NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire : Papua Tengah | Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) Orang Asli Papua (OAP) yang berkualitas, unggul, dan mampu bersaing di tingkat nasional. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah mengirim 250 putra-putri Orang Asli Papua (OAP) dari berbagai kabupaten di Provinsi Papua Tengah untuk mengikuti program Bimbingan Belajar (Bimbel) persiapan seleksi masuk sekolah kedinasan tahun 2026.
Program tersebut secara resmi dibuka dan dilepas oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam acara yang berlangsung di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, kawasan Bandara Lama Nabire, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K), M.H.Kes, yang mewakili Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, didampingi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Papua Tengah Denci Meri Nawipa, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
Program bimbingan belajar ini menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk memperbesar peluang putra-putri Orang Asli Papua diterima di berbagai sekolah kedinasan milik pemerintah pusat yang selama ini menjadi jalur strategis mencetak aparatur negara profesional.
Dalam sambutan Gubernur Papua Tengah yang dibacakan oleh Pj Sekda Silwanus Sumule, pemerintah menegaskan bahwa pembangunan Papua Tengah tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga pada investasi sumber daya manusia.
“Bimbingan belajar ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya anak-anak Orang Asli Papua yang akan mengikuti seleksi sekolah kedinasan,” ujar Silwanus saat membacakan sambutan gubernur.
Menurutnya, kesempatan yang diberikan kepada para peserta merupakan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijaga dengan baik.

Para peserta akan menjalani proses pembinaan dan pembelajaran intensif di Kota Jayapura selama kurang lebih dua bulan sebelum menghadapi tahapan seleksi sekolah kedinasan.
Gubernur Papua Tengah melalui sambutannya menegaskan bahwa pemerintah daerah membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga memahami karakteristik, budaya, serta kebutuhan pembangunan di Papua Tengah.
Karena itu, sekolah kedinasan dipandang sebagai salah satu jalur penting untuk mencetak aparatur masa depan yang memiliki kapasitas profesional sekaligus memahami kondisi daerah asalnya.
“Pemerintah Provinsi Papua Tengah ingin semakin banyak putra-putri daerah yang mampu masuk ke sekolah kedinasan. Program ini merupakan langkah nyata untuk membuka akses pendidikan yang lebih baik dan menyiapkan aparatur masa depan yang memahami kebutuhan daerahnya sendiri,” tegasnya.

Pemerintah berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal agar mampu bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam arahannya, Gubernur Papua Tengah juga memberikan pesan khusus kepada seluruh peserta agar menjaga disiplin selama mengikuti program bimbingan belajar.
Ia menekankan bahwa keberhasilan masuk sekolah kedinasan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga kedisiplinan, kesehatan fisik, mental, serta karakter yang baik.
Para peserta diminta menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, maupun Provinsi Papua Tengah selama menjalani proses pembelajaran di Jayapura.
“Manfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh. Ikuti seluruh proses pembelajaran dengan tertib, patuhi arahan pembimbing, jaga kesehatan, dan hindari hal-hal yang dapat mengganggu tujuan utama kalian,” pesannya.
Menurut pemerintah, para peserta yang terpilih merupakan generasi muda yang telah memperoleh kesempatan istimewa sehingga diharapkan mampu menunjukkan keseriusan dan tanggung jawab selama mengikuti program tersebut.
Selain memberikan motivasi kepada para siswa, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga menaruh perhatian besar terhadap peran para pendamping dan pembina yang akan mendampingi peserta selama mengikuti bimbingan belajar.
Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada peserta, tetapi juga pada kualitas pembinaan dan pengawasan yang diberikan.
Para pendamping diminta untuk secara aktif memantau perkembangan belajar, kedisiplinan, serta kesiapan mental peserta selama berada di Jayapura.
“Keberhasilan program ini membutuhkan pengawasan dan kerja sama dari semua pihak. Para pendamping harus membimbing peserta secara serius dan memperhatikan perkembangan mereka selama proses pembelajaran berlangsung,” katanya.

Program bimbingan belajar sekolah kedinasan ini menjadi salah satu bentuk investasi jangka panjang Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam menciptakan generasi penerus yang siap mengisi berbagai sektor pelayanan publik.
Dengan semakin banyak putra-putri Orang Asli Papua yang berhasil masuk sekolah kedinasan, pemerintah optimistis akan lahir sumber daya manusia unggul yang mampu berkontribusi langsung dalam pembangunan Papua Tengah di masa depan.
Melalui program tersebut, Pemprov Papua Tengah berharap peluang masyarakat asli Papua untuk mengakses pendidikan kedinasan semakin terbuka dan mampu melahirkan aparatur yang profesional, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap kemajuan daerah.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Papua Tengah secara resmi membuka sekaligus melepas peserta Bimbingan Belajar Putra-Putri Orang Asli Papua Tahun 2026.
“Atas pertolongan Tuhan Yang Maha Esa, kegiatan Pembukaan dan Pelepasan Siswa Bimbingan Belajar Putra/Putri Orang Asli Papua Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” tutupnya.













