NEWS.BUSURNABIRE.ID – Puncak | Ibadah Kebangkitan Kebangunan Rohani (KKR) kembali hadir sebagai momen penting yang memperkokoh iman, menyegarkan semangat, dan mempererat kebersamaan jemaat di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah. Pada Rabu, 29 Oktober 2025, Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah melalui Pokja Agama menggelar KKR dengan tema “Seruan dari Dalam Kesusahan” di Gereja GKII Bethel Kampung Jenggernok, Distrik Gome.

Kegiatan rohani ini dipimpin langsung oleh Pdt. Giman Magai, S.Th, anggota Pokja Agama MRP Papua Tengah, yang dikenal sebagai tokoh agama yang aktif dalam pelayanan spiritual dan sosial di Kabupaten Puncak. Ibadah dihadiri sekitar 80 jemaat, Kepala Distrik Gome Agustinus Murib, S.IP, serta para tokoh agama dan jemaat setempat.
Kehadiran KKR ini bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi menjadi simbol penguatan iman, penyemangat hidup, dan bukti nyata perhatian lembaga budaya dan pemerintah kepada masyarakat pedalaman Papua.

KKR dimulai dengan pujian dan penyembahan yang dipimpin Pdt. Giman Magai. Jemaat menyanyikan “Segala Puji Syukur” sebagai ungkapan rasa syukur atas kehadiran Tuhan di tengah hidup mereka. Suasana ibadah semakin hidup dengan pujian “Tiap Langkahku”, “Ku Siapkan Hatiku Tuhan”, dan “Bagi Tuhan Tidak Ada yang Mustahil”. Pujian ini menjadi pengantar untuk membuka hati jemaat, mempersiapkan mereka menerima Firman Tuhan, serta membangkitkan semangat rohani yang mendalam.
Selanjutnya, Pdt. Giman memimpin doa pembukaan, diikuti dengan pembacaan Firman Tuhan yang menjadi inti KKR kali ini. Firman Tuhan yang dibacakan diambil dari Mazmur 130:7-8 dengan perikop “Seruan Dari Dalam Kesusahan”:
Mazmur 130:7 – “Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.”
Mazmur 130:8 – “Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.”
Dalam khotbahnya, Pdt. Giman menekankan bahwa pengharapan sejati tidak terletak pada kekuatan manusia, melainkan pada kasih setia Tuhan dan janji-Nya untuk pembebasan. Ia mengajak jemaat untuk meneladani penantian penjaga fajar yang tidak pernah gagal menantikan matahari terbit. Artinya, pengharapan kepada Tuhan adalah pasti, tidak pernah gagal, dan akan membawa pembebasan dari segala kesulitan.

Pdt. Giman menekankan bahwa melalui pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib, setiap orang yang percaya menerima pengampunan dan pembebasan dari belenggu dosa. Beliau menegaskan:
“Pengampunan dan pembebasan yang kita terima adalah anugerah, bukan karena usaha manusia. Karena itu, jangan pernah jauh dari Tuhan, sebab di dalam Dia ada hidup dan kelepasan.”
Suasana ibadah semakin khidmat ketika jemaat diajak untuk menyanyikan pujian syukur “Terimakasih Tuhan” dan “El Shaddai”, memohon agar berkat Tuhan menyertai langkah mereka dalam menghadapi tantangan hidup sehari-hari. KKR ini menjadi momen penguatan iman, penghiburan rohani, dan pengingat bahwa Tuhan senantiasa hadir dalam setiap kesulitan.

Selain penguatan rohani, KKR kali ini juga diwarnai oleh bantuan sosial nyata. MRP Papua Tengah menyerahkan bantuan Bahan Makanan (Bama) kepada jemaat GKII Bethel Kampung Jenggernok sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas. Pdt. Giman secara simbolis menyerahkan bantuan ini, yang terdiri dari:
• Mie Instan: 70 karton
• Beras 15 Kg: 50 karung
• Bumbu dapur, kopi, gula, dan minyak goreng dalam jumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari

“Sebagai anggota Majelis Rakyat Papua, saya merasa terpanggil untuk hadir di tengah-tengah masyarakat, terutama di situasi yang penuh tantangan seperti saat ini. Bantuan Bama ini adalah wujud nyata kepedulian kita sebagai sesama anak bangsa. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban dan memberi semangat bagi Hamba-hamba Tuhan dan jemaat yang membutuhkan.”
Kepala Distrik Gome, Agustinus Murib, menyampaikan apresiasi atas perhatian MRP Papua Tengah. Menurutnya, kehadiran bantuan ini tidak hanya meringankan kebutuhan fisik, tetapi juga meningkatkan semangat pelayanan jemaat di tengah keterbatasan akses ekonomi dan sosial.

