NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Di bawah teduhnya halaman rumah sederhana di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Karang Tumaritis, semangat kebersamaan masyarakat adat Yapen Waropen bangkit kembali.

Pada 2 Desember 2025, kediaman Ir. Yohanes Maniani Kepala Suku Besar Yapen Waropen Provinsi Papua Tengah menjadi saksi pertemuan penuh makna yang bukan hanya tentang pembagian sembako, tetapi tentang panggilan bersama untuk menjaga damai dan mendukung pembangunan bangsa.
Di hadiri dari berbagai unsur masyarakat adat hadir membawa harapan. Mereka datang bukan sekadar untuk menerima bantuan, tetapi untuk mendengar pesan penyatuan yang penting bagi masa depan Nabire dan Papua Tengah.
Acara itu juga dihadiri oleh Sekretaris MRP Papua Tengah, Daniel Maipon, Sekretaris Kerukunan Keluarga Ansus Kabupaten Nabire, James Arongger, tokoh perempuan adat, pemuda, serta para kepala keluarga Yapen Waropen.
Dalam suasana hangat dan penuh perhatian, Ir. Yohanes Maniani berdiri di depan masyarakatnya, menyampaikan pesan mendalam yang menggetarkan hati.

“Kita ini pemilik tanah dan pewaris budaya. Jika tidak bersatu menjaga kedamaian, maka pembangunan tidak akan pernah berjalan. PSN adalah warisan untuk anak cucu kita. Kita harus ikut mengawal dan mendukungnya,” ucapnya tegas namun penuh ketulusan.
Pesannya bukan sekadar seruan, tetapi pengingat bahwa masyarakat adat memiliki peranan besar sebagai penyangga keamanan dan penjaga harmoni di tanah Papua.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan nasional yang kini menyentuh berbagai wilayah Papua Tengah bukan hanya proyek pemerintah, tetapi peluang besar bagi generasi muda untuk mendapatkan pendidikan lebih baik, fasilitas kesehatan yang layak, dan ruang ekonomi yang lebih luas.
“Kita jaga keamanan bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan keluarga kita sendiri,” tambahnya.
Ajakan itu menggugah banyak hati peserta, terutama generasi muda yang hadir mendengarkan dengan penuh harapan.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian sembako kepada masyarakat. Ada senyum, ada haru, dan ada rasa syukur yang terlihat jelas di wajah peserta.
Perwakilan Dewan Adat Perempuan Yapen Waropen, Yeni Finatoba, dengan suara bergetar menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden, karena bantuan ini menunjukkan bahwa negara hadir. Bantuan ini sangat berarti bagi banyak keluarga kami,” ujarnya.
Namun, lebih dari bantuan sembako itu sendiri, Yeni menekankan nilai kebersamaan dan rasa syukur sebagai hal terpenting.

“Semoga ini menjadi berkat yang membawa kita semakin bersatu menjaga kedamaian dan membangun daerah,” katanya.
Kegiatan yang berjalan dengan baik itu ditutup dengan doa yang dipanjatkan bersama. Nada doa mengalun lembut, penuh harapan agar damai selalu menyertai masyarakat Yapen Waropen di Nabire.
Suasana ramah tamah yang menyusul setelahnya menghadirkan percakapan hangat, tawa ringan, dan pelukan hangat antar sesama warga. Di antara kesederhanaan itu, masyarakat merasakan ikatan persaudaraan yang semakin kuat.
Pertemuan itu bukan sekadar acara sosial, melainkan titik penguatan tekad masyarakat adat untuk menjadi bagian penting dalam pembangunan Nabire dan Papua Tengah.
Mereka pulang membawa sembako, tetapi lebih dari itu mereka membawa harapan dan semangat baru untuk menjaga daerah agar tetap aman, bersatu, dan terus bertumbuh.













