NEWSBUSURNABIRE.ID – Nabire: Kejadian dramatis terjadi pada Kamis, 8 Mei 2025, di Lapas Kelas IIB Nabire, Provinsi Papua Tengah, ketika tiga narapidana melarikan diri. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 01:00 dini hari dan melibatkan tiga orang yang merupakan pelaku kasus pembunuhan serta kepemilikan senjata api.

PLH Lapas Nabire, Donie Worabai, yang ditemui di ruang kerjanya pada Jumat pagi, mengonfirmasi kejadian tersebut. Menurutnya, pihak Lapas mengakui adanya kekurangan dalam hal pengamanan, terutama terkait dengan fasilitas dan jumlah personel.
“Kami mengakui bahwa kondisi Lapas kami memang kurang memadai, terutama dalam hal fasilitas seperti pos menara dan pagar pembatas antar blok. Lapas Nabire ini relatif kecil, dan kurangnya pos menara serta pengawasan CCTV di area tersebut yang tidak berfungsi menyebabkan kami kesulitan dalam mengawasi seluruh area,” jelas Donie.
Ia juga mengungkapkan bahwa hanya ada empat petugas yang bertugas mengawasi lebih dari 200 warga binaan, sehingga kondisi ini mempengaruhi tingkat pengamanan yang ada.
“Walaupun kami sudah berupaya sebaik mungkin, namun dengan terbatasnya SDM dan fasilitas, kejadian ini tetap terjadi,” tambah Donie.
Donie juga menjelaskan bagaimana tiga narapidana tersebut melarikan diri. Mereka menggunakan tangga yang diduga mereka buat sendiri untuk melompat pagar. Aksi ini dilakukan di Pos 1, dan CCTV di area tersebut tidak berfungsi, sehingga identitas para pelaku tidak terekam dengan jelas.
Pihak Lapas terus bekerja sama dengan Kepolisian dan TNI untuk melacak keberadaan para narapidana tersebut. “Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI. Kami berharap mereka dapat membantu kami dalam menangkap ketiga warga binaan yang melarikan diri ini,” ujar Donie.
Donie mengungkapkan permohonan maaf kepada masyarakat atas insiden ini dan berharap masyarakat dapat memahami keterbatasan yang ada. Meskipun terjadi kelalaian dalam pengamanan, pihak Lapas berjanji akan meningkatkan disiplin dan pengawasan di masa mendatang.
“Ini adalah bagian dari tugas kami. Kami mohon maaf kepada masyarakat yang merasa resah dengan kejadian ini. Kami akan terus berupaya keras untuk menjaga keamanan dan ketertiban,” ujarnya.













