Silwanus Sumule Dorong Integrasi Muatan Lokal dan Edukasi HIV dalam Pendidikan Papua Tengah

By BusurNabire.id
Sabtu, 23 Agustus 2025 08:34 WIB | 456 Views

NEWS.BUSURNABIRE.ID -Nabire |Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Papua Tengah menggelar Focus Group Discussion (FGD) Deep Learning Pengembangan Muatan Lokal pada Pembelajaran Mendalam, Sabtu (23/8/2025), di Ballroom Nabire. Acara ini dibuka secara resmi oleh Penjabat Sekretaris Daerah Papua Tengah, Silwanus Sumule, yang hadir mewakili Gubernur Papua Tengah.

FGD tersebut menghadirkan unsur pemerintah daerah, tenaga pendidik, tokoh adat, tokoh masyarakat, akademisi, hingga para pemangku kepentingan pendidikan dan kesehatan. Forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat identitas budaya Papua Tengah melalui pendidikan berbasis muatan lokal sekaligus mengintegrasikan isu kesehatan masyarakat, termasuk penanganan HIV/AIDS.

Silwanus Sumule Dorong Integrasi Muatan Lokal dan Edukasi HIV dalam Pendidikan Papua Tengah (Foto: Busur Nabire)

Dalam sambutannya, Silwanus Sumule menegaskan pentingnya mengangkat kearifan lokal sebagai dasar pembentukan karakter generasi muda.

“Forum ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi langkah strategis untuk memastikan pendidikan di Papua Tengah tumbuh dari akar budayanya sendiri. Muatan lokal adalah denyut nadi yang menjaga identitas anak-anak kita agar tidak tercerabut dari budaya. Melalui muatan lokal, kita menanamkan bahasa daerah, nilai-nilai kearifan lokal, serta filosofi hidup untuk menghadapi arus globalisasi,” ungkapnya.

Sumule menambahkan, muatan lokal bukan pelengkap kurikulum, melainkan bagian integral dalam dunia pendidikan. Hal ini mencakup bahasa daerah, budaya, kearifan lokal, dan potensi wilayah yang harus diperkenalkan kepada peserta didik sejak dini.

Selain fokus pada kurikulum, forum ini juga menyoroti isu kesehatan, khususnya tentang pencegahan HIV/AIDS. Para peserta diajak memahami pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam memutus rantai penularan, serta mengintegrasikan edukasi kesehatan dengan kearifan lokal agar efektif dan mudah diterima masyarakat.

Tiga hasil yang diharapkan dari FGD ini, antara lain:

  1. Identifikasi potensi lokal yang relevan untuk dimasukkan dalam pembelajaran.
  2. Perumusan strategi integrasi muatan lokal dalam kurikulum pendidikan.
  3. Penyusunan langkah implementasi muatan lokal di sekolah-sekolah Papua Tengah.
Baca Juga  Gubernur Meki Nawipa Tetapkan Hari Libur dan Cuti Bersama 2026 di Papua Tengah, Ini Daftarnya

Menutup sambutannya, Sumule memberikan apresiasi kepada para guru, akademisi, dan semua pihak yang terlibat.

“Mari jadikan FGD ini sebagai pijakan awal untuk memperkuat identitas pendidikan Papua Tengah yang berakar pada budaya, tetapi tetap terbuka terhadap perkembangan zaman. Semoga hasil diskusi ini memberi manfaat nyata bagi dunia pendidikan dan kesehatan masyarakat,” tutupnya.

Berita Terkait

WhatsApp Image 2026-04-02 at 13.08.35
Polda Papua Tengah mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H
Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah Beserta Staf dan Jajaran mengucapkan Selamat Hari Raya NYE
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup