NEWS.BUSURNABIRE.ID | NABIRE, PAPUA TENGAH – Panggung e-sport Papua Tengah melahirkan juara baru. Easy E-Sport memastikan tiket menuju kompetisi tingkat nasional setelah tampil dominan dalam laga puncak Turnamen Mobile Legends Kapolda Cup Papua Tengah 2026.
Dalam pertandingan final yang berlangsung di Kabupaten Nabire, Jumat (10/7/2026), Easy E-Sport sukses menghentikan perlawanan Hijumi dengan kemenangan meyakinkan 3-0. Hasil tersebut mengantarkan Easy E-Sport ke posisi tertinggi sekaligus mendapat kepercayaan membawa nama Polda Papua Tengah pada Turnamen Kapolri Cup 2026 di Jakarta.

Hijumi harus puas menempati posisi kedua. Sementara Nabire Warriors Nichirin berhasil mengamankan peringkat ketiga dalam kompetisi yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Turnamen ditutup langsung Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini. Kehadiran orang nomor satu di jajaran Polda Papua Tengah itu sekaligus menegaskan dukungan kepolisian terhadap perkembangan potensi generasi muda melalui dunia olahraga elektronik.
Ketua Panitia Turnamen Mobile Legends Kapolda Cup Papua Tengah, Kombes Pol. Adi Tri Widiyanto, menjelaskan bahwa perjalanan menuju babak tingkat Polda dimulai melalui kompetisi berjenjang di masing-masing Polres.

Tim terbaik dari tahap penyisihan kemudian dipertemukan dalam kompetisi tingkat Polda untuk memperebutkan kesempatan tampil mewakili Papua Tengah pada ajang Kapolri Cup.
“Turnamen ini dimulai dari babak penyisihan di tingkat Polres. Para juara kemudian bertanding di tingkat Polda, dan pemenangnya akan mewakili Polda Papua Tengah pada ajang Kapolri Cup 2026 di Jakarta,” ujar Adi.
Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Tengah tersebut, pelaksanaan turnamen selama tiga hari memperlihatkan tingginya potensi pemain e-sport di wilayah Papua Tengah.
Keterbatasan jaringan internet yang masih menjadi tantangan tidak mengurangi semangat peserta untuk berkompetisi. Panitia menilai kemampuan para pemain menjadi modal penting bagi pengembangan atlet e-sport daerah pada masa mendatang.
“Kami bersyukur meski dengan berbagai keterbatasan, khususnya jaringan internet, turnamen ini tetap bisa terselenggara dengan baik. Dari kompetisi ini kami melihat potensi besar yang dimiliki anak-anak Papua Tengah di bidang e-sport,” katanya.
Kemenangan Easy E-Sport kini membawa tanggung jawab baru. Tim tersebut dijadwalkan tampil sebagai wakil resmi Polda Papua Tengah pada Turnamen Kapolri Cup 2026 di Jakarta yang berlangsung 24 hingga 26 Juli 2026.
Adi menyebut keikutsertaan tim Papua Tengah menjadi catatan tersendiri karena merupakan momentum pertama pengiriman wakil e-sport Polda Papua Tengah ke kompetisi tingkat Mabes Polri.
“Ini menjadi kebanggaan bagi Papua Tengah karena untuk pertama kalinya kita mengirim tim e-sport mewakili Polda Papua Tengah ke tingkat Mabes Polri. Semoga mereka mampu memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama daerah,” ucapnya.
Sementara itu, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini memberikan apresiasi kepada peserta, panitia, official, komunitas e-sport, dan seluruh pihak yang ikut menyukseskan kompetisi.
Kapolda menilai perkembangan e-sport dapat menjadi ruang positif bagi anak muda. Selain mengasah kemampuan bermain, kompetisi juga membutuhkan strategi, komunikasi, kekompakan tim, disiplin, dan kemampuan menghadapi tekanan pertandingan.
“Turnamen ini bukan hanya tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda Papua Tengah untuk menunjukkan bakat, kreativitas, kerja sama tim, strategi, kedisiplinan, serta kemampuan berkompetisi secara sehat,” ujar Kapolda.

Khusus kepada Easy E-Sport, Kapolda meminta seluruh pemain mempersiapkan diri menjelang keberangkatan menuju Jakarta. Ia berharap tim tampil maksimal tanpa terbebani target berlebihan.
“Easy E-Sport akan menjadi tim yang mewakili Polda Papua Tengah. Kita patut berbangga, meski Polda ini baru dibentuk, namun sudah mampu mengirim tim untuk mengikuti Turnamen Kapolri Cup. Saya tidak memberikan target yang tinggi, tetapi berjuanglah semaksimal mungkin dan tampilkan kemampuan terbaik,” pesannya.
Kapolda juga memberikan semangat kepada tim yang belum meraih gelar. Menurutnya, hasil pertandingan harus menjadi bahan evaluasi sekaligus pengalaman untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
Turnamen Mobile Legends Kapolda Cup Papua Tengah 2026 digelar secara daring selama tiga hari dan mempertemukan enam tim dari Nabire dan Mimika.
Nabire diwakili Nabire Warriors Nichirin, Wonai E-Sport, dan Sour Freedom. Sedangkan tiga tim asal Mimika terdiri dari Hijumi, Easy E-Sport, serta Harvest E-Sport.

Panitia menyiapkan total hadiah Rp30 juta. Easy E-Sport sebagai juara pertama berhak memperoleh Rp15 juta, Hijumi menerima Rp10 juta sebagai runner-up, sedangkan Nabire Warriors Nichirin membawa pulang Rp5 juta setelah menempati posisi ketiga.
Keberhasilan Easy E-Sport kini membuka langkah baru bagi e-sport Papua Tengah. Tantangan selanjutnya menanti di Jakarta, saat tim tersebut membawa nama daerah dan Polda Papua Tengah dalam persaingan Kapolri Cup 2026.













