>

Tegas! John NR Gobai Desak Subsidi Transportasi Perintis untuk Daerah Terpencil Papua Tengah

By BusurNabire.id
Sabtu, 24 Oktober 2026 02:58 WIB | 2 Views
Tegas! John NR Gobai Desak Subsidi Transportasi Perintis untuk Daerah Terpencil Papua Tengah (Foto: Istimewa)

NEWS.BUSURNABIRE.ID -NABIRE, Papua Tengah – Wakil Ketua IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua Tengah, John NR Gobai, mendesak Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama pemerintah kabupaten untuk mengambil langkah konkret dalam mengatasi keterisolasian wilayah melalui penyediaan angkutan udara dan laut perintis yang didukung subsidi pemerintah daerah.

Tegas! John NR Gobai Desak Subsidi Transportasi Perintis untuk Daerah Terpencil Papua Tengah (Foto: Istimewa)

Desakan tersebut disampaikan John NR Gobai melalui keterangan tertulis kepada awak media, Sabtu (24/10/2026), sebagai bentuk perhatian terhadap masih terbatasnya akses transportasi di sejumlah distrik, terutama wilayah pegunungan, pesisir, rawa, dan kepulauan di Papua Tengah.

John Gobai menegaskan bahwa pembangunan transportasi tidak boleh hanya dipandang sebagai pembangunan infrastruktur fisik, melainkan harus menjadi bagian dari kebijakan strategis untuk menjamin pemerataan pelayanan dasar bagi seluruh masyarakat.

Menurutnya, kondisi geografis Papua Tengah yang beragam membutuhkan sistem transportasi terpadu, baik melalui jalur udara, laut, sungai, maupun darat.

“Di Papua Tengah terdapat wilayah pesisir, rawa, pegunungan, dan kepulauan yang sampai sekarang belum seluruhnya terhubung dengan akses jalan darat. Transportasi laut dan sungai juga belum merata. Karena itu, diperlukan kebijakan nyata untuk membuka keterisolasian daerah-daerah tersebut,” kata John Gobai dalam keterangannya kepada awak media, Sabtu (24/10/2026).

John Gobai menjelaskan bahwa salah satu persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat di wilayah terpencil adalah sulitnya menghadirkan tenaga kesehatan, guru, serta aparatur pemerintahan distrik secara tetap dan berkelanjutan.

Ia menilai pelayanan kesehatan dan pendidikan tidak akan berjalan maksimal apabila tenaga pelayanan publik kesulitan menjangkau lokasi penugasan akibat keterbatasan transportasi.

Karena itu, pemerintah harus memastikan adanya sarana transportasi yang memungkinkan tenaga kesehatan, guru, dan pegawai distrik berangkat ke tempat tugas, menetap, serta memiliki akses perjalanan menuju pusat perkotaan ketika diperlukan.

“Pelayanan kesehatan harus dimulai dari distrik. Tenaga kesehatan, guru, dan pegawai distrik harus ada dan menetap di semua distrik. Untuk mewujudkan itu, pemerintah wajib memastikan ketersediaan transportasi agar mereka bisa bertugas dengan baik dan kebutuhan masyarakat dapat didistribusikan sampai ke pelosok,” tegasnya.

Baca Juga  IUP PT Kristalin Eka Lestari Dicabut, Satgas PKH Ungkap Dugaan Pelanggaran Tambang Emas di Nabire hingga Temuan 23 WNA

Menurut Gobai, keberadaan sarana transportasi yang memadai juga akan memperlancar distribusi obat-obatan, bahan makanan, perlengkapan pendidikan, serta berbagai kebutuhan masyarakat lainnya.

Ia mengingatkan bahwa tanpa dukungan transportasi yang teratur dan terjangkau, kesenjangan pelayanan antara masyarakat perkotaan dan masyarakat di wilayah terpencil akan sulit diatasi.

Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah itu turut menyoroti pentingnya program angkutan perintis yang selama ini dijalankan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan.

Menurutnya, kehadiran layanan angkutan udara perintis telah memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah terdepan, terluar, tertinggal, dan perbatasan (3TP).

John Gobai menyebut transportasi udara merupakan salah satu tulang punggung konektivitas bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pegunungan dan lembah, sedangkan angkutan laut dan sungai memiliki peran penting bagi masyarakat pesisir, rawa, dan kepulauan.

Namun, ia menilai dukungan pemerintah pusat harus diimbangi dengan komitmen anggaran pemerintah daerah.

“Pemerintah pusat telah membantu melalui subsidi angkutan perintis darat, udara, dan laut. Tetapi pemerintah daerah juga harus hadir melalui subsidi transportasi bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kota,” ujarnya.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Papua Tengah tidak hanya mengandalkan program pemerintah pusat, tetapi turut merancang kebijakan subsidi transportasi daerah yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di setiap kabupaten dan distrik.

Lebih lanjut, John Gobai mengungkapkan bahwa masih banyak wilayah di Papua Tengah yang menghadapi keterbatasan sarana transportasi.

Sejumlah wilayah yang disebutnya antara lain Distrik Sukikai Selatan, Piyaiye, Dipa, Menou, Duma-Dama, Bogobaida, Siriwo, Tomosiga, Agisiga, Yamo, Wangbe, Jila, Potowaiburu, Kokonao, Jita, Agimuga, Yaur, Teluk Umar, dan Wapoga.

Menurut John Gobai, keterbatasan konektivitas menuju wilayah-wilayah tersebut berdampak pada upaya pemerataan pelayanan pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan.

Baca Juga  ANTAM Disiapkan Kelola Tambang Emas Kristalin Nabire Usai Izin Dicabut Pemerintah

Ia menekankan bahwa pemerintah tidak boleh hanya mengandalkan pola kunjungan berkala oleh pejabat, tenaga kesehatan, maupun tenaga pendidik tanpa membangun sistem transportasi yang berkelanjutan.

“Yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar kunjungan pemerintah atau pelayanan dokter dan guru yang datang menggunakan pesawat maupun kapal secara berkala. Yang lebih penting adalah tersedianya sarana transportasi agar aparat distrik, guru, dan tenaga kesehatan dapat menetap serta melayani masyarakat secara terus-menerus,” jelasnya.

Gobai menilai pembangunan sarana transportasi yang berkelanjutan akan memberikan dampak lebih luas terhadap pelayanan publik sekaligus mendorong aktivitas perekonomian masyarakat setempat.

Sebagai langkah konkret, John NR Gobai menyampaikan lima usulan strategis kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan pemerintah kabupaten untuk memperkuat konektivitas wilayah 3TP.

Pertama, pembangunan dan peningkatan fasilitas lapangan terbang.

Pemerintah daerah diminta membangun lapangan terbang di wilayah yang membutuhkan serta memperpanjang landasan pacu dan melakukan pengerasan atau pengaspalan pada fasilitas penerbangan yang sudah tersedia.

Kedua, pengerukan alur pelayaran dan peningkatan fasilitas dermaga.

Pemerintah perlu melakukan pengerukan alur kapal serta melanjutkan pembangunan dan peningkatan fasilitas dermaga di sejumlah lokasi, antara lain Air Madidi, Sipu-Sipu, Kokonao, dan Pulau Mambor.

Ketiga, pembangunan dermaga baru di wilayah terpencil.

Gobai meminta pemerintah memperhatikan kawasan pesisir, sungai, dan kepulauan yang belum memiliki dermaga sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan transportasi laut dan sungai secara lebih baik.

Keempat, penyediaan subsidi penerbangan dan kapal perintis.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah didorong menyediakan subsidi angkutan pesawat untuk daerah pegunungan, sementara kapal perintis maupun kapal cepat disiapkan untuk melayani masyarakat pesisir dan pulau-pulau, termasuk di wilayah Nabire dan sekitarnya.

Kelima, percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan dermaga menuju wilayah 3TP.

