NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire |Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) sukses melaksanakan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) tahun 2025 dengan tema “Penguatan Pelayanan Publik untuk Meningkatkan Daya Saing Investasi Daerah.”
Kegiatan penting ini berlangsung di Aula RRI Nabire selama dua hari, yaitu 3–4 September 2025, dan menghadirkan narasumber dari Kementerian Investasi/BKPM Republik Indonesia, serta diikuti oleh perwakilan dari delapan kabupaten se-Papua Tengah.
Rakorda Papua Tengah resmi dibuka pada tanggal 3 September 2025 oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan Provinsi Papua Tengah, Herman Kayame, SDMM, mewakili Gubernur Papua Tengah.
Agenda Rakorda ini direncanakan berakhir pada 4 September 2025 dengan menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis untuk memperkuat pelayanan publik dan meningkatkan investasi daerah.

Dalam laporannya, Ketua Panitia sekaligus Kepala DPMPTSP Papua Tengah, Drs. Samuel Rihi, M.Si, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa Rakorda adalah sarana penting untuk membangun sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kementerian dalam memperkuat tata kelola perizinan serta menarik investor.
“Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas kasih dan karunia-Nya kita dapat berkumpul pada pagi hari ini dalam rangka Rakorda Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu,” ungkap Samuel.
Samuel menambahkan bahwa Papua Tengah memiliki potensi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) yang sangat besar, namun belum sepenuhnya dioptimalkan. Karena itu, Rakorda hadir untuk menjembatani tantangan sekaligus melahirkan solusi bersama.
“Rakorda ini bukan sekadar forum koordinasi, melainkan ruang strategis untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi capaian, dan merumuskan langkah konkret dalam pelayanan perizinan dan penanaman modal,” jelasnya.
Acara ini semakin istimewa dengan hadirnya narasumber dari Kementerian Investasi/BKPM, antara lain:
- Endang Sitiabudi, Esos
- Michael Setia Rubekwan, SD – putra Papua yang kini berkarya di Kementerian Investasi
- Maria Supnawati Raharjo, SDME
- Siti Sarah Anjani, SE
Hadir pula perwakilan pejabat daerah, termasuk pimpinan OPD Papua Tengah dan Kepala DPMPTSP dari delapan kabupaten.
Dalam paparannya, Samuel Rihi menegaskan beberapa tujuan strategis Rakorda, di antaranya:
- Penyederhanaan proses perizinan berbasis OSS RBA (Online Single Submission – Risk Based Approach) agar lebih cepat, transparan, dan akuntabel.
- Meningkatkan kualitas pelayanan publik sebagai garda depan investasi.
- Mendorong investasi strategis yang memberdayakan masyarakat lokal serta ramah lingkungan.
- Identifikasi potensi unggulan tiap kabupaten untuk dipromosikan melalui sistem digital terpadu.
- Membangun iklim investasi yang kondusif, transparan, dan berkelanjutan.

Rakorda Papua Tengah 2025 berlangsung dalam suasana penuh semangat kebersamaan. Para peserta menyadari bahwa Papua Tengah sebagai provinsi muda perlu bergerak cepat untuk membangun fondasi tata kelola pemerintahan yang solid.
Provinsi ini memiliki kekayaan SDA di sektor pertambangan, perkebunan, perikanan, hingga pariwisata. Namun, tanpa pelayanan publik yang baik, potensi itu sulit menarik investor.
“Investasi yang kita dorong bukan sekadar hadir, tetapi juga berkualitas. Harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan daerah,” kata Samuel.
Rakorda Papua Tengah tahun 2025 yang berlangsung pada 3–4 September 2025 bukan sekadar forum rutin, tetapi momentum penting untuk membangun kesepahaman, memperkuat sinergi, serta menyiapkan langkah konkret menuju Papua Tengah yang lebih maju.
Dengan pelayanan publik yang cepat, transparan, akuntabel, dan berbasis digital, Papua Tengah diharapkan mampu meningkatkan daya saing investasi, membuka peluang kerja, dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara inklusif.
“Semangat saling belajar dan mendukung adalah kunci utama untuk memajukan Papua Tengah sebagai kawasan investasi yang menjanjikan di Tanah Papua,” tutup Samuel Rihi.













