>

Tinjau Wanggar Sari, Kolonel Andi M. Ali Tegaskan Anggaran TMMD 2026 Harus Akuntabel

By BusurNabire.id
Kamis, 5 November 2026 11:22 WIB | 7 Views
Tinjau Wanggar Sari, Kolonel Andi M. Ali Tegaskan Anggaran TMMD Harus Akuntabel

NEWS.BUSURNABIRE.ID -NABIRE, PAPUA TENGAH – Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad) turun langsung meninjau pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 di Kampung Wanggar Sari, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Kamis (5/11/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian penting dari upaya pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan, sekaligus memastikan bahwa seluruh sasaran program TMMD berjalan sesuai perencanaan, penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan, dan hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ketua Tim Wasev TMMD ke-130, Kolonel Inf. Andi M. Ali, S.H., M.H., dalam wawancara bersama awak media di sela-sela peninjauan, menegaskan bahwa pengawasan yang dilaksanakan Mabesad tidak hanya berfokus pada hasil pembangunan secara fisik, tetapi juga mencakup seluruh proses pelaksanaan kegiatan, mulai dari perencanaan, persiapan, penggunaan anggaran, hingga pencapaian sasaran fisik dan nonfisik.

Tinjau Wanggar Sari, Kolonel Andi M. Ali Tegaskan Anggaran TMMD Harus Akuntabel

Menurutnya, kegiatan pengawasan dan evaluasi merupakan bagian dari mekanisme pengendalian program agar setiap pekerjaan yang dilaksanakan di lapangan benar-benar sesuai dengan ketentuan, rencana anggaran biaya (RAB), serta kebutuhan masyarakat penerima manfaat.

“Kami dari Tim Pengawasan dan Evaluasi Mabesad datang ke sini untuk melihat secara langsung pelaksanaan kegiatan TMMD. Mulai dari perencanaan, persiapan, sampai pelaksanaannya akan kita evaluasi, termasuk pembangunan sasaran dan penggunaan anggaran yang telah dialokasikan,” jelas Kolonel Andi saat memberikan keterangan kepada awak media.

Ia menekankan bahwa seluruh proses tersebut harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan sehingga tidak terjadi penyimpangan yang berpotensi mengurangi kualitas maupun hasil pembangunan.

Kolonel Andi menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama kehadiran Tim Wasev Mabesad di Kabupaten Nabire adalah memastikan setiap tahapan pelaksanaan TMMD ke-130 berjalan sebagaimana mestinya.

Pengawasan dilakukan dengan mencocokkan hasil pekerjaan di lapangan terhadap perencanaan yang telah disusun sebelumnya, termasuk kesesuaian penggunaan anggaran dengan sasaran pembangunan.

Tinjau Wanggar Sari, Kolonel Andi M. Ali Tegaskan Anggaran TMMD Harus Akuntabel

Menurutnya, keberhasilan suatu program tidak semata-mata diukur dari terselesaikannya pekerjaan, tetapi juga dari kesesuaian kualitas, pemanfaatan anggaran, serta dampak yang dihasilkan bagi masyarakat.

“Kalau semua berjalan sesuai dengan harapan, sesuai dengan perencanaan yang sudah dilaksanakan, dan anggaran digunakan sebagaimana mestinya, tentu tidak ada masalah. Itu yang ingin kita pastikan melalui kegiatan pengawasan dan evaluasi ini,” ungkapnya.

Ia menilai pelaksanaan pembangunan harus tetap mengedepankan prinsip efektivitas, efisiensi, dan pertanggungjawaban agar setiap anggaran yang telah disediakan dapat menghasilkan manfaat yang maksimal.

Karena itu, Tim Wasev tidak hanya menerima laporan administratif dari satuan pelaksana, tetapi juga melakukan pengecekan langsung terhadap sasaran pembangunan untuk mengetahui kondisi riil di lapangan.

Baca Juga  Wasev Mabesad Turun Langsung ke Nabire, Kawal Pembangunan TMMD ke-130 Tepat Sasaran

Peninjauan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya kendala teknis maupun administratif sehingga dapat menjadi bahan evaluasi dalam pelaksanaan kegiatan selanjutnya.

Dalam kunjungannya ke Kampung Wanggar Sari, salah satu sasaran yang mendapat perhatian Tim Wasev Mabesad adalah rehabilitasi bangunan gereja yang menjadi bagian dari program pembangunan TMMD ke-130.

Tinjau Wanggar Sari, Kolonel Andi M. Ali Tegaskan Anggaran TMMD Harus Akuntabel

Kolonel Andi mengatakan bahwa berdasarkan peninjauan awal yang dilaksanakan di lokasi, pekerjaan rehabilitasi gereja menunjukkan kesesuaian dengan rencana kegiatan dan RAB yang telah disusun.

“Kalau kita lihat saat ini, bangunan gereja yang sudah kita tinjau pelaksanaannya sesuai dengan perencanaan dan RAB yang ada,” terangnya.

Meski demikian, pengawasan tidak berhenti pada satu objek pembangunan. Tim Wasev juga melanjutkan pengecekan terhadap berbagai sasaran lainnya untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh mengenai perkembangan pelaksanaan program TMMD di wilayah Kodim 1705/Nabire.

Keberadaan fasilitas ibadah tersebut menjadi salah satu contoh pembangunan yang diharapkan memberikan dampak langsung terhadap kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

Melalui rehabilitasi gereja, masyarakat diharapkan dapat memperoleh fasilitas peribadatan yang lebih layak, aman, dan nyaman untuk melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan.

Kolonel Andi juga menekankan bahwa pembangunan yang dilaksanakan melalui program TMMD harus memiliki nilai manfaat jangka panjang, bukan sekadar menghasilkan bangunan yang selesai secara administratif.

Tinjau Wanggar Sari, Kolonel Andi M. Ali Tegaskan Anggaran TMMD Harus Akuntabel

Selain rehabilitasi gereja, Tim Wasev Mabesad turut mengarahkan perhatian pada sejumlah sasaran fisik lainnya yang menjadi bagian dari program TMMD ke-130 di Kampung Wanggar Sari.

Sasaran tersebut meliputi pembangunan dan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), serta penyediaan sarana air bersih bagi masyarakat.

Kolonel Andi menjelaskan bahwa seluruh sasaran tersebut akan diperiksa untuk memastikan pekerjaan terlaksana sesuai rencana dan memenuhi tujuan yang telah ditetapkan.

“Setelah ini kita akan melihat juga rumah tidak layak huni, MCK, termasuk sarana air bersih. Semuanya akan kita lihat secara langsung,” jelasnya.

Menurutnya, pembangunan fasilitas dasar seperti rumah layak huni, sanitasi, dan ketersediaan air bersih memiliki hubungan erat dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Ketersediaan rumah yang layak diharapkan mampu memberikan kenyamanan dan keamanan bagi keluarga penerima manfaat. Sementara itu, fasilitas MCK dan sarana air bersih diharapkan dapat menunjang kebersihan lingkungan serta kesehatan masyarakat.

Baca Juga  Vivin Chayani Sungkono Kukuhkan Deinas Geley sebagai Ketua PSSI Papua Tengah 2026–2030

Dengan demikian, pembangunan yang dilaksanakan melalui TMMD tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan fisik, tetapi juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat secara berkelanjutan.

Dalam wawancaranya, Kolonel Andi memberikan penekanan khusus terhadap penggunaan anggaran yang dialokasikan untuk mendukung pelaksanaan TMMD ke-130.

Ia mengingatkan bahwa seluruh anggaran, baik yang berasal dari pemerintah daerah maupun dukungan komando atas, harus digunakan sesuai kebutuhan dan peruntukannya.

Menurutnya, ketidaksesuaian penggunaan anggaran berpotensi mengurangi pencapaian sasaran yang sejak awal telah direncanakan.

“Yang lebih penting adalah anggaran yang sudah didapat, baik dari pemerintah daerah maupun komando atas, semuanya digunakan sesuai kebutuhan. Jangan sampai ada anggaran yang tidak sesuai penggunaannya sehingga sasaran yang seharusnya tercapai justru menjadi berkurang,” tegasnya.

Tinjau Wanggar Sari, Kolonel Andi M. Ali Tegaskan Anggaran TMMD Harus Akuntabel

Ia memberikan gambaran bahwa sebuah sasaran yang direncanakan mencapai hasil maksimal tidak boleh mengalami penurunan hanya karena penggunaan anggaran yang tidak sesuai kebutuhan.

Penegasan tersebut menunjukkan bahwa pengawasan anggaran merupakan salah satu aspek utama yang menjadi perhatian Tim Wasev Mabesad dalam memastikan keberhasilan pelaksanaan program.

Kolonel Andi berharap seluruh unsur pelaksana dapat menjaga komitmen terhadap perencanaan dan tanggung jawab penggunaan anggaran sehingga tidak ada sasaran pembangunan yang mengalami pengurangan kualitas maupun manfaat.

Baginya, pengawasan bukan sekadar kegiatan pemeriksaan, melainkan bagian dari upaya menjaga kualitas pelaksanaan program agar hasil pembangunan sesuai dengan harapan pemerintah, TNI, dan masyarakat.

Lebih lanjut, Kolonel Andi menegaskan bahwa keberhasilan program TMMD ke-130 juga ditentukan oleh sejauh mana hasil pembangunan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setelah kegiatan selesai.

Ia berharap seluruh infrastruktur yang telah dibangun maupun direhabilitasi dapat dipelihara dan digunakan sesuai fungsi masing-masing.

Salah satu contoh yang disampaikannya adalah bangunan gereja yang diharapkan dapat digunakan masyarakat sebagai sarana menjalankan ibadah dan meningkatkan kehidupan keagamaan.

“Ke depannya, apa yang sudah dibangun ini harus bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Nabire. Seperti gereja, bisa digunakan sebagai tempat ibadah sehingga masyarakat dapat semakin memperkuat iman dalam menjalankan ibadahnya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa fasilitas lainnya juga harus memberikan manfaat sesuai kebutuhan masyarakat serta tujuan yang ingin dicapai melalui program TMMD.

Dengan pemanfaatan yang tepat, keberadaan fasilitas umum diharapkan mampu mendukung aktivitas sehari-hari masyarakat, memperbaiki kualitas lingkungan, dan memperkuat kehidupan sosial.

Kolonel Andi juga mengharapkan adanya kesadaran bersama untuk menjaga fasilitas yang telah dibangun, sehingga hasil kerja Satgas TMMD tidak hanya dirasakan sesaat, tetapi dapat digunakan dalam jangka panjang.

Baca Juga  Yosua Tipagau Tegaskan Dukungan Penuh, Dorong Kebangkitan Sepak Bola Papua Tengah Berprestasi

Tidak hanya menyoroti pembangunan fisik, Ketua Tim Wasev TMMD ke-130 juga memberikan perhatian terhadap pelaksanaan kegiatan nonfisik yang menjadi bagian penting dari program terpadu tersebut.

Menurutnya, kegiatan nonfisik memiliki peran strategis dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kedisiplinan, serta kualitas sumber daya manusia di wilayah sasaran TMMD.

Berbagai kegiatan penyuluhan dan pembinaan diharapkan mampu memberikan pemahaman yang bermanfaat bagi masyarakat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Kolonel Andi menyebutkan sejumlah materi yang penting untuk disampaikan kepada warga, di antaranya wawasan kebangsaan, kesehatan, serta pembinaan disiplin dan kesadaran bermasyarakat.

“Kemudian sasaran nonfisik, pemberian materi-materi, apakah itu ceramah tentang cinta tanah air, kesehatan, maupun masalah disiplin, diharapkan bisa tertanam dalam diri masyarakat sehingga ke depan masyarakat menjadi lebih baik dari sekarang,” jelasnya.

