>

Dualisme Meledak! Kegiatan KAPP Dihentikan Mendadak Di Nabire

By BusurNabire.id
Jumat, 18 Juli 2025 06:26 WIB | 648 Views
Kericuhan Warnai Kegiatan KAPP, Acara Teknologi dan MOU Diberhentikan di Nabire (Foto: Busur Nabire)

NEWS.BUSUR NABIRE.ID _ Nabire |  – Kegiatan Badan Pengurus Wilayah Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) yang direncanakan berlangsung di Hotel Mutiara Black Nabire, Jumat Pagi (18/7/2025), resmi diberhentikan secara paksa oleh sekelompok orang yang mengklaim mewakili kepemimpinan sah KAPP Dari Kubuh Yosepina Pigai .

Acara yang sedianya membahas pengembangan teknologi informasi dan penandatanganan MoU bidang Sertifikasi Badan Usaha (SBU) antara KAPP dan Asosiasi Pengusaha Konstruksi Nasional (Aspeknas), harus dibatalkan di tengah persiapan.

Kericuhan terjadi menjelang dimulainya acara yang dihadiri oleh pejabat penting seperti Herman Kayame, ST.,MT. dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah,  Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawennari, serta Ketua Umum KAPP Goodlief Wolter Baransano.  Sekelompok massa yang tidak diundang terlebih dahulu mencabut umbul-umbul di sepanjang akses masuk ke lokasi acara.

Saat panitia mencoba menutup gerbang hotel, seorang pria memanjat pintu gerbang (Foto: Busur Nabire)

Saat panitia mencoba menutup gerbang hotel, seorang pria memanjat pintu gerbang, memukul kaca pintu ruang acara, lalu masuk dan mencabut baliho kegiatan yang terpasang di depan ruangan. Insiden ini membuat suasana menjadi kacau, dan akhirnya acara dihentikan secara total.

Usai pembubaran, salah satu dari Kubuh Yosepina Pigai, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dianggap tidak sah secara organisasi dan tidak memiliki dasar hukum yang jelas.

“Yang kami bubarkan ini karena Ibu Fience Mofu menyalahgunakan kewenangan. Ia hanya pimpinan sektoril, bukan untuk bidang konstruksi. Maka kegiatan ini tidak punya legitimasi hukum yang diakui dalam AD/ART Kamar Adat Papua,” tegas dalam pernyataannya.

Ia juga menegaskan bahwa kepemimpinan dalam tubuh KAPP saat ini masih bermasalah secara internal. Bahkan, meminta manajemen Hotel Mutiara Black untuk tidak lagi mengizinkan kegiatan serupa tanpa klarifikasi struktural dari organisasi yang sah.

Pernyataannya juga menyentuh ketimpangan lokasi kegiatan KAPP yang dianggap terlalu terpusat di wilayah Mee Pago, khususnya Papua Tengah. Ia mempertanyakan kenapa semua kegiatan selalu diarahkan ke satu wilayah saja, padahal ada wilayah adat Lapago, Saireri, dan Domberai yang juga bagian dari struktur adat Papua.

Baca Juga  John Gobay Bongkar Hasil Pertemuan Satgas PKH, DPR Papua Tengah Siapkan Langkah Tegas

“Semua kegiatan KAPP dipusatkan di Papua Tengah, ada apa ini? Kami minta kejelasan. Jangan sampai ada ambisi kekuasaan yang menabrak nilai-nilai adat,” tambahnya.

Menanggapi situasi tersebut, Ketua Umum Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP), Godlif Wolter Baransano, menyampaikan bahwa pihaknya tetap berkomitmen melanjutkan pelatihan untuk pengusaha lokal Papua, khususnya di 6 provinsi dan 42 kabupaten di Tanah Papua.

Ketua Umum Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP), Godlif Wolter Baransano (Foto: Busur Nabire)

“Kami menyelenggarakan pelatihan gratis untuk pengusaha lokal agar mandiri secara administrasi dan siap bersaing secara modern. Meski kegiatan hari ini diberhentikan, semangat kami tidak akan surut,” tegas Baransano.

Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk mendorong kemampuan teknis dan legalitas pelaku usaha lokal, termasuk proses penerbitan dokumen SBU dan peluncuran sistem ATA. Baransano juga menegaskan keterbukaan KAPP terhadap siapa saja yang ingin bergabung, baik lembaga maupun individu.

“Kami tidak membatasi siapa pun yang mau ikut. Ini ilmu gratis dan terbuka untuk semua demi kemajuan OAP di dunia usaha,” tambahnya.

Baransano juga menanggapi isu dualisme dalam tubuh organisasi KAPP dengan bijak, menyatakan bahwa dokumen dan dukungan pemerintah menjadi indikator utama legalitas.

“Kami tidak ingin menciptakan konflik atau polemik. Mari bicara dari hati dan tinggalkan ego serta emosi. Perubahan harus terjadi demi masa depan pengusaha Papua,” ujarnya.

Peristiwa ini memperlihatkan konflik internal serius dalam tubuh KAPP yang berdampak pada citra kelembagaan dan kemitraan antarorganisasi. Kegiatan penting yang menyangkut pengusaha Orang Asli Papua (OAP) dan dunia konstruksi nasional akhirnya batal demi menjaga ketertiban.

Situasi ini juga menjadi pengingat pentingnya legalitas, kejelasan struktur organisasi, serta komunikasi terbuka untuk menghindari benturan sosial di tengah masyarakat adat dan dunia usaha Papua.

Berita Terkait

🇮🇩 **DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81** 🇮🇩 **17 Agustus 2026** Dengan semangat **“Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”**, Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai semangat bersama dalam memperkuat persatuan, membangun daerah, dan mewujudkan Papua Tengah yang semakin maju. Gubernur Papua Tengah **Meki Nawipa, S.H.** bersama Wakil Gubernur Papua Tengah **Deinas Geley, S.Sos., M.Si.** menyampaikan ucapan **Dirgahayu Republik Indonesia ke-81**. 🇮🇩 **Bersatu dalam keberagaman, bergerak bersama untuk Papua Tengah yang maju dan Indonesia yang semakin kuat.** **Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.** **Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! 🇮🇩** #HUTRI81 #DirgahayuRI #IndonesiaMerdeka #PapuaTengah #MekiNawipa #DeinasGeley #IndonesiaBerdaulat #IndonesiaMaju
Ucapan Kapolda Papua Tengah Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah 🌙 Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., beserta Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan Indonesia. "Pergantian Tahun Baru Islam merupakan momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Mari kita jadikan nilai-nilai hijrah sebagai inspirasi untuk terus berbuat kebaikan, menjaga persatuan, dan mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah," ujar Kapolda Papua Tengah. Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarumat beragama demi terciptanya Papua Tengah yang aman, damai, dan harmonis. "Semoga di tahun yang baru ini Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan perlindungan-Nya kepada kita semua, serta memberikan kekuatan dalam menjalankan tugas dan pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tutup Brigjen Pol. Jermias Rontini. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik, Papua Tengah yang Aman, Damai, dan Sejahtera. #TahunBaruIslam1448H, #Muharram1448H, #KapoldaPapuaTengah, #JermiasRontini, #WakapoldaPapuaTengah, #PapuaTengah, #PolriUntukMasyarakat, #Hijrah1448H, #BusurNabire, #PapuaDamai
🌙 Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.Semoga pergantian tahun ini men
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup