NEWS.BUSURNABIRE.ID – Jakarta: Dalam upaya memperkuat ketahanan dan stabilisasi harga pangan nasional, Badan Pangan Nasional (NFA) menggelar acara bertajuk “Dari Timur untuk Indonesia: Aksi Nyata Stabilkan Pangan” pada Jumat (16/5) di Kantor NFA, Jalan Harsono RM, Jakarta Selatan.

Acara ini dipimpin oleh Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilitas Pangan NFA, I Gusti Ketut Astawa, dan dihadiri oleh para Gubernur dan Wakil Gubernur dari wilayah Indonesia Timur, termasuk dari Provinsi Maluku, Ambon, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Papua.
Pertemuan ini bertujuan untuk membahas langkah konkret dalam stabilisasi harga pangan serta penguatan sistem distribusi di wilayah timur Indonesia. Wilayah ini selama ini menghadapi tantangan geografis dan logistik yang kompleks.
Wakil Gubernur (Wagub) Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos., M.Si, menekankan pentingnya penyesuaian harga pangan secara nasional yang adil dan merata.
“Harga pangan di seluruh wilayah, termasuk Papua, harus mengikuti standar harga nasional. Tidak boleh ada lonjakan sepihak dari distributor,” tegasnya dalam remakan audio yang diterima News.busurnabire.id Sabtu malam 17/5/2025

Pertemuan ini juga melibatkan berbagai kementerian dan lembaga strategis, seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan, Bank Indonesia, serta asosiasi distributor pangan yang terdiri dari pedagang beras, gula, ayam potong, dan cabai. Selain itu, hadir pula Kepala Perum BULOG dan sejumlah asosiasi pedagang nasional.
Pemerataan akses pangan hingga daerah pedalaman, khususnya di Papua, menjadi sorotan utama. Pemerintah Provinsi Papua Tengah mendorong subsidi logistik dan distribusi untuk wilayah terpencil seperti Paniai dan Dogiyai, agar masyarakat tetap dapat membeli bahan pangan dengan harga terjangkau.
“Distribusi pangan ke kabupaten-kabupaten di Papua Tengah perlu didukung penuh oleh subsidi dan koordinasi lintas sektor,” tambah Deinas Geley.
Sebagai bentuk apresiasi, Badan Pangan Nasional memberikan penghargaan kepada tiga tokoh daerah yang aktif mendukung kebijakan stabilisasi harga pangan, yaitu Gubernur Maluku, Wakil Gubernur Papua Barat, dan Wakil Gubernur Papua Tengah.

Wakil Gubernur Papua Tengah juga menyoroti tantangan mendasar yang dihadapi wilayahnya, yaitu ketergantungan pada pasokan luar daerah akibat kurangnya industri pengolahan pangan skala besar, seperti pabrik gula, minyak, dan garam. Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah mendorong penguatan distribusi logistik serta pengembangan sektor pangan lokal, khususnya produksi ayam potong lokal yang saat ini sedang dikembangkan di Jayapura dan sekitarnya.
“Kita perlu mendorong produksi lokal seperti ayam potong untuk mengurangi ketergantungan dari luar dan menjaga stabilitas harga di wilayah Papua,” tutup Deinas.













