NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire |Sebagai salah satu cabang olahraga yang tengah berkembang pesat di Papua, panahan kembali menunjukkan taringnya lewat perhelatan Kejuaraan Panahan Garuda Jaya Papua II Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, 21 hingga 22 Juni 2025, bertempat di Lapangan Lanud Silas Papare Jayapura, dan diikuti oleh kontingen dari berbagai kabupaten/kota, termasuk Sentani, Jayapura Kota, Merauke, Biak, dan Nabire.

Kegiatan kompetitif ini secara resmi dibuka oleh Kepala Operasional Lanud Silas Papare. Dalam konteks peningkatan kualitas atlet daerah dan konsolidasi antar-perwakilan, ajang ini menjadi sangat strategis dalam mendongkrak daya saing atlet muda Papua di kancah nasional. Tahun ini, ajang tersebut mengusung tajuk “Winner Kejuaraan Panahan Garuda Jaya Papua II 2025” dan berhasil menyedot perhatian pecinta olahraga panahan se-Papua.
Perpani Nabire, sebagai organisasi resmi panahan di wilayah Kabupaten Nabire, turut ambil bagian dalam kejuaraan bergengsi ini dengan mengirimkan 8 orang atlet. Hasilnya sangat membanggakan, karena dari delapan peserta, enam medali berhasil dibawa pulang ke Nabire, sebuah indikator prestasi yang mencerminkan kedisiplinan pelatihan dan mental tanding yang solid.
Medali yang diraih mencakup berbagai kategori usia dan teknik. Berikut daftar lengkapnya:
- Farsya Pratama – Juara 2 kategori SD 15 meter prestasi putra
- Balqis Farzana – Juara 2 kategori SD 15 meter prestasi putri
- Atiqa Raissa – Juara 2 kategori SMP 20 meter prestasi putri
- Nur Amiroh Syafiqah – Juara 3 kategori SMP 20 meter prestasi
- Muh Fauzan – Juara 2 kategori bantalan SMP 20 meter putra
- Ni’matul Farida Suheb – Juara Harapan 1 kategori barebow putri 20 meter
Untuk kelas 15 m putri dan putra keluar sebagai top skor peserta dri Nabire
Kepemimpinan tim dilakukan oleh Syamsul Basri, S.IP, yang juga bertindak sebagai asisten pelatih, sementara Sulkifli bertugas sebagai pelatih kepala. Keduanya berperan krusial dalam membina dan membimbing atlet-atlet muda Nabire yang rata-rata masih dalam tahap pembinaan usia dini. Mereka tidak hanya memfasilitasi aspek teknis, tetapi juga membentuk mental bertanding para atlet.

Syamsul Basri menegaskan bahwa keikutsertaan Perpani Nabire dalam kegiatan ini merupakan bagian dari agenda tahunan yang telah terjadwal secara nasional maupun regional. Namun, ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini, seluruh kegiatan masih berjalan dengan biaya mandiri dari atlet dan pengurus. “Kami sangat berharap ada perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Nabire. Ini kegiatan tahunan, dan selama ini kami mengikuti dengan menggunakan dana pribadi,” ujarnya saat dihubungi awak media pada Minggu sore, 22 Juni 2025.

Dengan hasil memuaskan tersebut, Perpani Nabire kembali menegaskan eksistensinya sebagai salah satu kekuatan panahan potensial di Papua. Ke depan, perhatian dari pemangku kebijakan sangat dibutuhkan, terutama dalam bentuk dukungan anggaran, fasilitas latihan, serta program pembinaan jangka panjang yang terstruktur dan berkelanjutan agar prestasi atlet daerah dapat terus meningkat dan bersaing di tingkat nasional.













