NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire : Papua Tengah |Perum Bulog Kantor Cabang Nabire memastikan penyaluran bantuan pangan beras periode Juli, Agustus, dan September 2026 telah direalisasikan di seluruh wilayah kerjanya yang mencakup lima kabupaten di Papua Tengah.
Lima daerah tersebut yakni Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, dan Intan Jaya. Penyaluran dilakukan berdasarkan penugasan pemerintah melalui Badan Pangan Nasional dengan jumlah bantuan yang disesuaikan dengan data penerima dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Asisten Manajer Pemasaran Bulog Cabang Nabire, Muh. Rahadiyan Razak, mengatakan ketersediaan stok beras menjadi perhatian utama agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, baik untuk program bantuan pangan maupun kebutuhan masyarakat secara umum.
“Kami harus selalu menjaga kebutuhan masyarakat, minimal untuk tiga bulan ke depan terpenuhi,” kata Rahadiyan saat ditemui media, Jumat (11/9/2026).
Menurutnya, saat ini Bulog Nabire menyiapkan sekitar 2.600 ton beras sebagai proyeksi kebutuhan untuk tiga bulan mendatang. Stok tersebut dikelola secara bertahap dengan memperhitungkan kebutuhan di seluruh wilayah kerja Bulog Nabire.
Untuk Kabupaten Nabire, penyaluran bantuan pangan beras mencakup 12 distrik dengan total alokasi sekitar 763 ton.

Sementara khusus wilayah Distrik Nabire, tercatat sebanyak 13.538 penerima manfaat mendapatkan bantuan pangan. Total beras yang dialokasikan untuk periode tiga bulan mencapai sekitar 406.140 kilogram atau 406,14 ton.
Bantuan tersebut dikemas dalam ukuran 10 kilogram per penerima dan disalurkan secara bertahap melalui wilayah yang telah ditetapkan.
Rahadiyan menjelaskan, proses penyaluran di Kabupaten Nabire telah berjalan sejak pekan sebelumnya. Untuk wilayah Distrik Nabire, distribusi dilakukan secara bertahap dengan sasaran sekitar tiga kelurahan atau kampung setiap hari.
Pola penyaluran tersebut dilakukan untuk memastikan proses distribusi berjalan tertib sekaligus memudahkan masyarakat penerima manfaat memperoleh bantuan sesuai jadwal.
Bulog Nabire tidak menetapkan sendiri jumlah bantuan pangan yang diterima masing-masing daerah. Besaran alokasi mengikuti penugasan yang diberikan pemerintah melalui Badan Pangan Nasional.
Karena itu, jumlah bantuan yang diterima setiap kabupaten maupun distrik dapat berbeda. Perbedaan tersebut menyesuaikan jumlah penerima manfaat serta kebutuhan yang telah ditetapkan dalam penugasan pemerintah.
“Untuk lima kabupaten yang menjadi wilayah kerja Bulog Nabire, penyaluran untuk periode tiga bulan sudah kami lakukan semuanya,” jelas Rahadiyan.
Ia mengatakan Bulog saat ini masih menyelesaikan seluruh administrasi dan proses penyaluran bantuan untuk periode Juli, Agustus, dan September 2026.
Sementara untuk bantuan pangan periode Oktober, November, dan Desember 2026, Bulog Nabire masih menunggu penugasan resmi dari pemerintah.
“Untuk alokasi Oktober, November, dan Desember, kami masih menunggu penugasan resminya. Saat ini kami menyelesaikan alokasi Juli, Agustus, dan September sekaligus mempersiapkan kebutuhan untuk tiga bulan berikutnya,” ujarnya.
Untuk menjaga ketahanan stok, Bulog Nabire secara rutin meminta pasokan beras dari luar daerah. Langkah ini dilakukan agar ketersediaan beras tidak hanya mencukupi ketika program bantuan pangan berlangsung, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
Rahadiyan mengatakan perencanaan stok dilakukan dengan memperhitungkan kebutuhan hingga beberapa bulan ke depan.
“Selama ini kami memproyeksikan kebutuhan untuk tiga bulan, sehingga pasokan dari luar terus diminta untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” katanya.
Dengan sistem tersebut, Bulog berupaya menjaga agar stok beras di wilayah kerja Nabire tetap aman dan dapat digunakan ketika terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat.
Selain memastikan bantuan pangan tersalurkan, Bulog Nabire juga mulai memperhitungkan kebutuhan masyarakat menjelang akhir tahun, termasuk menghadapi periode Natal dan Tahun Baru.

Rahadiyan menyebut ketersediaan beras untuk menghadapi momentum tersebut selama ini berjalan tanpa kendala berarti. Namun, Bulog tetap menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan kebutuhan secara tiba-tiba.
Jika terjadi kondisi khusus seperti bencana alam atau kejadian lain yang berdampak terhadap kebutuhan pangan masyarakat, Bulog dapat mengusulkan tambahan pasokan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Untuk Natal dan Tahun Baru, selama ini Alhamdulillah tidak pernah ada kendala. Namun, apabila ada kejadian khusus atau bencana, kami bisa mengusulkan penambahan stok sesuai kebutuhan,” pungkasnya.
Dengan menjaga stok secara berkala serta menjalankan penyaluran berdasarkan penugasan pemerintah, Bulog Cabang Nabire berupaya memastikan kebutuhan beras masyarakat di lima kabupaten wilayah kerjanya tetap terjaga.
Penyaluran bantuan pangan beras periode Juli, Agustus, dan September 2026 juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga akses pangan masyarakat, khususnya bagi keluarga yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat. (Red)