Baca Juga  Pejabat Tinggi Negara Tutup Tambang Emas Kristalin Di Nabire

Pembangunan infrastruktur penghubung harus dilakukan secara terpadu agar akses masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, pemerintahan, dan kegiatan ekonomi dapat semakin terbuka.

Menurut John Gobai, kelima usulan tersebut perlu masuk dalam perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah, sehingga tidak berhenti sebagai wacana, tetapi benar-benar diwujudkan melalui program yang dapat dirasakan masyarakat.

John Gobai juga mendorong pemerintah untuk membuka trayek penerbangan dan pelayaran perintis baru serta menambah jumlah pelabuhan singgah di daerah yang selama ini belum memperoleh layanan transportasi secara memadai.

Ia menilai kebijakan subsidi harus diarahkan untuk menjamin keterjangkauan biaya perjalanan sekaligus memastikan keberlanjutan layanan transportasi bagi masyarakat pedalaman, pesisir, dan kepulauan.

Menurutnya, tanpa campur tangan pemerintah melalui subsidi, masyarakat di wilayah terpencil akan terus menghadapi kesulitan mobilitas akibat keterbatasan pilihan transportasi.

“Sarana transportasi merupakan kunci utama untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, trayek baru harus dibuka, pelabuhan singgah perlu ditambah, dan subsidi penerbangan serta kapal perintis harus diberikan bagi daerah 3TP,” tegasnya.

Gobai berharap Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama pemerintah kabupaten dan Kementerian Perhubungan dapat memperkuat koordinasi untuk menghadirkan sistem transportasi yang terencana, terjangkau, dan berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Papua Tengah tidak hanya diukur dari kemajuan wilayah perkotaan, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjangkau masyarakat di distrik-distrik yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

Bagi Gobai, pemerataan transportasi merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pemerataan pendidikan, pelayanan kesehatan, serta kehadiran pemerintah hingga ke pelosok Papua Tengah.

“Transportasi harus menjadi prioritas pembangunan karena melalui akses transportasi yang memadai, pelayanan pemerintah dapat menjangkau masyarakat sampai ke daerah paling terpencil di Papua Tengah,” pungkasnya. (**)

Berita Terkait

🇮🇩 **DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81** 🇮🇩 **17 Agustus 2026** Dengan semangat **“Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”**, Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai semangat bersama dalam memperkuat persatuan, membangun daerah, dan mewujudkan Papua Tengah yang semakin maju. Gubernur Papua Tengah **Meki Nawipa, S.H.** bersama Wakil Gubernur Papua Tengah **Deinas Geley, S.Sos., M.Si.** menyampaikan ucapan **Dirgahayu Republik Indonesia ke-81**. 🇮🇩 **Bersatu dalam keberagaman, bergerak bersama untuk Papua Tengah yang maju dan Indonesia yang semakin kuat.** **Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.** **Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! 🇮🇩** #HUTRI81 #DirgahayuRI #IndonesiaMerdeka #PapuaTengah #MekiNawipa #DeinasGeley #IndonesiaBerdaulat #IndonesiaMaju
Ucapan Kapolda Papua Tengah Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah 🌙 Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., beserta Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan Indonesia. "Pergantian Tahun Baru Islam merupakan momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Mari kita jadikan nilai-nilai hijrah sebagai inspirasi untuk terus berbuat kebaikan, menjaga persatuan, dan mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah," ujar Kapolda Papua Tengah. Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarumat beragama demi terciptanya Papua Tengah yang aman, damai, dan harmonis. "Semoga di tahun yang baru ini Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan perlindungan-Nya kepada kita semua, serta memberikan kekuatan dalam menjalankan tugas dan pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tutup Brigjen Pol. Jermias Rontini. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik, Papua Tengah yang Aman, Damai, dan Sejahtera. #TahunBaruIslam1448H, #Muharram1448H, #KapoldaPapuaTengah, #JermiasRontini, #WakapoldaPapuaTengah, #PapuaTengah, #PolriUntukMasyarakat, #Hijrah1448H, #BusurNabire, #PapuaDamai
🌙 Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.Semoga pergantian tahun ini men
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup