NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Kekecewaan mendalam dirasakan oleh Ibu Musa Yarisetouw, ibu dari atlet karate tingkat SMK, April Zurli Virjin Yarisetouw, usai mengetahui bahwa putrinya tidak terdaftar dalam kontingen Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Provinsi Papua Tengah 2025, meski telah lolos seleksi di tingkat Kabupaten Nabire.
April, siswa dari SMK Negeri 1 Nabire, merupakan atlet berprestasi yang telah menorehkan berbagai juara, termasuk:
• Juara 1 Open Tournament Karate di Sorong
• Juara 1 Multi Event Karate di Nabire
• Juara 1 O2SN tingkat Kabupaten Nabire
Namun saat O2SN Provinsi digelar, namanya tidak tercantum dalam daftar peserta, tanpa adanya pemberitahuan resmi kepada keluarga.

“Kami sebagai orang tua sangat kecewa. Anak kami sudah lolos seleksi tingkat kabupaten, tapi tiba-tiba namanya tidak ada di provinsi. Tidak ada konfirmasi apa pun dari pihak Dinas Pendidikan. Kami tahu pun hanya dari cerita di lapangan,” ungkap Musa Yarisetouw, saat ditemui media. Sabtu 26/7/2025
Musa menambahkan bahwa seharusnya pihak Dinas Pendidikan memberikan informasi terbuka dan resmi kepada para orang tua, terutama terkait perubahan sistem seleksi antara tingkat SMA dan SMK, yang tahun ini dikabarkan digabung tanpa penjelasan tertulis.
“Saya akan datang langsung ke Dinas Pendidikan untuk mempertanyakan ini. Kami sebagai orang tua berhak tahu. Jangan diam-diam ambil keputusan yang bikin kecewa anak-anak,” tambahnya.
Menurutnya, April sudah berlatih karate sejak masih duduk di bangku SD, dan telah menunjukkan komitmen dan disiplin yang tinggi dalam setiap kompetisi yang diikuti. Kekecewaan tidak hanya dirasakan oleh orang tua, tapi juga oleh April sendiri yang merasa perjuangannya sia-sia.
“Kalau memang anak-anak sudah diseleksi dan dinyatakan lolos, maka jalankanlah itu. Jangan padamkan begitu saja harapan mereka. Jangan sampai ini terulang di masa depan,” tegas Musa.
Ia juga menilai bahwa pihak Dinas Pendidikan seharusnya lebih profesional dan tidak gegabah dalam mengambil keputusan yang berdampak besar terhadap masa depan atlet muda.













