NEWS.BUSURNABIRE.ID -PUNCAK JAYA, PAPUA TENGAH — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah memperkuat langkah penanganan terhadap meningkatnya kasus skabies di Distrik Mewoluk, Kabupaten Puncak Jaya. Sejumlah kasus dilaporkan mengalami komplikasi menjadi pioderma atau infeksi kulit sekunder yang ditandai dengan munculnya luka bernanah.
Upaya penanganan dilakukan melalui koordinasi antara Dinkes Provinsi Papua Tengah, Dinkes Kabupaten Puncak Jaya, serta Puskesmas Mewoluk dengan menyiapkan tim pelayanan kesehatan dan dukungan obat-obatan untuk masyarakat terdampak.

Berdasarkan laporan dari lapangan, kasus skabies yang sebelumnya ditemukan melalui pelayanan di tingkat puskesmas mengalami perkembangan pada sebagian pasien hingga menjadi pioderma. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan medis lebih lanjut, termasuk bagi pasien yang telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit (RS) Mulia.
Meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan turut berdampak pada kebutuhan obat-obatan, terutama salep Permetrin yang menjadi salah satu terapi utama dalam pengobatan skabies. Pihak RS Mulia dilaporkan telah melakukan pengadaan salep tersebut beberapa kali guna memenuhi kebutuhan pasien.
Sebagai langkah percepatan penanganan, Dinkes Kabupaten Puncak Jaya bersama Puskesmas Mewoluk membentuk Tim Pelayanan Kesehatan yang akan turun langsung ke Distrik Mewoluk.

Tim tersebut bertugas melakukan skrining, pemeriksaan kesehatan, serta memberikan pengobatan kepada masyarakat yang mengalami keluhan penyakit kulit. Langkah ini dilakukan untuk menemukan kasus lebih awal dan mencegah penyakit berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Pasien yang ditemukan mengalami skabies dengan kondisi memburuk atau telah berkembang menjadi pioderma akan mendapatkan penanganan lanjutan melalui mekanisme rujukan ke RS Mulia untuk memperoleh perawatan yang lebih intensif.
Di tingkat provinsi, Dinkes Papua Tengah juga menindaklanjuti permintaan dukungan logistik kesehatan dari Kabupaten Puncak Jaya.
Tim Farmasi Dinkes Papua Tengah telah berkoordinasi dengan Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) Puncak Jaya untuk memastikan kebutuhan obat dapat segera dipenuhi. Sejumlah obat, termasuk salep Permetrin dan obat pendukung lainnya, telah disiapkan untuk dikirim ke lokasi penanganan.
Namun, proses distribusi sempat mengalami kendala setelah penerbangan menuju Puncak Jaya dibatalkan pada Rabu (2/9/2026). Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghentikan upaya pengiriman.

Logistik obat telah diambil oleh pihak ekspedisi dari Dinkes Papua Tengah untuk diamankan di kargo dan dijadwalkan diberangkatkan melalui penerbangan pertama pada Kamis (3/9/2026).
Dinkes Papua Tengah menegaskan bahwa penanganan kasus skabies di Mewoluk tidak hanya berfokus pada pengiriman obat, tetapi juga pada pelayanan langsung kepada masyarakat.
Keberadaan tim kesehatan di lapangan diharapkan dapat mempercepat penemuan kasus, memberikan pengobatan yang tepat, serta memastikan pasien dengan kondisi berat segera mendapatkan rujukan.
Kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, puskesmas, rumah sakit, dan tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam mengendalikan penyebaran penyakit serta memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal.
Dinkes Papua Tengah juga akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus di Distrik Mewoluk, termasuk kebutuhan tambahan logistik dan kemungkinan adanya peningkatan jumlah pasien.
Penanganan penyakit infeksi kulit seperti skabies membutuhkan langkah menyeluruh, mulai dari pemeriksaan, pengobatan, pemantauan kondisi pasien, hingga upaya pencegahan penularan di lingkungan masyarakat.
Dengan koordinasi yang baik, pemerintah berharap kasus skabies di Mewoluk dapat segera dikendalikan dan pelayanan kesehatan masyarakat tetap berjalan maksimal.













