NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah, Brigjen Pol Alfred Papare, S.I.K., membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Pemberian Jasa Pengamanan Sistem Pengamanan (SMP) oleh Polri pada Objek Vital Nasional dan Objek Tertentu, yang digelar oleh Direktorat Pengamanan Objek Vital (DITPAMOBVIT) Polda Papua Tengah, bertempat di Hotel Carmel, Rabu (24/09/2025).
Dalam sambutannya, Kapolda Papua Tengah menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas keamanan terhadap Objek Vital Nasional (OBVITNAS) dan Objek Tertentu (OBTER) yang memiliki peranan penting dalam ekonomi dan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah.

“Keamanan dan pengamanan objek vital nasional serta objek tertentu bukanlah tugas yang ringan. Ini adalah tanggung jawab kita semua, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga seluruh pihak terkait, termasuk masyarakat,” ujar Kapolda.
Lebih lanjut, Kapolda Alfred Papare menyampaikan bahwa Polri telah mengatur mekanisme pemberian bantuan pengamanan melalui Peraturan Kapolri Nomor 3 Tahun 2019 serta implementasinya yang dituangkan dalam Peraturan Kabaharkam Nomor 1 Tahun 2019. Regulasi ini menekankan penyelenggaraan pemberian jasa pengamanan oleh Polri dan penerapan Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) pada objek vital nasional maupun objek tertentu.
“Dalam pelaksanaan tugas pemberian bantuan pengamanan objek vital nasional dan objek tertentu di wilayah hukum Polda Papua Tengah, sangat penting dilakukan sosialisasi kepada para pengelola objek vital nasional maupun objek tertentu, khususnya di Kabupaten Nabire,” lanjut Kapolda.

Acara sosialisasi ini juga bertujuan untuk menyusun langkah-langkah kongkret dalam memperkuat pengamanan OBVITNAS dan OBTER, sehingga tercipta kondisi yang lebih aman dan kondusif bagi pembangunan daerah.
“Melalui kegiatan ini, kita dapat memperkuat pengamanan objek vital nasional maupun objek tertentu di wilayah Papua Tengah, sehingga mendukung keamanan, stabilitas, dan percepatan pembangunan,” tutup Kapolda Papua Tengah.
Dengan sosialisasi ini, diharapkan semua pihak, baik pemerintah daerah maupun pengelola objek vital, dapat berperan aktif dalam menjaga keamanan yang menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional.













