NEWS.BUSURNABIRE.ID -PANIAI — Papua Tengah | Semangat kemerdekaan menggema di Kabupaten Paniai, Papua Tengah, saat Satgas Tergelar bersama masyarakat melaksanakan pengibaran Bendera Merah Putih yang dilanjutkan dengan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu, 16 Agustus 2026, di Bukit Bobairo, Kampung Kogekotu, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai. Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 05.05 WIT dan berakhir sekitar pukul 11.40 WIT dalam keadaan aman dan tertib.
Kegiatan yang dipimpin Kasrem 173/PVB Kolonel Inf Abi Kusnianto itu diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri atas unsur Satgas TNI dan masyarakat Kabupaten Paniai.
Pengibaran Sang Merah Putih di Bukit Bobairo menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang memiliki makna khusus bagi masyarakat setempat. Dari kawasan perbukitan tersebut, hamparan wilayah Enarotali dan kawasan Danau Paniai dapat terlihat, sehingga pengibaran bendera di puncak Bobairo menjadi simbol semangat kebangsaan masyarakat Paniai.

Sejumlah pejabat dan unsur Satgas turut hadir, di antaranya Letkol Inf Habli Saufa selaku Dandim 1703/Deiyai, Letkol Inf Agung Harefki, S.I.P., M.Han selaku Dansatgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 405/SK, Letkol Mar Halilintar, SE selaku Dansatgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonmar 2, serta sejumlah komandan satuan dan pos lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan berkumpulnya masyarakat Kabupaten Paniai di Lapangan Karel Gobay. Satgas Tergelar bersama masyarakat kemudian bergerak menuju Bukit Bobairo dengan berjalan kaki. Perjalanan bersama tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan karena mempertemukan berbagai unsur masyarakat dengan personel TNI dalam suasana kebersamaan.

Rombongan tiba di Bukit Bobairo. Setibanya di lokasi, peserta langsung mempersiapkan pelaksanaan pengibaran Bendera Merah Putih berukuran 6 x 9 meter. Tepat setelah pengibaran selesai, peserta kemudian membentuk formasi angka 81, sebagai simbol peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Upacara selanjutnya dipimpin Kolonel Inf Abi Kusnianto sebagai Inspektur Upacara. Prosesi berlangsung dengan khidmat, diawali penghormatan pasukan dan laporan Komandan Upacara.
Penghormatan kepada Bendera Merah Putih kemudian dilaksanakan dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Suasana semakin khidmat ketika peserta mengikuti prosesi mengheningkan cipta yang dipimpin Inspektur Upacara. Rangkaian dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila, pembacaan teks Proklamasi, serta menyanyikan lagu Bagimu Negeri.
Setelah seluruh rangkaian upacara selesai, peserta melaksanakan foto bersama di Bukit Bobairo
Pengibaran Bendera Merah Putih di Bukit Bobairo bukan sekadar kegiatan seremonial. Bagi masyarakat Paniai, kegiatan tersebut telah berkembang menjadi salah satu tradisi dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tradisi pengibaran bendera di Bukit Bobairo disebut telah berlangsung sejak peringatan HUT ke-76 RI. Dari tahun ke tahun, kegiatan tersebut menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Paniai dalam mengekspresikan semangat nasionalisme melalui simbol Merah Putih.
Keterlibatan masyarakat dari berbagai unsur juga memberikan warna tersendiri. Pemuda, pelajar, tokoh masyarakat, tukang ojek hingga unsur masyarakat lainnya ikut mengambil bagian bersama aparat keamanan.
Kebersamaan tersebut memperlihatkan bahwa peringatan kemerdekaan dapat menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara masyarakat dan aparat di tengah kehidupan sosial masyarakat Paniai.
Pengibaran Bendera Merah Putih di puncak Bukit Bobairo memiliki makna simbolis yang kuat. Lokasi tersebut merupakan salah satu titik geografis yang dapat terlihat dari kawasan Enarotali dan sekitar Danau Paniai.
Berkibarnya Sang Merah Putih dari ketinggian menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus pengingat pentingnya menjaga persatuan dan semangat kebangsaan.
Kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa semangat memperingati kemerdekaan tidak hanya berlangsung di pusat-pusat pemerintahan, tetapi turut dirayakan masyarakat di wilayah pegunungan Papua Tengah.
Melalui kegiatan bersama tersebut, semangat nasionalisme diharapkan semakin tumbuh di kalangan generasi muda Paniai. Kehadiran pemuda dan pelajar dalam kegiatan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi peringatan kemerdekaan di daerah.
Usai pelaksanaan upacara, Satgas Tergelar bersama masyarakat meninggalkan Bukit Bobairo dan bergerak menuju ujung landasan Bandara Enarotali. Di lokasi tersebut dilaksanakan pembagian doorprize sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 RI.
Seluruh rangkaian kegiatan akhirnya selesai sekitar pukul 11.40 WIT. Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan aman dan tertib.
Peringatan HUT ke-81 RI melalui pengibaran Bendera Merah Putih di Bukit Bobairo menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan masyarakat Paniai.
Kegiatan yang melibatkan masyarakat bersama unsur TNI tersebut menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat dirawat melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan melibatkan berbagai kelompok secara langsung.

Selain memperingati kemerdekaan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat interaksi sosial antara masyarakat dengan aparat yang bertugas di wilayah Paniai.
Dengan tetap mempertahankan tradisi pengibaran bendera di Bukit Bobairo, masyarakat Paniai turut memberikan pesan bahwa semangat kemerdekaan harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Peringatan HUT ke-81 RI di Paniai pun tidak berhenti pada pengibaran bendera, tetapi menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap Indonesia, memperkuat persatuan, serta menjaga kebersamaan masyarakat di Kabupaten Paniai.