KKR di Distrik Gome menekankan bahwa iman yang kokoh tercermin dalam kebersamaan dan kepedulian. Dalam kondisi pedalaman yang sering terbatas akses layanan, ibadah seperti ini menjadi sumber harapan, penghiburan, dan kekuatan spiritual. Jemaat diingatkan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka, dan setiap kesusahan dapat dihadapi dengan pengharapan yang teguh kepada-Nya.
Melalui doa, pujian, dan pembacaan Firman Tuhan, jemaat diajak untuk:
- Memperkokoh iman melalui pengharapan dan ketergantungan penuh kepada Tuhan.
- Merasakan kehadiran negara dan lembaga budaya melalui MRP Papua Tengah yang hadir untuk mendengar dan memperhatikan kebutuhan masyarakat pedalaman.
- Menguatkan solidaritas dan kebersamaan antar jemaat dan tokoh agama, menciptakan rasa persaudaraan dan kepedulian yang nyata.
KKR bukan sekadar ritual ibadah, tetapi menjadi gerakan spiritual dan sosial yang menyentuh hati jemaat, menguatkan iman mereka, dan mempererat persatuan masyarakat dalam menjalankan pelayanan kepada Tuhan.
Seluruh rangkaian kegiatan KKR ditutup dengan doa berkat, ucapan syukur, dan foto bersama Pdt. Giman Magai, tokoh agama, serta jemaat GKII Bethel Kampung Jenggernok. Kegiatan ini diakhiri pukul 12.35 WIT dengan suasana damai dan penuh sukacita.

Melalui KKR, jemaat diingatkan bahwa pengharapan kepada Tuhan adalah jaminan untuk mendapatkan pembebasan dan penghiburan, meskipun dalam kondisi kesusahan dan keterbatasan. Bantuan Bama yang disalurkan pun menjadi simbol kasih nyata Tuhan melalui sesama, memperlihatkan bahwa pelayanan rohani dan sosial dapat berjalan bersamaan.
Pdt. Giman menutup kegiatan dengan mengajak jemaat untuk selalu bersyukur, mengandalkan kasih setia Tuhan, dan melayani sesama dengan penuh semangat. Kehadiran MRP Papua Tengah melalui KKR dan bantuan Bama memberikan inspirasi bahwa iman yang kokoh akan selalu membawa kesejahteraan rohani dan sosial bagi umat Tuhan, terutama di daerah pedalaman Papua.
Ibadah Kebangkitan Kebangunan Rohani (KKR) yang digelar di Gereja GKII Bethel Kampung Jenggernok bukan sekadar kegiatan keagamaan biasa. KKR kali ini menjadi sarana penguatan iman, mendorong jemaat untuk tetap berharap di tengah kesusahan, dan menumbuhkan solidaritas melalui bantuan sosial.
Dengan tema “Seruan dari Dalam Kesusahan”, jemaat belajar bahwa dalam setiap kesulitan, Tuhan selalu ada untuk membebaskan, menolong, dan menguatkan. Kehadiran MRP Papua Tengah, pujian penyembahan, Firman Tuhan yang disampaikan dengan penuh hikmat, serta bantuan Bama yang diserahkan dengan tulus, semua berpadu menciptakan momen rohani yang tak terlupakan.
KKR ini membuktikan bahwa iman yang teguh bukan hanya soal doa dan pujian, tetapi juga kasih nyata dalam tindakan sosial, yang bersama-sama memperkokoh komunitas dan menjadikan pelayanan kepada Tuhan lebih bermakna. Jemaat GKII Bethel Kampung Jenggernok kini tidak hanya diperkuat secara rohani, tetapi juga mendapat dorongan nyata untuk terus melayani Tuhan dan sesama, di tengah tantangan hidup sehari-hari.













