NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire |Semangat persatuan, kepedulian, dan dukungan terhadap Program Strategis Nasional kembali menguat di Kabupaten Nabire. Bertempat di Balai Kampung Sanoba, Kerukunan Suku Nayak/Jayawijaya Jumat 5/12/2025 menggelar kegiatan bakti sosial kemanusiaan yang sarat makna, sebagai wujud nyata sinergi masyarakat adat dengan Pemerintah Pusat dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan Papua Tengah.

Ratusan warga tampak memadati lokasi kegiatan untuk menerima 100 paket sembako yang disalurkan bagi masyarakat. Tak hanya itu, bantuan inventaris kerukunan juga diserahkan sebagai penguatan kelembagaan adat, berupa 5 unit kipas angin, 50 kursi stainless steel, 2 unit laptop, 2 unit printer, perlengkapan ATK, serta 1 unit speaker bluetooth. Bantuan ini menjadi simbol konkret hadirnya negara dalam memperkuat sendi-sendi sosial masyarakat adat.
Kegiatan diawali dengan doa adat, yang dipimpin tokoh agama setempat, menandai kuatnya kolaborasi antara nilai budaya dan semangat kebangsaan. Dalam sambutannya, Kepala Suku Nayak/Jayawijaya, Piter Hubi, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pembagian bantuan, tetapi juga merupakan ajakan moral untuk menjaga kedamaian dan persaudaraan di Papua Tengah.
“Hari ini bukan hanya tentang sembako. Ini tentang hati kita, tentang persaudaraan kita. Pemerintah Pusat telah hadir membawa berkat, tetapi menjaga kedamaian adalah tugas kita bersama. Suku Nayak/Jayawijaya harus menjadi contoh bahwa Papua Tengah bisa hidup dalam keamanan, damai, dan penuh kerukunan,” ujar Piter Hubi disambut tepuk tangan warga.

Ia juga secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Pemerintah Pusat atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat adat di Nabire. “Kami merasa dihargai, didukung, dan diperhatikan. Bantuan ini akan kami jaga untuk memperkuat persatuan dan mendukung setiap program pemerintah demi kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Kerukunan Suku Nayak/Jayawijaya, Yoan Asso, menyatakan bahwa masyarakat adat berkomitmen untuk terus menjaga Papua Tengah tetap aman, damai, dan bersatu. Ia menegaskan bahwa kerja sama dengan pemerintah merupakan langkah strategis menuju masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Papua.

“Kami akan terus menjadi bagian dari solusi. Kerukunan adalah tiang kokoh rumah besar Papua Tengah, dan kedamaian adalah warisan yang harus dijaga selamanya. Terima kasih kepada Pemerintah Pusat. Tuhan memberkati kita semua,” tutup Yoan Asso.
Diketahui, kegiatan sosial ini merupakan pelaksanaan ketiga, setelah sebelumnya digelar pada 21 dan 31 Oktober 2025. Bantuan inventaris yang diserahkan merupakan hasil pengajuan sebelumnya yang baru terealisasi pada kegiatan kali ini. Acara pun ditutup dengan doa bersama sebagai simbol harapan akan masa depan Papua Tengah yang lebih damai dan sejahtera.













