>

Mengapa Tanggal Hari Paskah Selalu Berubah Setiap Tahun? Ini Penjelasannya

By BusurNabire.id
Jumat, 18 April 2025 04:29 WIB | 1186 Views
Mengapa Tanggal Hari Paskah Selalu Berubah Setiap Tahun? Ini Penjelasannya

NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire: Banyak umat Kristiani mungkin bertanya-tanya, mengapa Hari Raya Paskah tidak memiliki tanggal yang tetap seperti Natal. Jika Natal selalu dirayakan pada 25 Desember, Paskah justru berubah-ubah setiap tahun, bisa jatuh pada bulan Maret atau April. Fenomena ini tentu memiliki alasan historis dan teologis yang dalam.

Hari Raya Paskah merupakan peringatan kebangkitan Yesus Kristus dari kematian, dan menjadi inti iman Kristiani. Namun, perhitungan tanggal Paskah tidak mengacu pada kalender Masehi biasa, melainkan mengikuti perhitungan berdasarkan siklus bulan dalam kalender lunar, mirip dengan kalender Ibrani kuno yang digunakan bangsa Yahudi.

Secara resmi, Konsili Nicea pada tahun 325 menetapkan bahwa Hari Raya Paskah dirayakan pada hari Minggu pertama setelah bulan purnama pertama yang jatuh setelah titik balik musim semi (equinox) di belahan bumi utara. Artinya, Paskah bisa jatuh antara tanggal 22 Maret hingga 25 April setiap tahunnya.

Sistem perhitungan ini diadopsi agar perayaan Paskah tetap berhubungan dengan perayaan Paskah Yahudi (Pesach), sebab dalam Injil dikisahkan bahwa penyaliban dan kebangkitan Yesus terjadi bersamaan dengan perayaan tersebut. Karena kalender Yahudi berbasis bulan, maka Paskah Kristen pun mengikuti logika perhitungan serupa, bukan berdasarkan tanggal tetap.

Selain itu, variasi perayaan Paskah juga terjadi karena perbedaan penggunaan kalender antara gereja Barat dan Timur. Gereja Katolik Roma dan sebagian besar gereja Protestan menggunakan kalender Gregorian, sedangkan Gereja Ortodoks Timur masih menggunakan kalender Julian, yang menyebabkan tanggal Paskah bisa berbeda antara kedua tradisi ini.

Meskipun tanggalnya berubah, makna Paskah tidak pernah berubah. Bagi umat Kristiani, Paskah merupakan puncak dari seluruh rangkaian Pekan Suci dan menjadi simbol kemenangan Yesus atas dosa dan kematian. Perayaan ini diawali dengan Tri Hari Suci: Kamis Putih, Jumat Agung, dan akhirnya puncaknya pada Minggu Paskah.

Baca Juga  Pemprov Papua Tengah Perkuat Siaga Karhutla, 8 Armada Dikerahkan di Nabire

Perubahan tanggal Paskah juga berdampak pada penentuan hari-hari besar lainnya dalam kalender liturgi Gereja, seperti Rabu Abu (awal masa Prapaskah), Kenaikan Tuhan, dan Pentakosta. Karena semuanya dihitung mundur atau maju dari Paskah, maka seluruh kalender liturgi pun ikut menyesuaikan setiap tahun.

Dengan memahami dasar penetapan tanggal Paskah, umat diharapkan tidak bingung lagi dan bisa lebih menghayati perjalanan iman selama masa Prapaskah hingga Paskah. Meski tanggalnya berubah-ubah, semangat kebangkitan, kasih, dan pengharapan yang dibawa Paskah tetap sama sepanjang masa.

Sumber Referensi:

  • Britannica.com – Easter: Christian Festival
  • Vatican.va – Catechism of the Catholic Church
  • USCCB.org – Calculation of Easter
  • Catholic.com – Why Easter’s Date Changes Every Year
  • Liturgical Calendar: General Norms (Vatikan, 1969)

Berita Terkait

🇮🇩 **DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81** 🇮🇩 **17 Agustus 2026** Dengan semangat **“Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”**, Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai semangat bersama dalam memperkuat persatuan, membangun daerah, dan mewujudkan Papua Tengah yang semakin maju. Gubernur Papua Tengah **Meki Nawipa, S.H.** bersama Wakil Gubernur Papua Tengah **Deinas Geley, S.Sos., M.Si.** menyampaikan ucapan **Dirgahayu Republik Indonesia ke-81**. 🇮🇩 **Bersatu dalam keberagaman, bergerak bersama untuk Papua Tengah yang maju dan Indonesia yang semakin kuat.** **Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.** **Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! 🇮🇩** #HUTRI81 #DirgahayuRI #IndonesiaMerdeka #PapuaTengah #MekiNawipa #DeinasGeley #IndonesiaBerdaulat #IndonesiaMaju
Ucapan Kapolda Papua Tengah Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah 🌙 Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., beserta Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan Indonesia. "Pergantian Tahun Baru Islam merupakan momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Mari kita jadikan nilai-nilai hijrah sebagai inspirasi untuk terus berbuat kebaikan, menjaga persatuan, dan mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah," ujar Kapolda Papua Tengah. Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarumat beragama demi terciptanya Papua Tengah yang aman, damai, dan harmonis. "Semoga di tahun yang baru ini Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan perlindungan-Nya kepada kita semua, serta memberikan kekuatan dalam menjalankan tugas dan pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tutup Brigjen Pol. Jermias Rontini. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik, Papua Tengah yang Aman, Damai, dan Sejahtera. #TahunBaruIslam1448H, #Muharram1448H, #KapoldaPapuaTengah, #JermiasRontini, #WakapoldaPapuaTengah, #PapuaTengah, #PolriUntukMasyarakat, #Hijrah1448H, #BusurNabire, #PapuaDamai
🌙 Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.Semoga pergantian tahun ini men
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup