NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire ; Papua Tengah | Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja strategis ke Pelabuhan Umum Nabire (Samabusa), Senin (20/4/2026), sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan konektivitas di wilayah Papua Tengah.

Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah konkret pemerintah pusat dalam memastikan kelancaran distribusi logistik di kawasan yang menjadi tulang punggung ekonomi delapan kabupaten tersebut.
Pelabuhan yang terletak di Distrik Teluk Kimi ini memegang peranan vital, di mana sekitar 80 persen kebutuhan pokok masyarakat Papua Tengah bergantung pada aktivitas bongkar muat di lokasi tersebut. Dengan luas mencapai 143.110 meter persegi, pelabuhan ini menjadi salah satu yang terbesar di Tanah Papua, namun kini mulai menghadapi tekanan akibat tingginya volume aktivitas.
Kepala Dinas Perhubungan Papua Tengah, Ewonggen Kogoya, mengungkapkan bahwa kapasitas pelabuhan saat ini sudah tidak lagi sebanding dengan peningkatan arus kapal dan barang.
“Ketika dua hingga tiga kapal bersandar secara bersamaan, kapasitas langsung penuh. Kami membutuhkan pengembangan area belakang untuk meningkatkan pelayanan,” ujarnya di hadapan Wakil Presiden.

Hal serupa disampaikan Petugas Fasilitas Pelabuhan, Jackson Banjarnahor, yang menyoroti keterbatasan teknis dermaga sebagai penyebab utama terhambatnya distribusi logistik.
Saat ini, panjang dermaga hanya sekitar 227 meter, sementara kapal yang bersandar bisa mencapai panjang 177 meter. Kondisi ini menyebabkan antrean kapal, terutama ketika kapal penumpang milik PELNI sedang bersandar, sehingga kapal kargo harus menunggu di area labuh.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah daerah mengusulkan penambahan dermaga sepanjang 250 meter yang akan dilengkapi dengan trestle baru. Pengembangan ini diharapkan mampu memperlancar alur distribusi barang dari kapal ke area penumpukan secara lebih cepat dan efisien.
Dalam peninjauan tersebut, Gibran turut didampingi Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, serta para kepala daerah se-Papua Tengah.
Kehadiran berbagai instansi pendukung seperti TNI AL, Polairud, Karantina, hingga Basarnas menunjukkan bahwa Pelabuhan Nabire memiliki peran strategis sebagai objek vital nasional.
Dengan dorongan langsung dari pemerintah pusat, pengembangan Pelabuhan Samabusa diharapkan segera terealisasi, sehingga mampu menekan biaya logistik sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah Papua Tengah.













