NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire ,Papua Tengah | Kehadiran Sekretaris Daerah Provinsi Papua Tengah, Dr. Silwanus Sumulu, dalam kegiatan peluncuran penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi penegasan kuat komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat, khususnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Di Provinsi Papua Tngah sendiri Kegiatan yang di laksanakan di Polda Papua Tengah Selasa siang (9/12/2025) bersama Tamu undangan serta pejabat penting Polda Papua Tengah yang dilaksanakan secara Daring via Zoom yang berpusat di Polda Papua

Usai mengikuti kegiatan secara daring bersama pemerintah pusat, Sekda Papua Tengah saat diwawancarai awak media menyampaikan bahwa Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, memberikan apresiasi tinggi atas soliditas seluruh unsur Forkopimda dalam mengawal jalannya program nasional tersebut di wilayah Papua Tengah.
“Apa yang kita saksikan hari ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, Bulog, serta seluruh stakeholder berjalan dengan sangat baik,” ujar Silwanus Sumulu kepada wartawan.

Sekda menegaskan bahwa penyaluran 62 ton beras SPHP tahap awal yang telah diberangkatkan ke delapan kabupaten di Papua Tengah merupakan langkah progresif menuju target besar 503 ton beras SPHP hingga akhir tahun 2025.
“Capaian kita saat ini sudah lebih dari 52 persen. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, seluruh target akan terealisasi. Masyarakat sangat membutuhkan beras ini, terutama menjelang hari besar keagamaan,” jelasnya.
Ia memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus berkomitmen mempercepat distribusi agar manfaat program SPHP benar-benar dirasakan oleh masyarakat di seluruh wilayah.
Dalam kesempatan itu, Sekda juga menyoroti tantangan besar pada jalur distribusi darat, khususnya di lintasan Nabire–Dogiyai–Deiyai–Paniai yang selama ini kerap mengalami hambatan akibat faktor keamanan dan kondisi geografis.
“Kami berharap jalur ini benar-benar bisa dijaga bersama. Satgas memang sudah dibentuk, tetapi yang paling penting adalah peran serta masyarakat untuk ikut menjaga keamanan jalur distribusi,” ungkapnya.
Menurutnya, tanpa dukungan penuh masyarakat, penyaluran bantuan pangan akan sulit berjalan maksimal meskipun aparat keamanan telah diterjunkan.
Sekda juga menyinggung wilayah Papua Tengah yang hanya bisa dijangkau melalui transportasi udara, seperti Intan Jaya dan Kabupaten Puncak. Ia menyebut pemerintah saat ini terus melakukan koordinasi secara intensif dengan pihak maskapai.
“Ini sudah masuk masa Christmas Flight. Kami terus berkoordinasi dengan maskapai agar beras dan seluruh kebutuhan pokok ke Intan Jaya dan Puncak bisa segera terpenuhi,” tambahnya.
Langkah ini dinilai krusial mengingat keterbatasan akses darat serta tingginya kebutuhan logistik masyarakat di wilayah pegunungan menjelang Natal.

Di akhir keterangannya, Sekda menyampaikan harapan besar agar seluruh proses distribusi beras SPHP dan kebutuhan bahan makanan lainnya dapat diselesaikan tepat waktu sebelum perayaan Natal dan Tahun Baru.
“Harapan kita, masyarakat Papua Tengah bisa merayakan Natal dan menyambut Tahun Baru tanpa kekurangan bahan pangan. Itu tujuan utama dari seluruh upaya yang kita lakukan hari ini,” tutup Silwanus Sumulu.













