NEWS.BUSURNABIRE.ID– Timika: Kunjungan Bersejarah Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Nawipa, bersama Wakil Gubernur Deinas Geley, melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Mimika. Didampingi oleh Ketua DPR Papua Tengah Delius Tabuni, Bupati Mimika Johannes Retop, dan Wakil Bupati Emanuel Kemong, kunjungan ini menjadi tonggak sejarah karena merupakan kunjungan pertama seorang gubernur sejak Lapas tersebut berdiri pada tahun 1996.

Dalam kunjungan ini, Gubernur Nawipa menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Tengah tengah fokus pada perluasan akses layanan kesehatan melalui program BPJS gratis, termasuk bagi warga binaan Lapas.
“Khusus untuk warga binaan di Lapas Timika ini, saya minta Plh Kalapas siapkan KTP mereka. Ini soal hak asasi manusia. Kami juga siapkan satu unit mobil ambulans untuk mendukung pelayanan kesehatan di Lapas,” ujar Gubernur Nawipa.

Selain layanan kesehatan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga akan mendirikan Lembaga Bantuan Hukum guna memberikan pendampingan hukum bagi warga Papua Tengah yang terjerat kasus pidana.
“Kebanyakan anak Papua masuk Lapas karena tidak punya kuasa hukum. Banyak yang hanya mencuri sendal tapi tidak ada yang membela mereka. Kami akan hadirkan bantuan hukum dari awal, supaya mereka punya pembela,” tambahnya.
Nawipa menegaskan, pendirian lembaga ini bukan untuk menghalangi proses hukum, melainkan untuk memastikan keadilan berjalan secara berimbang.
“Intinya, program BPJS gratis, ambulans untuk Lapas, dan lembaga bantuan hukum akan kami wujudkan dalam waktu dekat,” tegasnya.

Dalam sesi dialog bersama warga binaan, Nawipa memberikan motivasi dan harapan agar para napi dapat memperbaiki diri.
“Kalian tidak sendiri. Besok harus lebih baik dari hari ini. Jangan kembali ke sini lagi. Jadilah yang terbaik,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara PKK dan Dekranasda Papua Tengah dalam mengembangkan keterampilan warga binaan agar mereka dapat mandiri secara ekonomi.
“Warga binaan harus diberi kesempatan mengembangkan kemampuan, bukan hanya dihukum. Mereka harus bisa menghasilkan uang. Tapi yang penting, pimpinan Lapas harus jujur,” tambahnya.
Sementara itu, Plh Kepala Lapas Klas II B Mimika, Mahri Kawai, menyampaikan rasa haru dan terima kasih mendalam atas kunjungan ini.
“Terima kasih Bapak Gubernur. Kami narapidana sering dianggap orang buangan, padahal kami juga ciptaan Tuhan yang dicintai-Nya,” ucap Mahri dengan suara terbata, disambut haru para warga binaan.
Saat ini, Lapas Klas II B Mimika dihuni oleh 306 warga binaan dari berbagai kasus. Kunjungan ini diharapkan menjadi awal perubahan besar dalam sistem pembinaan, layanan kesehatan, dan keadilan hukum di Papua Tengah.













