NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia secara resmi menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) Ke-1 KADIN Papua Tengah, pada Jumat (2/8/2025) di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire. Kegiatan ini menjadi tonggak awal penguatan struktur kelembagaan dunia usaha di provinsi termuda Indonesia.
Turut hadir dalam acara tersebut: Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, S.H. Wakil Gubernur, Deinas Geley, S.Sos., M.Si, Ketua Umum KADIN Indonesia, Taufan Eko Nugroho, Ketua KADIN Karateker Papua Tengah, Widianto Saputro, Ketua Panitia Musprov, Ronald M. Manoach, ST, M.Th, Ketua KAAP Papua Tengah, Yosephina Pigai, Para peserta Musprov dari seluruh kabupaten di Papua Tengah dan tamu undangan lintas sektor

Musprov dimulai pukul 13.50 WIT dan berlangsung hingga sore hari, dengan susunan kegiatan mencakup: pembukaan, lagu kebangsaan, hymne KADIN, doa pembukaan, sambutan resmi dari panitia, KADIN pusat, dan Gubernur, penyerahan cinderamata, foto bersama, hingga ramah tamah.
Ketua Panitia Musprov, Ronald M. Manoach, membuka kegiatan dengan semangat yang membakar kesadaran kolektif peserta.
“Selama ini orang bilang Papua belum jadi tuan di negerinya sendiri. Tapi saya percaya: kita adalah tuan. Kita hanya punya dua pilihan—jadi tuan yang berhasil atau gagal. Tantangan KADIN ke depan adalah membangkitkan seluruh sendi ekonomi Papua Tengah dari keterpurukan.”
Ia juga menegaskan bahwa Papua Tengah harus memiliki peradaban ekonomi baru yang merata dari tingkat atas hingga masyarakat kecil, termasuk mama-mama di pasar.
Musprov juga dimeriahkan pameran UMKM dan lomba tarik tambang, yang menurut Ronald menjadi simbol strategi, kekompakan, dan sportivitas dalam membangun ekonomi daerah.
Ketua KADIN Karateker Papua Tengah, Widianto Saputro, mengungkapkan rasa syukur atas dukungan Pemerintah Provinsi.
“Hari ini kita menyaksikan sejarah. Kami percaya KADIN Papua Tengah akan segera berperan besar dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal. Musprov ini dilaksanakan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KADIN Indonesia, dan kami yakin hasilnya akan solid dan strategis.”
Ia juga menyebutkan bahwa kehadiran perwakilan APINDO, KNPI, dan pelaku usaha lokal memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan ekonomi Papua Tengah.
Dalam sambutannya, Gubernur Meki Nawipa,SH menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musprov KADIN Papua Tengah dan menilai bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kelembagaan KADIN sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi daerah.

“KADIN memiliki peran vital sebagai jembatan antara pemerintah dan pelaku usaha. Musprov ini bukan hanya forum evaluasi dan konsolidasi, namun juga menjadi wadah untuk menyusun arah kebijakan strategis ke depan,” ujar Nawipa.
Gubernur Nawipa menekankan empat fokus utama yang harus menjadi prioritas KADIN Papua Tengah dalam menjalankan perannya:
- Mendorong pertumbuhan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi rakyat.
- Meningkatkan investasi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
- Mewujudkan kemitraan dunia usaha yang berdaya saing dan berpihak kepada masyarakat adat serta pelaku usaha lokal.
- Mengawal transformasi ekonomi hijau dan digital dalam menghadapi tantangan zaman.
Gubernur berharap, hasil Musprov ini mampu melahirkan pemimpin KADIN yang kuat, responsif, dan berorientasi pada aksi nyata. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami membutuhkan pemimpin KADIN yang mampu memperjuangkan kepentingan pengusaha lokal. Dunia usaha adalah mitra utama dalam membangun kesejahteraan yang merata,” tegasnya.

Musprov ini sekaligus menjadi momentum penting membangun sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat demi menciptakan iklim usaha yang sehat, adil, dan produktif.
Sebagai penutup, Gubernur Meki Nawipa secara simbolis menyatakan bahwa kegiatan Musprov KADIN Ke-1 Papua Tengah resmi dibuka:
“Dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, kegiatan Musyawarah Provinsi Ke-1 KADIN Papua Tengah secara resmi saya nyatakan dibuka,” tutupnya.
Diharapkan, hasil Musprov ini akan menghasilkan keputusan dan program kerja yang berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi serta penguatan kelembagaan usaha di Provinsi Papua Tengah.













