NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Ketua Panitia Qurban Mesjid Nurul Bahri Smoker,Nabire Papua Tengah Safiuddin Oge, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebut seolah-olah pihaknya menyalahkan pemerintah atas tidak adanya bantuan hewan qurban tahun ini.
Ia menegaskan, maksud dari pernyataan yang disampaikan dalam wawancara adalah untuk melaporkan bahwa pelaksanaan qurban tetap berjalan lancar, bukan untuk menyudutkan pihak manapun.
“Tahun ini kami menyembelih total 12 hewan qurban, terdiri dari 11 ekor sapi dan 1 ekor kambing. Salah satunya merupakan bantuan pribadi dari Wakil Ketua II DPRK Nabire, Bapak Joni Nehemia Pakage,” ungkap Safiuddin saat ditemui awak media di kediamannya, Sabtu (7/6/2025).

Ia menyampaikan bahwa pendistribusian daging qurban kepada masyarakat dilakukan melalui sistem kupon sebanyak 500 lembar, yang dibagikan secara merata. Proses penyembelihan dimulai pukul 07.00 WIT dan pendistribusian dilakukan antara pukul 13.00 hingga 15.00 WIT.
“Alhamdulillah, pelaksanaan berjalan lancar. Warga yang menerima juga sangat bersyukur dan menyampaikan terima kasih,” jelasnya.
Terkait tidak adanya bantuan hewan qurban dari pemerintah pada tahun ini, Safiuddin menyatakan bahwa pihaknya tidak bisa serta-merta menyimpulkan hal itu sebagai sebuah kelalaian.
“Bisa jadi pemerintah sudah menyalurkan ke mesjid atau mushollah lain yang selama ini belum pernah menerima bantuan. Kami hanya berharap ke depan distribusinya lebih transparan agar tidak muncul persepsi negatif di tengah masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan pesan kepada masyarakat dan pihak media bahwa pemberitaan sebelumnya dirasa kurang tepat dalam menyampaikan konteks Judul berita .
“Perlu saya luruskan, kami tidak menyalahkan pemerintah. Hanya menyampaikan fakta bahwa tahun ini kami tidak menerima bantuan. Tapi bukan berarti bantuan itu tidak ada sama sekali. Kami tetap menghargai upaya pemerintah Kabupaten Nabire,” ujarnya.
Lebih lanjut, Safiuddin menyarankan agar ke depan distribusi bantuan qurban bisa melibatkan berbagai pihak seperti Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) baik di tingkat Kabupaten Nabire maupun Provinsi Papua Tengah.
“Harapan kami ke depan, distribusi bisa dilakukan lebih terbuka, melibatkan banyak unsur organisasi Islam, agar penyaluran lebih merata dan transparan,” tutupnya.













