NEWS.BUSURNABIRE.ID – Jayapura| Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak, Provinsi Papua Tengah, kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui Program Beasiswa Puncak Cerdas Tahun 2025. Program ini menjadi langkah strategis untuk memberikan akses pendidikan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri, bagi putra-putri asli Kabupaten Puncak.
Setelah sukses memberangkatkan 123 mahasiswa ke Pulau Jawa pada 6 Juni 2025 melalui kerja sama dengan Yayasan Binterbusih, Pemkab Puncak kini menggandeng Yayasan Maga Edukasi Papua guna menyelenggarakan rekrutmen dan seleksi beasiswa luar negeri.

Kerja sama tersebut diresmikan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bupati Puncak, Elvis Tabuni, SE., MM dan Pendiri Yayasan Maga Edukasi Papua, Samuel Tabuni, M.Si., MAJed, di Jayapura pada Jumat, 18 Juli 2025. Penandatanganan turut disaksikan Plt. Sekda Puncak, Nenu Tabuni, dan Dandim 1717/Puncak, Letkol Inf. Himawan Ady S., serta dirangkaikan dengan pelepasan 66 mahasiswa yang lolos beasiswa luar negeri.
Dalam keterangannya kepada media, Selasa (22/07/2025), Bupati Elvis Tabuni menegaskan bahwa Program Beasiswa Puncak Cerdas merupakan bentuk nyata dari visi “Membangun Daerah yang Adil, Mandiri, Damai, dan Sejahtera.”
“Pendidikan adalah pondasi utama untuk membuka jalan keluar dari berbagai tantangan pembangunan. Melalui program beasiswa ini, kami ingin menyiapkan generasi yang berdaya saing global,” ujar Bupati Elvis.
Program ini mencakup pembiayaan penuh untuk jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktoral (S3), baik dalam negeri maupun luar negeri, yang seluruhnya bersumber dari APBD Kabupaten Puncak.
Sebanyak 254 peserta mendaftar program beasiswa luar negeri ini. Dari jumlah tersebut, 125 orang mengikuti seleksi lanjutan yang ketat dan transparan oleh Yayasan Maga Edukasi Papua. Tahapan seleksi meliputi:
- Tes kesehatan menyeluruh (Medical Check Up)
- Tes akademik dan Bahasa Inggris
- Wawancara motivasi dan kepemimpinan
Hasilnya, 66 peserta dinyatakan lulus dan siap diberangkatkan ke berbagai negara tujuan studi.

Perjanjian kerja sama ini berlaku hingga tahun 2030 dan mencakup:
- Seleksi akademik dan verifikasi data
- Pemeriksaan kesehatan peserta
- Tes Penempatan (TPA, TOEFL/IELTS, dan Wawancara)
- Penetapan penerima beasiswa
- Pengadaan dan pengelolaan dana
- Pelatihan bahasa asing dan karakter
- Fasilitasi kebutuhan studi selama masa kontrak
Proses teknis akan didampingi oleh Papua Language Institute (PLI) dan International University of Papua (IUP).
Seluruh biaya ditanggung oleh APBD Kabupaten Puncak, meliputi
- Biaya kuliah
- Biaya hidup dan asrama
- Biaya paspor dan tiket pesawat
- Biaya pelatihan dan operasional lembaga
Bupati Elvis Tabuni mengingatkan para penerima beasiswa agar menjaga tanggung jawab moral dan akademik.
“Belajarlah sungguh-sungguh, jaga nama baik daerah, dan kembalilah membangun Puncak. Kita butuh kalian untuk membawa perubahan,” tegasnya.

Samuel Tabuni juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan. “Kami akan menjalankan proses ini dengan penuh integritas dan memastikan anak-anak Puncak mendapat pendidikan terbaik,” tuturnya.
Di bawah kepemimpinan Bupati Elvis Tabuni dan Wakil Bupati Naftali Akawal, Pemkab Puncak terus menghadirkan kebijakan pendidikan yang progresif dan berdampak langsung bagi masa depan generasi muda Papua Tengah.
Beasiswa Puncak Cerdas bukan hanya program, melainkan investasi jangka panjang yang akan membawa Kabupaten Puncak menuju masa depan yang lebih adil, sejahtera, dan kompetitif di tingkat global.













