NEWS.BUSURNABIRE.ID -NABIRE, PAPUA TENGAH – Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Tengah, Yeki Tobay, mewakili Ketua KONI Papua Tengah secara resmi membuka Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Provinsi Papua Tengah Tahun 2026, yang berlangsung di Nabire, Minggu (18/10/2026).

Musyawarah tersebut menjadi momentum penting bagi FPTI Papua Tengah dalam memperkuat organisasi, meningkatkan pembinaan atlet, serta merumuskan langkah strategis untuk mendorong kemajuan olahraga panjat tebing di provinsi tersebut.
Dalam Musprovlub tersebut, Fransiskus Magai resmi ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua Umum FPTI Papua Tengah periode 2026–2030, menggantikan Meki Nawipa yang sebelumnya mengundurkan diri karena fokus menjalankan tugas pemerintahan sebagai Gubernur Papua Tengah.
Dalam sambutannya, Yeki Tobay menegaskan bahwa Musprovlub bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan organisasi, tetapi merupakan momentum penting untuk menentukan masa depan pembinaan dan prestasi atlet panjat tebing di Papua Tengah.
Menurutnya, setiap program kerja yang dihasilkan melalui musyawarah harus direncanakan secara matang, terarah, dan berkelanjutan agar mampu memberikan dampak nyata bagi perkembangan olahraga.

Yeki berharap kepengurusan FPTI Papua Tengah yang baru dapat membangun organisasi yang sehat, solid, dan profesional, sekaligus menjadikan peningkatan prestasi atlet sebagai prioritas utama.
Ia juga menekankan bahwa siapa pun yang terpilih sebagai pemimpin organisasi harus mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta mengutamakan kepentingan kemajuan olahraga di atas kepentingan lainnya.
Musyawarah ini, menurut Yeki, menjadi kesempatan untuk menyatukan gagasan, memperkuat strategi pembinaan, serta menyusun program yang mampu membawa nama baik FPTI dan Provinsi Papua Tengah ke tingkat nasional.
Selain penguatan organisasi, Yeki Tobay memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan fasilitas olahraga, terutama pembangunan sarana latihan panjat tebing yang memadai di Papua Tengah.
Ia berharap kepengurusan FPTI yang baru segera menyusun langkah konkret untuk mendorong tersedianya fasilitas latihan yang dapat dimanfaatkan atlet secara rutin dan berkelanjutan.
Keberadaan sarana latihan dinilai penting untuk mendukung peningkatan kemampuan teknik, kekuatan fisik, ketahanan, serta kesiapan mental atlet dalam menghadapi berbagai kompetisi.
Yeki juga mendorong agar FPTI Papua Tengah mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) maupun berbagai kejuaraan olahraga tingkat nasional.
Menurutnya, Papua Tengah memiliki potensi sumber daya manusia yang menjanjikan dalam cabang olahraga panjat tebing, khususnya atlet putra-putri asli daerah yang memiliki kemampuan fisik untuk dikembangkan melalui pembinaan yang tepat.
Potensi tersebut diharapkan dapat didukung melalui pelatihan terprogram, peningkatan kualitas pelatih, penyediaan fasilitas, dan kesempatan bertanding secara berjenjang.
Dengan dukungan yang berkelanjutan, atlet-atlet daerah diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk bersaing dan mengharumkan nama Papua Tengah dalam berbagai ajang olahraga.
Sementara itu, Ketua Harian FPTI Papua Tengah, Hasri Hamzah, menjelaskan bahwa pelaksanaan Musprovlub 2026 merupakan tindak lanjut dari pengunduran diri Ketua Umum sebelumnya, Meki Nawipa.

Menurut Hasri, penyelenggaraan musyawarah luar biasa tersebut telah didasarkan pada ketentuan Anggaran Rumah Tangga (ART) organisasi untuk mengisi kekosongan jabatan ketua umum.
“Terkait dengan kegiatan Musyawarah Luar Biasa Federasi Panjat Tebing Papua Tengah tahun 2026, yang mana ketua sebelumnya adalah Bapak Meki Nawipa. Kemudian karena beliau menjalankan tugas pemerintahan sehingga mengundurkan diri, sesuai dengan ART organisasi kami melaksanakan Musyawarah Luar Biasa,” ujar Hasri Hamzah.
Hasri mengungkapkan bahwa seluruh peserta musyawarah menyepakati Fransiskus Magai sebagai Ketua Umum FPTI Papua Tengah untuk masa bakti empat tahun mendatang.
Pemilihan secara aklamasi tersebut diharapkan menjadi awal penguatan organisasi dan kelanjutan program pembinaan atlet yang telah dirintis kepengurusan sebelumnya.
“Dalam musyawarah ini, kita pilih secara aklamasi yaitu Bapak Fransiskus Magai selaku Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Papua Tengah periode tahun 2026 sampai dengan 2030. Semoga beliau bisa melanjutkan tugas-tugas yang diemban, serta membenahi dan meningkatkan program cabang olahraga ini ke depan,” tutur Hasri.
Ia menambahkan, FPTI Papua Tengah diharapkan mampu mempersiapkan atlet-atlet binaannya agar siap mengikuti berbagai agenda pertandingan pada tahun mendatang.
Hasri Hamzah juga menekankan bahwa keberhasilan pembinaan olahraga panjat tebing tidak dapat dicapai hanya melalui kerja pengurus, tetapi membutuhkan kolaborasi antara organisasi, atlet, pelatih, KONI, dan pemerintah daerah.
Karena itu, ia berharap kepengurusan baru dapat memperkuat komunikasi dan kerja sama dari tingkat provinsi hingga seluruh jajaran organisasi di bawahnya.
“Harapan kedua yang terpenting adalah bagaimana kita lebih bersinergi dalam organisasi, baik dari struktur teratas hingga struktur bawah. Harus ada sinergitas yang baik secara internal maupun eksternal, termasuk hubungan yang harmonis dengan pihak pemerintah yang berkepentingan dalam pembinaan olahraga tingkat nasional,” jelasnya.

Hasri optimistis penguatan organisasi dapat dilakukan melalui sistem pelatihan dan pengaderan pengurus yang telah dipersiapkan.
Dengan kepemimpinan baru di bawah Fransiskus Magai, FPTI Papua Tengah diharapkan semakin fokus pada pembinaan atlet lokal, peningkatan fasilitas latihan, penguatan organisasi, serta persiapan menghadapi kejuaraan tingkat provinsi dan nasional.
Musprovlub FPTI Papua Tengah 2026 menjadi langkah penting untuk membangun fondasi olahraga panjat tebing yang lebih kuat, sekaligus membuka peluang bagi lahirnya atlet-atlet berprestasi dari Tanah Papua Tengah.













