NEWS.BUSURNABIRE.ID — Nabire | Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Himpunan Keluarga Jawa, Sunda, dan Madura (HKJSM) Kabupaten Nabire yang ke-3 berlangsung khidmat di Pondok Pencak Silat Nabire, Sabtu (25/10/2025).
Dengan mengusung tema “Meneguhkan Persaudaraan, Menguatkan Kebinekaan Dalam Kebersamaan”, acara ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar HKJSM untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat peran sosial budaya di tengah masyarakat Papua Tengah.

Dalam sambutannya, Ketua HKJSM Kabupaten Nabire, Mohamad Iskandar, S.P., M.I.P, menegaskan bahwa momentum HUT kali ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga menjadi langkah awal pembentukan kepengurusan HKJSM tingkat Provinsi Papua Tengah.
Ia menyampaikan bahwa struktur organisasi di tingkat provinsi diharapkan dapat terbentuk selambat-lambatnya akhir November 2025, agar HKJSM dapat berperan aktif bersama organisasi masyarakat lainnya.
“Kita di Papua Tengah harus segera membentuk kepengurusan. Setelah acara ini, saya minta panitia dan jajaran untuk melanjutkan rapat pembahasan pembentukan kepanitiaan MUBES dalam memilih ketua dan pengurus HKJSM tingkat Provinsi Papua Tengah,” ujar Iskandar di hadapan peserta peringatan HUT.
Ia menambahkan, pembentukan struktur kepengurusan ini perlu melibatkan seluruh delapan kabupaten di wilayah Provinsi Papua Tengah, termasuk Nabire, Paniai, Timika, dan daerah lainnya.
“Kita upayakan agar minggu terakhir bulan November semua sudah terbentuk. Karena kalau sudah masuk Desember, saudara-saudara kita yang Kristiani pasti mulai sibuk dengan persiapan Natal,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Iskandar juga menekankan pentingnya semangat gotong royong dan kemandirian dalam menjalankan roda organisasi HKJSM.
Ia mencontohkan bahwa kegiatan besar tidak harus selalu mengandalkan biaya besar, tetapi dapat dilaksanakan dengan semangat kebersamaan dan kontribusi sukarela dari seluruh anggota.
“Kalau acara publik itu butuh dana besar, kita bisa gotong royong saja. Ada yang sumbang seribu, dua ribu, insyaallah akan cukup. Yang penting niat dan kebersamaan kita tetap kuat,” tuturnya.

Ia juga mendorong agar panitia memperluas keanggotaan serta menyatukan kembali beberapa kerukunan yang sebelumnya sempat berjalan sendiri-sendiri, seperti perwakilan dari Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, agar bersatu di bawah induk HKJSM Provinsi Papua Tengah.
Menurut Iskandar, kehadiran HKJSM di Tanah Papua memiliki nilai strategis dalam menjaga keharmonisan antar etnis dan memperkuat kebinekaan nasional.
Ia berharap HKJSM tidak hanya menjadi wadah kekeluargaan bagi warga Jawa, Sunda, dan Madura, tetapi juga turut berkontribusi dalam pembangunan daerah dan pelestarian nilai-nilai persaudaraan.
“Semoga HKJSM ke depan lebih bermanfaat dan bisa membantu pemerintah dalam pembangunan di semua bidang. Mari kita jadikan HUT ini sebagai momentum untuk lebih solid dan bermanfaat bagi masyarakat Papua Tengah,” pesan Iskandar menutup sambutannya.

Acara HUT HKJSM ke-3 dimeriahkan dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua HKJSM Nabire, Iskandar, sebagai simbol rasa syukur atas eksistensi organisasi selama tiga tahun berdiri di Kabupaten Nabire.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan rapat pembentukan panitia Musyawarah Besar (MUBES) HKJSM Provinsi Papua Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada akhir November 2025.
Suasana acara berlangsung penuh keakraban. Para anggota dan tokoh masyarakat saling berbaur dalam nuansa kekeluargaan yang hangat, mencerminkan makna tema besar peringatan kali ini: meneguhkan persaudaraan dan menguatkan kebinekaan dalam kebersamaan.
Momentum HUT HKJSM Nabire ini menjadi simbol nyata bahwa persatuan dan toleransi tetap menjadi fondasi utama kehidupan bermasyarakat di Papua Tengah.
HKJSM diharapkan terus menjadi jembatan persaudaraan antar etnis serta menjadi mitra pemerintah daerah dalam memperkuat stabilitas sosial dan pembangunan ekonomi di wilayah Meepago dan sekitarnya.













