NEWS.BUSURNABIRE.ID NABIRE, Papua Tengah | – Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Papua Tengah, Naomi Kotouki, S.IP., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi pencak silat di Provinsi Papua Tengah periode 2023–2027.

Naomi Kotouki resmi dilantik bersama jajaran Pengurus Provinsi (Pengprov) IPSI Papua Tengah dalam acara pelantikan yang berlangsung di Aula Restoran Jakarta, Nabire, Jumat (16/10/2026).
Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Tengah, Josua Tipagau, serta dihadiri jajaran pengurus KONI, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua Tengah, dan pengurus enam cabang olahraga lainnya yang turut dilantik secara bersamaan.
Pelantikan Pengprov IPSI Papua Tengah dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia Nomor SKEP-13/PB IPSI/IX/2026 tentang Pengesahan Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia Provinsi Papua Tengah.

Menanggapi pelantikan tersebut, Naomi Kotouki menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pengurus Besar IPSI, KONI Provinsi Papua Tengah, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan terhadap kepengurusan yang baru dilantik.
Dalam pernyataannya, Naomi menegaskan bahwa jabatan sebagai Ketua IPSI Papua Tengah bukan sekadar sebuah kehormatan, melainkan amanah besar untuk membangun, membina, dan meningkatkan prestasi atlet pencak silat di seluruh wilayah Papua Tengah.
“Saya menyampaikan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas penyertaan-Nya sehingga pelantikan Pengurus Provinsi IPSI Papua Tengah dapat terlaksana dengan baik. Secara pribadi dan atas nama seluruh pengurus, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pengurus Besar IPSI, Ketua KONI Papua Tengah Bapak Josua Tipagau beserta seluruh jajaran, serta semua pihak yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan kepada kami,” ujar Naomi Kotouki.
Menurut Naomi, kepercayaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh pengurus untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab, semangat kebersamaan, dan komitmen dalam memajukan olahraga pencak silat di Bumi Cenderawasih, khususnya Provinsi Papua Tengah.
“Kami menyadari bahwa tanggung jawab ini tidak ringan. Namun, dengan persatuan, kerja sama, dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis pencak silat Papua Tengah dapat berkembang dan melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional,” ungkapnya.
Sebagai langkah awal kepemimpinannya, Naomi Kotouki menegaskan bahwa Pengprov IPSI Papua Tengah akan memprioritaskan konsolidasi organisasi dan penguatan kepengurusan IPSI di delapan kabupaten.
Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun fondasi organisasi yang solid sekaligus memperkuat koordinasi pembinaan atlet pencak silat secara berkelanjutan.
Delapan kabupaten yang menjadi perhatian dalam konsolidasi tersebut meliputi Nabire, Mimika, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya.
“Kami akan segera melakukan konsolidasi organisasi di delapan kabupaten se-Provinsi Papua Tengah. Kami ingin memastikan bahwa pembinaan pencak silat dapat berjalan secara merata, terarah, dan berkesinambungan, sehingga potensi generasi muda yang memiliki bakat dalam olahraga bela diri tradisional ini dapat dikembangkan secara maksimal,” jelas Naomi.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara pengurus IPSI, pemerintah daerah, KONI, pelatih, perguruan pencak silat, dan para atlet dalam membangun sistem pembinaan yang kuat.
Selain memperkuat organisasi, kepengurusan IPSI Papua Tengah di bawah kepemimpinan Naomi Kotouki akan mempersiapkan atlet-atlet potensial untuk menghadapi berbagai kompetisi olahraga bergengsi.
Sejumlah agenda yang menjadi perhatian utama antara lain Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON), hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).
Naomi berharap Papua Tengah tidak hanya hadir sebagai peserta dalam setiap kejuaraan, tetapi juga mampu menunjukkan kemampuan dan daya saing melalui prestasi para pesilat terbaik daerah.
“Harapan kami, ke depan Papua Tengah mampu melahirkan atlet-atlet pencak silat yang tangguh, disiplin, memiliki mental juara, serta mampu bersaing dengan atlet dari provinsi lain. Untuk mencapai tujuan tersebut, kita harus mulai bekerja dari sekarang melalui pembinaan yang serius dan terencana,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Naomi Kotouki turut mengajak seluruh jajaran pengurus IPSI, perguruan pencak silat, pelatih, atlet, dan masyarakat Papua Tengah untuk bersama-sama membangun organisasi yang kuat dan berorientasi pada prestasi.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pencak silat Papua Tengah tidak dapat diwujudkan oleh satu orang atau satu kelompok saja, melainkan membutuhkan komitmen dan keterlibatan semua pihak.
“Saya mengajak seluruh pengurus dan keluarga besar pencak silat Papua Tengah untuk bergandengan tangan, meninggalkan perbedaan, dan bekerja bersama demi satu tujuan, yaitu memajukan pencak silat Papua Tengah. Mari kita jadikan organisasi ini sebagai rumah bersama untuk membina generasi muda yang berkarakter, berdisiplin, dan berprestasi,” pesannya.
Mengakhiri pernyataannya, Naomi kembali menyampaikan penghargaan kepada KONI Papua Tengah, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pelantikan tersebut.
“Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas seluruh kepercayaan dan dukungan yang telah diberikan. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa menuntun setiap langkah dan pengabdian kita dalam membangun olahraga pencak silat di Provinsi Papua Tengah. Bersama kita kuat, bersama kita bisa, dan bersama kita wujudkan pencak silat Papua Tengah yang berprestasi,” tutup Naomi Kotouki.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, diharapkan IPSI Papua Tengah semakin solid dalam menjalankan roda organisasi, memperkuat pembinaan atlet di delapan kabupaten, serta membuka peluang bagi generasi muda Papua Tengah untuk mengukir prestasi di panggung olahraga nasional.













