NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire, Papua Tengah – Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, S.H., M.M., memberikan pengarahan kepada seluruh prajurit, Pegawai Negeri Sipil (PNS), serta anggota Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Koorcab Rem 173/Praja Vira Braja (PVB) di Aula Makorem 173/PVB, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Kamis (9/7/2026)

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Pangdam XVII/Cenderawasih di wilayah Korem 173/PVB. Turut hadir Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XVII/Cenderawasih beserta para pejabat utama Kodam XVII/Cenderawasih.
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Komandan Korem (Danrem) 173/Praja Vira Braja, Brigjen TNI Vivin Alivianto, S.I.P. Rangkaian acara diawali dengan laporan Danrem kepada Pangdam, dilanjutkan penayangan video profil Pangdam XVII/Cenderawasih sebelum memasuki sesi pengarahan.
Dalam arahannya, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang mengajak seluruh prajurit, PNS, dan keluarga besar Persit untuk senantiasa mensyukuri nikmat kesehatan serta kesempatan mengabdi kepada bangsa dan negara melalui institusi TNI.

Menurut Pangdam, menjadi prajurit TNI merupakan sebuah kehormatan yang diraih melalui proses seleksi yang panjang dan ketat. Oleh karena itu, setiap prajurit harus menjaga rasa syukur, mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab, serta bangga terhadap profesi yang dijalani.
“Jangan terus melihat apa yang belum dimiliki, tetapi syukurilah apa yang telah diperoleh. Menjadi prajurit TNI adalah amanah sekaligus kehormatan yang tidak semua orang dapatkan,” tegas Pangdam.
Pangdam juga menekankan bahwa keberhasilan organisasi TNI tidak ditentukan oleh satu individu ataupun jabatan tertentu, melainkan lahir dari kerja sama seluruh personel, mulai dari tamtama, bintara, hingga perwira.

Ia mengingatkan agar setiap prajurit tidak pernah merasa rendah diri terhadap pangkat maupun jabatan yang diemban. Menurutnya, kehormatan seorang prajurit tercermin dari integritas, disiplin, loyalitas, serta manfaat yang diberikan kepada satuan, masyarakat, bangsa, dan negara.
Selain itu, Pangdam menjelaskan bahwa TNI Angkatan Darat saat ini tengah melakukan penataan organisasi, termasuk pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP). Satuan tersebut memiliki peran strategis yang tidak hanya berorientasi pada tugas tempur, tetapi juga mendukung pembangunan nasional melalui sektor pertanian, peternakan, kesehatan, konstruksi, hingga pemberdayaan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam juga mengingatkan seluruh prajurit agar terus meningkatkan kemampuan dasar kemiliteran sebagai bekal utama dalam menjalankan tugas.

Kemampuan yang harus terus dipelihara meliputi kebugaran fisik, keterampilan menembak, bela diri militer, navigasi darat menggunakan peta dan kompas, patroli, survival, hingga berbagai kemampuan dasar operasi militer lainnya.
“Profesionalisme seorang prajurit lahir dari latihan yang terus-menerus. Kemampuan dasar tidak boleh diabaikan,” ujarnya.
Selain meningkatkan profesionalisme, Pangdam memberikan perhatian khusus terhadap berbagai bentuk pelanggaran yang harus dihindari oleh seluruh prajurit, seperti perselingkuhan, penyalahgunaan media sosial, judi online, pinjaman online yang tidak terkendali, penyalahgunaan narkoba, gaya hidup konsumtif, hingga perilaku yang dapat memicu penyakit menular seksual.
Menurutnya, berbagai pelanggaran tersebut umumnya berawal dari lemahnya pengendalian diri dan kurangnya rasa syukur. Karena itu, setiap prajurit diharapkan memperkuat iman, moral, dan nilai-nilai agama sebagai benteng utama dalam menjalankan kehidupan maupun tugas kedinasan.

Pangdam juga mengajak seluruh prajurit, PNS, dan Persit untuk memanfaatkan media sosial secara bijak dengan mendukung publikasi berbagai kegiatan positif satuan melalui akun resmi Kodam, Korem, Kodim, maupun satuan masing-masing.
“Publik perlu mengetahui berbagai pengabdian TNI kepada masyarakat. Karena itu, sebarkan informasi yang positif dan jangan mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang belum tentu benar,” pesannya.
Tak hanya berbicara mengenai tugas kedinasan, Pangdam juga mengingatkan seluruh personel agar mulai mempersiapkan kehidupan setelah masa pensiun. Ia mendorong prajurit memanfaatkan Program Wajib Perumahan (PWP), merencanakan usaha secara bertahap sesuai kemampuan, serta mempersiapkan pendidikan anak-anak sebagai investasi masa depan keluarga.

Usai memberikan pengarahan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dialog interaktif antara Pangdam XVII/Cenderawasih bersama prajurit, PNS, dan anggota Persit. Berbagai pertanyaan serta masukan disampaikan secara langsung sebagai bentuk komunikasi dan pembinaan kepada seluruh personel di jajaran Korem 173/PVB.
Pada kesempatan tersebut, Pangdam juga menyerahkan hadiah kepada prajurit dan anggota Persit yang berulang tahun pada Juli 2026, memberikan penghargaan kepada personel yang memasuki masa purnatugas, serta menyerahkan piagam penghargaan kenaikan pangkat luar biasa kepada Praka Dian Wahyudi, personel Yonif 753/Arga Vira Tama (AVT), yang resmi naik pangkat menjadi Kopral Dua atas dedikasi dan prestasinya.
Sebelum mengakhiri kegiatan di Makorem 173/PVB, Pangdam XVII/Cenderawasih menandatangani buku pesan dan kesan serta mengikuti rangkaian penutupan acara yang diakhiri dengan doa bersama.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XVII/Cenderawasih juga melaksanakan peninjauan ke Kantor Persit Koorcab Rem 173, SD Kartika, serta kebun ketahanan pangan milik Persit sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan organisasi, pendidikan, dan pemberdayaan keluarga prajurit.

Rangkaian kunjungan kerja Pangdam XVII/Cenderawasih dan Ketua Persit KCK Daerah XVII/Cenderawasih di wilayah Garnizun Nabire berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.
Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat soliditas, meningkatkan profesionalisme prajurit, serta memperkokoh sinergi antara TNI, Persit, dan masyarakat dalam mendukung tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.













