NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire: Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini mencatatkan lonjakan signifikan dalam arus penumpang udara di Nabire, Papua Tengah. Penjabat Gubernur Papua Tengah, Anwar Harun Damanik, mengungkapkan bahwa terjadi kenaikan hingga 80 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Peningkatan jumlah penumpang ini menunjukkan bahwa transportasi udara semakin menjadi pilihan utama masyarakat. Kami mengapresiasi maskapai yang telah menurunkan harga tiket sesuai arahan Presiden, sehingga mempermudah mobilitas masyarakat,” ujar Anwar Harun Damanik, S.STP., MM, saat diwawancarai oleh Awak Media di Bandara Douw Aturure, Nabire, usai melepas rombongan pemimpin agama untuk kegiatan wisata rohani ke Israel Jumat 27 Desember 2024
Saat ini, harga tiket pesawat untuk rute Nabire-Jayapura dan Nabire-Sorong berkisar Rp1,2 juta. Kebijakan harga tiket yang terjangkau ini memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan mudik atau berlibur selama masa Nataru.
“Meskipun transportasi udara menjadi pilihan utama, moda transportasi laut juga dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama saat permintaan tiket pesawat meningkat. Kami berharap masyarakat dapat menggunakan transportasi secara tertib dan menjaga kenyamanan bersama,” tambah Pj Gubernur Damanik.
Pj Gubernur Damanik juga mengimbau agar semua pihak mengikuti prosedur yang telah ditetapkan untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan pelayanan transportasi selama musim liburan ini.
“Kami telah mempersiapkan semua aspek transportasi dengan baik agar pelayanan tetap lancar dan nyaman bagi masyarakat. Semua sudah diatur agar perjalanan selama liburan dapat berjalan dengan tertib,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Pj Gubernur Damanik usai melepas rombongan tokoh agama Kristen dan Katolik Papua Tengah yang akan melaksanakan wisata rohani ke Israel. Acara tersebut juga dihadiri oleh Pj Sekda Frets James Boray, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Alfred Papare, serta sejumlah pimpinan Forkopimda.
Peningkatan arus penumpang ini menjadi indikator positif bagi Papua Tengah dalam memperkuat aksesibilitas transportasi, yang tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan sosial di wilayah tersebut.















