NEWSBUSURNABIRE.ID – Nabire: Papua tengah | Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Persada Nabire menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Angkatan III Tahun Akademik 2024/2025 Program Studi Sarjana Gizi Tahun 2026 dengan mengusung tema “Mekar di Timur Menjadi Akar Gizi yang Kuat bagi Kesehatan Tanah Papua”, bertempat di Aula RRI Nabire, Jalan Merdeka, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Rabu (20/5/2026).

Wisuda yang berlangsung khidmat ini dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang diwakili langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Agus, M.Kes., CH.Med., CH.T., Sp.KKLP, unsur yayasan, civitas akademika, dosen, orang tua wisudawan, serta sejumlah tamu undangan.
Ketua Yayasan Pendidikan Persada Nabire, Adhi Hilardi, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menuntaskan salah satu tahapan penting dalam perjalanan pendidikan mereka.
“Hari ini bukan sekadar menerima ijazah, tetapi momentum lahirnya insan-insan kesehatan yang siap mengabdikan ilmu dan hati bagi masyarakat. Ini bukan hanya keberhasilan individu, tetapi harapan besar bagi kesehatan masyarakat Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua Tengah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tantangan pembangunan kesehatan di Papua Tengah masih sangat kompleks, mulai dari persoalan gizi masyarakat, stunting, keterbatasan akses pelayanan kesehatan, hingga persoalan lingkungan sehat yang memerlukan perhatian serius.
Menurutnya, kehadiran STIKES Persada Nabire memiliki makna strategis karena bukan sekadar mencetak lulusan, tetapi hadir untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat Papua Tengah.
Saat ini, STIKES Persada Nabire memiliki tiga program studi strategis, yakni Sarjana Gizi, Sarjana Administrasi Kesehatan, dan Sarjana Kesehatan Lingkungan.
“Ketiga program studi ini saling melengkapi. Gizi yang baik, tata kelola kesehatan yang profesional, dan lingkungan sehat adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Karena itu, STIKES Persada memiliki tanggung jawab besar melahirkan lulusan yang cerdas secara akademik, berkarakter kuat, serta memiliki semangat pengabdian sosial,” katanya.
Ia menambahkan, kemajuan Papua Tengah tidak hanya ditentukan pembangunan infrastruktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya.
“Pendidikan kesehatan adalah kunci untuk mewujudkan masyarakat Papua Tengah yang sehat, mandiri, dan sejahtera,” tambahnya.

Kepada para wisudawan, Adhi berpesan agar tidak berhenti belajar dan terus menjaga integritas profesi.
“Jadilah tenaga kesehatan yang bekerja dengan ilmu, hati, dan integritas. Hadirlah bukan sekadar sebagai pekerja, tetapi sebagai pelayan masyarakat. Di pundak saudara-saudari sekalian ada harapan keluarga, institusi, dan masyarakat Papua Tengah,” pesannya.
Sementara itu, mewakili Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah dr. Agus menyampaikan apresiasi atas keberhasilan para lulusan yang kini resmi menyandang gelar sarjana di bidang gizi.
“Hari ini adalah momentum penting yang menandai lahirnya generasi baru tenaga kesehatan Papua Tengah yang akan menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, Papua Tengah masih menghadapi berbagai persoalan kesehatan mendasar seperti stunting, gizi buruk, anemia pada ibu dan anak, keterbatasan akses layanan kesehatan di daerah pedalaman, hingga rendahnya pola hidup sehat masyarakat.
Karena itu, lulusan Sarjana Gizi memiliki posisi yang sangat strategis dalam menjawab berbagai tantangan tersebut.
“Saya berharap para lulusan tidak hanya mengejar pekerjaan di kota-kota besar, tetapi memiliki semangat pengabdian untuk hadir di tengah masyarakat, terutama di kampung-kampung dan wilayah pegunungan yang masih sangat membutuhkan tenaga kesehatan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tenaga kesehatan harus memiliki empati, integritas, serta jiwa pelayanan yang tulus kepada masyarakat.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus berkomitmen mewujudkan visi pembangunan daerah, yakni Papua Tengah yang adil, berdaya saing, bermartabat, harmonis, maju, dan berkelanjutan, dengan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama.
“Pendidikan dan kesehatan adalah dua pondasi besar menuju Papua Tengah Emas di masa depan,” jelasnya.
Ia pun memberikan penghargaan kepada STIKES Persada Nabire atas kontribusinya mencetak tenaga kesehatan berkualitas, termasuk putra-putri asli Papua.
“Saya berharap STIKES Persada terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat kompetensi lulusan, memperluas kerja sama, dan mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan modern yang semakin kompleks,” katanya.
Kepada para orang tua dan keluarga wisudawan, dr. Agus turut menyampaikan penghormatan dan rasa terima kasih atas doa, dukungan, dan pengorbanan yang telah diberikan selama proses pendidikan.
“Keberhasilan anak-anak kita hari ini bukan hanya kebanggaan keluarga, tetapi juga harapan masyarakat dan masa depan Papua Tengah,” ucapnya.

Ia mengingatkan bahwa gelar akademik yang diterima hari ini bukan akhir perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
“Jagalah nama baik almamater, pegang teguh etika profesi, dan tetap rendah hati dalam melayani masyarakat. Saya percaya dari ruangan ini akan lahir tenaga kesehatan hebat yang kelak menjadi pemimpin, inovator, peneliti, dan pelayan kemanusiaan bagi Papua Tengah dan Indonesia,” tandasnya.
Acara wisuda ditutup dengan prosesi pengukuhan lulusan, penyerahan penghargaan kepada wisudawan berprestasi, serta sesi foto bersama penuh haru antara lulusan, keluarga, dan civitas akademika STIKES Persada Nabire.
Tema besar “Mekar di Timur Menjadi Akar Gizi yang Kuat bagi Kesehatan Tanah Papua” menjadi simbol harapan lahirnya generasi tenaga kesehatan baru yang siap menjadi akar perubahan bagi terwujudnya Papua Tengah yang sehat, maju, dan bermartabat.













