oknum-oknum yang bertindak tanpa persetujuan pemilik hak ulayat.
- Menegaskan penolakan tegas terhadap rencana eksploitasi sumber daya alam di Blok Wabu.
Pernyataan ini menegaskan komitmen mahasiswa dan masyarakat adat untuk mempertahankan Blok Wabu sebagai bagian dari kehidupan mereka dan sebagai paru-paru dunia.













