Ngopi Bareng Jadi Kunci Stabilitas, Kisah Meki Nawipa dan Alfred Papare Bangun Papua Tengah

By BusurNabire.id
Selasa, 31 Maret 2026 11:52 WIB | 62 Views
Ngopi Bareng Jadi Kunci Stabilitas, Kisah Meki Nawipa dan Alfred Papare Bangun Papua Tengah (Foto: Busur Nabire)

NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire: Papua Tengah | Siapa sangka, di balik dinamika keamanan dan pembangunan di Papua Tengah, banyak keputusan penting justru lahir dari suasana sederhana di meja kecil, ditemani secangkir kopi hangat.

Cerita unik ini diungkap langsung oleh Meki Nawipa dalam momen pisah sambut Kapolda Papua Tengah di Aula Mapolres Nabire, Selasa 31 Maret 2026. Dalam suasana penuh kehangatan, ia mengenang kebersamaannya dengan Alfred Papare yang jauh dari kesan formal.

“Jarang sekali saya panggil beliau secara resmi ke kantor,” ungkap Meki Nawipa. “Lebih sering saya ajak, ‘Mari kita minum kopi.’ Dari situ justru lahir banyak solusi untuk Papua Tengah.”

Ngopi Bareng Jadi Kunci Stabilitas, Kisah Meki Nawipa dan Alfred Papare Bangun Papua Tengah (Foto: Busur Nabire)

Bagi Meki, kopi bukan sekadar minuman. Ia menjadi simbol ruang dialog tanpa sekat jabatan tempat ide, strategi, dan solusi dirumuskan dengan jujur dan terbuka.

Kisah itu semakin bermakna saat Meki mengingat salah satu momen krusial di awal kepemimpinannya, ketika konflik di wilayah Puncak Jaya memanas. Situasi saat itu penuh tekanan dan berpotensi meluas.

Namun, pendekatan berbeda justru ditunjukkan Alfred Papare.

“Beliau bilang, ‘Pak Gubernur, sabar dulu. Saya turun dulu, atur dulu.’ Dan benar, beliau datang untuk meredam, bukan memperkeruh,” kenang Meki.

Pendekatan humanis itulah yang dinilai menjadi kunci. Bukan sekadar mengandalkan kekuatan, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat, membangun komunikasi, dan memulihkan kepercayaan.

Menurut Meki, tidak semua pemimpin memiliki cara pandang seperti itu.

Di sisi lain, Alfred Papare mengakui bahwa membangun institusi kepolisian di Papua Tengah bukanlah pekerjaan mudah. Ia menyebut dirinya dan jajaran sebagai perintis di wilayah baru, bukan sekadar melanjutkan sistem yang sudah mapan.

“Tugas ini tidak ringan. Kami datang tanpa peta jalan yang jelas. Tapi dengan dukungan pemerintah daerah, semua tantangan bisa kita lewati,” ujarnya.

Baca Juga  Geger! Mayat Pria Ditemukan di Nabire Barat, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
Ngopi Bareng Jadi Kunci Stabilitas, Kisah Meki Nawipa dan Alfred Papare Bangun Papua Tengah (Foto: Busur Nabire)

Ia menegaskan, peran pemerintah daerah terutama Gubernur Papua Tengah—sangat penting dalam memastikan stabilitas keamanan berjalan seiring dengan program pembangunan.

Menariknya, hubungan kerja antara gubernur dan kapolda ini tidak selalu dibangun lewat jalur formal. Justru, komunikasi paling efektif terjadi dalam suasana santai.

Tak jarang, undangan diskusi hanya berupa pesan singkat: ajakan ngopi di rumah. Dari pertemuan sederhana itulah, keduanya membaca situasi daerah, bertukar pandangan, hingga merumuskan langkah strategis.

“Dari situ kami tahu ada hal penting yang harus dibicarakan,” kata Papare.

Kisah ini menjadi gambaran bahwa di balik kompleksitas Papua Tengah, pendekatan sederhana komunikasi, kepercayaan, dan kebersamaan justru menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas.

Di malam pisah sambut yang penuh haru itu, publik tak hanya menyaksikan pergantian kepemimpinan, tetapi juga sebuah cerita tentang bagaimana hubungan yang tulus mampu melahirkan solusi bagi daerah.

Berita Terkait

WhatsApp Image 2026-04-02 at 13.08.35
Polda Papua Tengah mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H
Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah Beserta Staf dan Jajaran mengucapkan Selamat Hari Raya NYE
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup