NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Nabire menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan yang tepat sasaran melalui kegiatan Sosialisasi Program Strategis Nasional (PSN). Acara ini berlangsung pada Rabu, 10 September 2025, di Aula LPP RRI Nabire, Jalan Merdeka, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua LMA Kabupaten Nabire, Karel Misiro, perwakilan Kodim 1705 Nabire, perwakilan Polres Nabire, serta perwakilan Kejaksaan Negeri Nabire. Hadir pula tokoh masyarakat, dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua LMA Kabupaten Nabire Karel Misiro menegaskan pentingnya peran lembaga adat sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan. Ia menyampaikan rasa syukur karena kegiatan sosialisasi ini dapat terlaksana dengan baik, serta mengajak seluruh elemen untuk menjadikan LMA sebagai pilar kebersamaan.
“Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena kita dapat berkumpul dalam acara Sosialisasi Program Strategis Nasional tentang peran penting LMA sebagai mitra Pemerintah Kabupaten Nabire. LMA memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan pembangunan tepat sasaran, menyentuh masyarakat di tingkat kabupaten, distrik, hingga kampung,” ujar Karel.

Lebih lanjut, Karel menjelaskan bahwa dasar pelaksanaan sosialisasi ini mengacu pada konstitusi. Ia menekankan pentingnya UUD 1945 Pasal 27 ayat 2 yang menyatakan setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan kehidupan yang layak, serta nilai Sila ke-5 Pancasila tentang keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Melalui sosialisasi ini, kita ingin memastikan pembangunan benar-benar menyentuh masyarakat, terutama mereka yang selama ini belum tersentuh secara maksimal. Baik secara individu, kelompok sosial, maupun komunitas adat yang ada di Nabire,” tegasnya.
Kegiatan sosialisasi PSN ini resmi dibuka oleh perwakilan Kodim 1705 Nabire, didampingi perwakilan Polres Nabire serta Kejaksaan Negeri Nabire. Hal ini menunjukkan adanya sinergi nyata antara LMA, pemerintah daerah, dan aparat keamanan dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari tiga narasumber yang menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga adat dan pemerintah. Materi yang disampaikan fokus pada bagaimana LMA dapat berperan aktif dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat, serta menjaga nilai budaya sebagai identitas lokal.
Melalui kegiatan ini, LMA Nabire diharapkan menjadi contoh inspiratif bagi kabupaten lain di Provinsi Papua Tengah. Dengan menjadikan adat sebagai landasan moral, pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, LMA bisa terus menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat adat, agar pembangunan lebih merata dan membawa kesejahteraan bagi semua,” tutup Karel Misiro.
Kegiatan sosialisasi PSN ini secara resmi dibuka bersama oleh perwakilan Kodim 1705 Nabire, Polres Nabire, dan Kejaksaan Negeri Nabire. Momentum ini menjadi bukti nyata adanya sinergi antara LMA, pemerintah daerah, dan aparat keamanan dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan merata.

Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari tiga narasumber. Materi tersebut menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga adat dan pemerintah, khususnya dalam hal pembangunan berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat, serta pelestarian budaya lokal sebagai identitas.













