Terungkap! Kronologis Curas Brutal Tukang Ojek di Karadiri Nabire – Ini 1 Fakta Lengkapnya

By BusurNabire.id
Senin, 21 Juli 2025 03:31 WIB | 956 Views
Tragis! Tukang Ojek di Nabire Dibacok Penumpang, Ibu Jari Hampir Putus – Motor Raib Dibawa Kabur (Foto: Busur Nabire)

NEWS.BUSURNABIRE.ID – NABIRE | Di balik kerasnya perjuangan hidup seorang pria 60 tahun asal Lumajang, Jawa Timur, tersimpan kisah pilu yang mengguncang hati siapa pun yang mendengarnya. Datang jauh-jauh ke Papua Tengah demi mengais rezeki halal sebagai tukang ojek, pria ini justru harus menerima kenyataan pahit: menjadi korban curas (pencurian dengan kekerasan) oleh penumpangnya sendiri.

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Minggu, 20 Juli 2025, sekitar pukul 15.00 WIT, di kawasan sunyi Kampung Karadiri, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire. Saat itu, langit mendung tak hanya menaungi Nabire, tetapi juga menandai awal dari tragedi berdarah yang akan menghancurkan fisik dan mental korban.

Kasat Reskrim Polres Nabire AKP Bertu Haridyka, S.I.K., S.H., M.H. Terungkap! Kronologis Curas Brutal Tukang Ojek di Karadiri Nabire – Ini Fakta Lengkapnya(Foto: Busur Nabire)
Kasat Reskrim Polres Nabire AKP Bertu Haridyka, S.I.K., S.H., M.H. (Foto: Busur Nabire)

Kisah berawal ketika korban, yang akrab disapa S (60), tengah menunggu penumpang seperti biasa di Jalan Baru depan Alfa Mega, Kelurahan BMW, Nabire. Seorang pria Orang Asli Papua (OAP) menghampiri dan meminta diantar ke lokasi yang katanya “tidak jauh.”

Dengan niat tulus mencari nafkah, korban mengiyakan. Namun perjalanan malah berujung mencurigakan. Penumpang mengarahkan korban melalui Jalan Poros Wanggar, lalu masuk ke Jalan Logging JDI, dan akhirnya ke sebuah lorong sepi menuju Perumahan.

“Korban merasa ada yang tidak beres dan sempat menghentikan motor,” jelas Kasat Reskrim Polres Nabire AKP Bertu Haridyka, S.I.K., S.H., M.H.

Di situlah teror dimulai. Tanpa peringatan, pelaku mengayunkan parang tajam ke arah kepala korban. Korban reflek menangkis, namun ayunan maut itu malah nyaris memutus ibu jari tangan kanannya. Darah mengucur deras. Dalam kondisi terguncang dan kesakitan, korban hanya bisa melihat pelaku membawa kabur sepeda motor Honda Beat warna hitam bernomor polisi PA 6016 KH.

Korban mengalami luka sangat serius:

  • 3 luka bacok di bagian wajah
  • 4 luka bacok pada bahu kiri
  • 1 luka bacok di bahu kanan
  • 1 luka bacok pada lengan kanan
  • 1 luka bacok di punggung tangan kiri
  • 1 luka bacok di telapak tangan kanan
  • Luka sabetan di dagu, pelipis, dan dada
Baca Juga  TP PKK Papua Tengah Pokja I Berbagi Kasih untuk Panti Asuhan dan Asrama

Untungnya, warga sekitar yang melintas menemukan korban dan segera memberikan pertolongan. Polisi tiba tak lama kemudian, mengamankan lokasi dan membawa korban ke RSUD Nabire untuk perawatan intensif.

“Korban mengalami luka bacok cukup parah. Tim medis masih memantau kondisi tangan korban yang nyaris kehilangan fungsi,” tambah Kasat Reskrim.

Hingga saat ini, pelaku masih dalam pencarian intensif oleh Satreskrim Polres Nabire. Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti milik korban dan barang yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Barang Bukti yang Diamankan Milik korban (Foto: Busur Nabire)
Barang Bukti yang Diamankan Milik korban (Foto: Busur Nabire)

Barang Bukti yang Diamankan Milik korban, Jaket hitam, Sebo loreng, Sandal swallow hitam, Kaos kaki loreng hitam, Celana panjang hitam, Kaos biru, Helm ojek kuning No.1255

Sedangkan Barang Bukti yang ditemukan di TKP,Kaos olahraga biru lengan Panjang, Celana cargo coklat, Celana jeans coklat, Ikat pinggang hitam, Kalung salib besi warna silver, Parang bergagang karet ban

Sedangkan Barang Bukti yang ditemukan di TKP (Foto: Busur Nabire)

Saat ini korban masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire. Meski sadar, kondisi fisik dan mentalnya masih sangat terguncang. Ibu jari yang hampir putus menjadi saksi bisu perjuangannya mencari nafkah di tanah rantau.

Dalam keterangannya, Kasat Reskrim AKP Bertu Haridyka menyampaikan pesan mendalam untuk seluruh tukang ojek, baik pangkalan maupun daring:

“Kami imbau seluruh tukang ojek di Nabire agar lebih berhati-hati saat menerima penumpang. Jangan ambil risiko ke daerah sepi atau yang belum dikenal. Keselamatan lebih penting dari tarif,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk turut serta dalam memberikan informasi apabila melihat motor curian atau mengetahui keberadaan pelaku.

“Curas ini jadi pengingat bagi kita semua. Jangan sampai ada korban lagi. Mari kita jaga keamanan bersama-sama,” tambahnya.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi semua pekerja jasa di jalanan untuk lebih berhati-hati. Tragedi ini bukan sekadar kriminal biasa, tapi luka kemanusiaan yang dalam.

Berita Terkait

Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengucapkan Selamat Hari Natal, 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 2026. Kiranya damai Natal membawa harapan baru, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun Papua Tengah yang aman, sejahtera, dan berkeadilan. — Meki Nawipa, S.H Gubernur Papua Tengah Deinas Geley, S.Sos., M.Si Wakil Gubernur Papua Tengah
Wakil Bupati Kabupaten Intan Jaya beserta Keluarga Besar mengucapkan Selamat Hari Natal, 25 Desember 2025 dan Selamat Menyongsong Tahun Baru 2026.
Soni (1)
Karel Tabuni, S.T Anggota DPRK Nabire Beserta Keluarga Besar mengucapkan Selamat Hari Natal, 25 Desember 2025 dan Selamat Menyongsong Tahun Baru, 1 Januari 2026.
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup