NEWS.BUSURNABIRE.ID – NABIRE : Umat Katolik Paroki Kristus Sahabat Kita (KSK) Nabire, Dekenat Teluk Cenderawasih, Keuskupan Timika, mengikuti Misa Kamis Putih yang sarat makna pada Kamis (17/04/2025). Perayaan yang menandai dimulainya Tri Hari Suci Paskah ini digelar dalam dua sesi dan diwarnai dengan simbol penting dalam ajaran Kristiani, yaitu pembasuhan kaki.

Misa pertama dipimpin oleh Pater Ricardus Sani Wibowo, SJ pada pukul 17.00 WIT. Sedangkan misa kedua dilayani oleh Pater Yohanes Adrianto Dwi Mulyono, SJ atau yang akrab disapa Pater Adri. Sebagai paroki tertua di Nabire, KSK menjadi pusat perhatian umat dalam menyambut puncak rangkaian Paskah.
Dalam perayaan Kamis Putih tersebut, Pater Adri melaksanakan pembasuhan kaki terhadap 12 umat, meneladani tindakan Yesus saat Perjamuan Terakhir. Tradisi ini menjadi simbol pengabdian, kerendahan hati, dan kasih tanpa syarat.
Dalam homilinya, Pater Adri mengajak umat untuk merenungkan makna mendalam dari pembasuhan kaki. Menurutnya, tindakan Yesus tersebut mengajarkan bahwa setiap orang, tanpa memandang latar belakang, harus diterima sebagai sesama.
“Makna pembasuhan kaki adalah menerima orang lain apa adanya. Ini juga berarti menghapus prasangka buruk yang kerap muncul dalam relasi sosial kita,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa dalam realitas sosial saat ini, relasi sering kali diukur dengan asas untung-rugi. Jika seseorang dinilai tidak membawa manfaat, maka hubungan pun terputus. Pola pikir seperti ini, lanjutnya, bertolak belakang dengan teladan Yesus.
“Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya tanpa membedakan siapa mereka. Ia ingin kita meneladani sikap itu—melayani dengan kasih, bukan karena untung rugi,” ujar Pater Adri.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kasih dan pelayanan sejati harus berakar dari dalam keluarga. “Kita harus mulai dari keluarga, dari lingkungan terdekat kita. Memandang sesama bukan dari identitas luarnya, tetapi dari pribadi manusianya,” jelasnya.
Menjelang puncak perayaan Paskah, Pater Adri juga mengajak umat untuk merenungkan tiga kata kunci penting dalam Tri Hari Suci: Tugas Perutusan, Kesetiaan, dan Keselamatan.
“Jika kita menjalani tugas perutusan dari Tuhan dengan setia, maka keselamatan yang dijanjikan akan menjadi nyata dalam hidup kita,” tuturnya.
Kamis Putih atau Holy Thursday merupakan bagian penting dalam kalender liturgi Gereja Katolik. Hari ini memperingati dua peristiwa utama: Perjamuan Terakhir Yesus bersama 12 Murid, dan Pembasuhan Kaki.
Perjamuan tersebut dilakukan Yesus untuk merayakan Paskah Yahudi, memperingati pembebasan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir. Dalam momen itu pula, Yesus menginstitusikan Ekaristi Kudus dan memperkenalkan simbol roti dan anggur sebagai tubuh dan darah-Nya.
Sedangkan pembasuhan kaki menjadi simbol kerendahan hati dan panggilan untuk melayani. Tradisi ini dihidupkan kembali setiap Kamis Putih di seluruh gereja Katolik, termasuk di Paroki KSK Nabire.
Pastor yang memimpin misa akan membasuh kaki 12 orang umat yang mewakili para rasul. Tindakan ini bukan sekadar simbolis, tetapi juga ajakan nyata bagi seluruh umat Kristiani untuk membersihkan diri dari ego, kebencian, dan prasangka—serta hidup dalam kasih, pelayanan, dan solidaritas.
Misa Kamis Putih sekaligus menutup masa Prapaskah dan menjadi pintu gerbang menuju puncak liturgi Paskah, yakni Jumat Agung dan Sabtu Suci. Seluruh umat diajak untuk merefleksikan pengorbanan Kristus, memperbaharui komitmen iman, dan hidup dalam semangat kasih yang tulus kepada sesama.













