NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire| Pemerintah mengumumkan penutupan Jembatan Kali Nabire dan Jembatan Wadio Pantai di ruas Jalan CH. Martatiahahu mulai 11 Agustus hingga 31 Agustus 2025 dalam rangka rehabilitasi. Selama masa perbaikan, pengguna jalan diminta menggunakan jalur alternatif yang sudah disiapkan.
Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, SIK, menyampaikan bahwa penutupan ini berdampak pada perubahan arus lalu lintas, khususnya bagi warga dari Waroki dan Kalibobo menuju pusat kota.

“Kalau jembatan ditutup, berarti ada putaran. Yang biasanya jalur singkat menuju kota, kini harus memutar melalui kantor DPRK,” ujarnya di sela pres release kasus Penangkapan Pembunuhan Bocah 10 tahun
Kapolres mengakui adanya kekhawatiran dari pelaku usaha dan masyarakat di wilayah Kalibobo hingga Waroki terkait jalur memutar tersebut. Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, pihak kepolisian akan memploting personel di sejumlah titik, termasuk di sekitar kantor DPRK dan Perempatan Wonorejo. Personel akan berjaga dari pukul 07.00 hingga 22.00 WIT, dengan tambahan patroli rutin.
“Mohon dukungan dari masyarakat. Jika tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya hindari bepergian di atas jam 10 malam, agar anggota juga bisa beristirahat dan melanjutkan tugas berikutnya,” kata Kapolres.
Selain itu, ia mengimbau warga dan pelaku usaha untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dengan memasang CCTV, mengaktifkan pos kamling, dan memastikan kunci kendaraan tidak tertinggal.
Kapolres juga menegaskan bahwa keamanan di Nabire bukan hanya tanggung jawab polisi dan TNI, tetapi menjadi tugas bersama seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan provinsi.
“Kami memang belum sempurna, tapi kami akan terus berusaha,” tegasnya.













