NEWS.BUSURNABIRE.ID – MIMIKA | Kekecewaan mendalam dirasakan oleh para atlet muda bola basket dari Kabupaten Mimika. Harapan mereka untuk kembali mengharumkan nama daerah dalam ajang Multi Event Basketball Provinsi Papua Tengah Tahun 2025 terpaksa kandas di tengah jalan.
Pasalnya, tim basket Mimika yang dua tahun berturut-turut meraih gelar juara umum, gagal tampil pada tahun ketiga karena tidak adanya dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Mimika.

Sekretaris Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kabupaten Mimika, Reddy Wijaya, menjelaskan bahwa tahun ini menjadi tahun pertama pelaksanaan kegiatan diserahkan ke masing-masing kabupaten untuk pembiayaan, setelah dua tahun sebelumnya didukung penuh oleh pemerintah provinsi.
“Tahun pertama dan kedua dulu masing-masing kabupaten hadir didukung oleh provinsi. Nah, tahun ketiga ini dikembalikan ke daerah atau ke Pemkab masing-masing untuk biaya dan semua anggarannya,” ujar Reddy kepada media ini, Kamis (30/10/2025).
Reddy tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya. Ia menilai keputusan ini sangat disayangkan karena telah memupus semangat dan mimpi para atlet muda Mimika yang sudah berlatih keras sepanjang tahun.
“Dari saya pribadi sangat sedih dan menyayangkan hal ini. Ini mimpi adik-adik kita yang sudah berjuang dan berharap bisa tampil tahun ini,” ucapnya dengan nada kecewa.
Lebih lanjut, Reddy menjelaskan bahwa jika Mimika baru bisa ikut tahun depan, maka formasi tim akan berbeda, karena kategori usia pemain dalam kompetisi ini terus berganti setiap tahunnya.
“Berarti nanti yang main adalah junior-juniornya, karena tiap tahun beda pemain dilihat dari usia. Anak-anak yang sekarang sebenarnya punya peluang besar, tapi kesempatan itu hilang,” katanya.
Padahal, para atlet muda Mimika telah melakukan persiapan dan latihan intensif sejak awal tahun 2025. Namun semua kerja keras itu kini sia-sia karena tidak ada biaya untuk keberangkatan dan akomodasi mereka ke Nabire, tempat penyelenggaraan ajang tersebut.
“Mereka sudah latihan dari awal tahun ini. Tahun depan misalkan bisa ikut, pemainnya sudah beda lagi. Jadi mimpi mereka tahun ini benar-benar putus di tengah jalan,” imbuh Reddy.
Multi Event Basketball Papua Tengah sendiri merupakan ajang penting bagi atlet muda untuk mengasah kemampuan, membangun mental kompetitif, dan menjadi batu loncatan menuju jenjang yang lebih tinggi seperti kompetisi antaruniversitas atau nasional.
Reddy menambahkan bahwa pihaknya telah mencoba berkoordinasi dengan Pemkab Mimika terkait situasi ini, namun hasilnya tetap nihil karena tidak adanya alokasi dana untuk kegiatan olahraga tersebut.
“Mau bagaimana lagi, semua kecewa. Anak-anak kecewa, pelatih kecewa, kami juga kecewa. Karena kesempatan tahun ini tidak akan bisa diulang lagi,” pungkasnya dengan nada berat.
Untuk diketahui, Multi Event Basketball Papua Tengah Tahun 2025 digelar di Lapangan Basket SMA Negeri 1 Nabire mulai 29 Oktober hingga 1 November 2025.
Turnamen ini diikuti oleh tujuh kabupaten dengan pembagian grup:
- Grup A: Kabupaten Dogiyai, Intan Jaya, Puncak Jaya, dan Nabire.
- Grup B: Kabupaten Deiyai, Paniai, dan Puncak.
Absennya Mimika tahun ini menjadi kehilangan besar bagi dunia basket Papua Tengah, karena tim tersebut dikenal sebagai salah satu kekuatan utama di arena bola basket provinsi.













