NEWSBUSURNABIRE.ID – Nabire- Papua Tengah |Peristiwa ledakan kendaraan di SPBU Oyehe, Kabupaten Nabire, Senin (8/6/2026), terus didalami aparat kepolisian. Dari hasil penyelidikan awal, polisi menemukan puluhan jerigen berisi bahan bakar minyak (BBM) di dalam kendaraan yang mengalami ledakan saat melakukan pengisian Pertalite.

Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., saat dikonfirmasi awak media menjelaskan bahwa penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
“Anggota masih melakukan penyelidikan terkait penyebab ledakan yang terjadi di SPBU Oyehe. Sejumlah barang bukti telah diamankan dan saat ini masih dilakukan pendalaman,” kata Kapolres.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIT di SPBU Oyehe yang berada di Jalan Yos Sudarso, Nabire. Sebuah mobil Toyota Avanza berwarna silver dengan nomor polisi PA 1884 KE dilaporkan mengalami ledakan saat sedang mengisi BBM jenis Pertalite pada salah satu dispenser pengisian.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, ledakan terjadi beberapa menit setelah proses pengisian berlangsung. Suara ledakan yang cukup keras membuat petugas SPBU dan warga sekitar panik.

Namun berkat respons cepat petugas SPBU, situasi berhasil dikendalikan sebelum api maupun dampak lainnya menyebar ke area pengisian bahan bakar yang berada di pusat Kota Nabire tersebut.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, polisi menemukan sebanyak 17 jerigen di dalam kendaraan. Delapan jerigen di antaranya diketahui telah terisi BBM jenis Pertalite.
Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah alat dan sambungan pipa yang diduga digunakan untuk menyalurkan bahan bakar dari tangki kendaraan ke dalam jerigen yang berada di dalam mobil.
“Temuan tersebut menjadi salah satu fokus penyelidikan kami untuk mengetahui keterkaitannya dengan kejadian ledakan yang terjadi,” ujar Kapolres.

Polisi menduga terdapat indikasi praktik pengisian BBM yang tidak sesuai ketentuan. Dugaan itu muncul setelah ditemukan banyak jerigen beserta perangkat penyalur bahan bakar yang tersimpan di dalam kendaraan.
Meski demikian, Kapolres menegaskan bahwa seluruh temuan masih dalam proses penyelidikan dan masyarakat diminta menunggu hasil resmi dari pihak kepolisian.
Dalam insiden tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka. Kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp80 juta akibat kerusakan yang dialami kendaraan.
Sementara itu, pemilik kendaraan dilaporkan meninggalkan lokasi setelah kejadian. Hingga Senin sore, identitas lengkap dan keberadaannya masih dalam penelusuran aparat kepolisian.

Polres Nabire juga telah memasang garis polisi di lokasi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Petugas masih mengumpulkan keterangan dari para saksi, termasuk operator dan petugas keamanan SPBU yang berada di lokasi saat ledakan terjadi.
Kapolres Nabire memastikan proses penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh guna mengungkap kronologi lengkap serta faktor yang menyebabkan ledakan kendaraan tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian,” tegas AKBP Samuel D. Tatiratu.
Hingga berita ini diterbitkan, aktivitas pelayanan di SPBU Oyehe sempat dihentikan sementara untuk mendukung proses penyelidikan dan pemeriksaan lokasi kejadian oleh aparat kepolisian.