Ia berharap materi yang diberikan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, melainkan mampu membentuk pemahaman dan kebiasaan positif dalam kehidupan masyarakat.

Dengan demikian, program TMMD diharapkan dapat menghasilkan manfaat yang lebih luas, baik melalui peningkatan fasilitas dasar maupun penguatan kapasitas dan kesadaran masyarakat.

Pelaksanaan TMMD ke-130 di Kabupaten Nabire menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan wilayah.

Melalui keterlibatan berbagai unsur tersebut, program TMMD diharapkan mampu mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama di wilayah yang membutuhkan peningkatan akses terhadap infrastruktur dan fasilitas umum.

Kunjungan Tim Wasev Mabesad ke Kampung Wanggar Sari juga menunjukkan pentingnya pengawasan langsung agar pelaksanaan program dapat dievaluasi berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Bagi Kolonel Andi, sasaran fisik dan nonfisik harus berjalan beriringan. Infrastruktur yang dibangun perlu memberikan manfaat nyata, sementara kegiatan pembinaan masyarakat harus mampu mendorong perubahan positif yang berkelanjutan.

Ia kembali mengingatkan bahwa seluruh sasaran yang sudah direncanakan harus dapat dicapai secara optimal, dengan tetap mengedepankan penggunaan anggaran yang tepat dan bertanggung jawab.

Melalui pengawasan dan evaluasi yang dilaksanakan Mabesad, pelaksanaan TMMD ke-130 di wilayah Kodim 1705/Nabire diharapkan berjalan sesuai ketentuan serta menghasilkan pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan warga.

Kunjungan Tim Wasev Mabesad ke Wanggar Sari sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari jumlah bangunan yang diselesaikan, tetapi juga dari ketepatan penggunaan anggaran, kualitas hasil pekerjaan, serta manfaat yang dapat dirasakan masyarakat Nabire secara berkelanjutan.

Berita Terkait

🇮🇩 **DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81** 🇮🇩 **17 Agustus 2026** Dengan semangat **“Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”**, Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai semangat bersama dalam memperkuat persatuan, membangun daerah, dan mewujudkan Papua Tengah yang semakin maju. Gubernur Papua Tengah **Meki Nawipa, S.H.** bersama Wakil Gubernur Papua Tengah **Deinas Geley, S.Sos., M.Si.** menyampaikan ucapan **Dirgahayu Republik Indonesia ke-81**. 🇮🇩 **Bersatu dalam keberagaman, bergerak bersama untuk Papua Tengah yang maju dan Indonesia yang semakin kuat.** **Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.** **Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! 🇮🇩** #HUTRI81 #DirgahayuRI #IndonesiaMerdeka #PapuaTengah #MekiNawipa #DeinasGeley #IndonesiaBerdaulat #IndonesiaMaju
Ucapan Kapolda Papua Tengah Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah 🌙 Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., beserta Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan Indonesia. "Pergantian Tahun Baru Islam merupakan momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Mari kita jadikan nilai-nilai hijrah sebagai inspirasi untuk terus berbuat kebaikan, menjaga persatuan, dan mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah," ujar Kapolda Papua Tengah. Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarumat beragama demi terciptanya Papua Tengah yang aman, damai, dan harmonis. "Semoga di tahun yang baru ini Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan perlindungan-Nya kepada kita semua, serta memberikan kekuatan dalam menjalankan tugas dan pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tutup Brigjen Pol. Jermias Rontini. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik, Papua Tengah yang Aman, Damai, dan Sejahtera. #TahunBaruIslam1448H, #Muharram1448H, #KapoldaPapuaTengah, #JermiasRontini, #WakapoldaPapuaTengah, #PapuaTengah, #PolriUntukMasyarakat, #Hijrah1448H, #BusurNabire, #PapuaDamai
🌙 Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.Semoga pergantian tahun ini men
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup