>

Kapolres Nabire AKBP Samuel Pimpin Evakuasi 362 Warga Usai Aksi Brutal KKB Aibon Kogoya

By BusurNabire.id
Senin, 20 Oktober 2025 03:50 WIB | 306 Views
Kapolres Nabire AKBP Samuel Pimpin Evakuasi 362 Warga Usai Aksi Brutal KKB Aibon Kogoya (Foto: Busur Nabire)

NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Aksi brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya kembali mengguncang Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, pada Jumat (17/10/2025). Dalam serangan bersenjata di wilayah Kalisemen, kelompok itu menembaki lima warga sipil dan empat anggota Polri, menewaskan satu warga sipil di lokasi kejadian.

Ketegangan segera menyebar ke kawasan Kilo 64, 74, dan 80 — area pendulangan emas yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Rasa takut dan panik membuat ratusan warga meninggalkan rumah, kebun, serta ladang mereka untuk mencari perlindungan di tempat yang lebih aman.

Selama tiga hari, Polres Nabire di bawah komando Kapolres AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., melakukan evakuasi besar-besaran demi menyelamatkan warga dari ancaman lanjutan kelompok bersenjata tersebut.

Kapolres Nabire AKBP Samuel Pimpin Evakuasi 362 Warga Usai Aksi Brutal KKB Aibon Kogoya (Foto: Busur Nabire) (Foto: Busur Nabire)

Kepada awak media News.busurnabire.id, Kapolres Nabire Kapolres didampingi Wakapolres KOMPOL Dr. Piter Kendek, S.Sos., M.M., dan Kasi Propam IPTU Wido Purwanto menjelaskan bahwa proses evakuasi dilakukan sejak Sabtu hingga Minggu (18–19 Oktober 2025) dengan melibatkan tim gabungan TNI–Polri.

“Total ada 362 warga yang berhasil kita evakuasi ke Nabire selama dua hari. Sebanyak 126 orang pada Sabtu dan 236 orang pada Minggu,” ungkap Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., usai memimpin langsung proses evakuasi pada Minggu malam (19/10/2025).

Menurutnya, warga yang berhasil diselamatkan ditampung sementara di halaman Mapolres Nabire sebelum dijemput oleh keluarga masing-masing. Seluruh warga terlebih dahulu didata oleh petugas untuk memastikan keamanan dan identitas mereka.

“Puji Tuhan, Alhamdulillah, proses berjalan aman dan lancar. Dalam perjalanan menuju Nabire, tidak ditemukan keberadaan kelompok bersenjata. Namun kami tetap waspada penuh,” ujar Kapolres.

Kapolres menjelaskan bahwa medan yang dilalui selama proses evakuasi tidaklah mudah. Jalur Trans Nabire–Dogiyai dikenal berkelok tajam, diapit hutan lebat dan sungai kecil.

Baca Juga  Kapolda Papua Tengah Resmikan Kantor PP Polri Nabire, HUT PP Polri ke-27 Perkuat Sinergi Purnawirawan dan Polri Presisi

“Kami mengevakuasi warga mulai pukul 14.00 WIT. Karena membawa banyak orang, kami sengaja memperlambat laju kendaraan agar tidak terjadi kecelakaan atau hal-hal yang tidak diinginkan. Total perjalanan sekitar empat hingga lima jam,” jelas AKBP Samuel.

Setiap konvoi evakuasi dikawal ketat oleh personel bersenjata lengkap. Di tengah risiko serangan susulan, aparat tetap fokus menjaga keselamatan seluruh warga yang diselamatkan.

“Rekan-rekan kita ini bergerak tanpa henti, menjemput saudara-saudara kita yang merasa tidak aman sejak kejadian penembakan Jumat lalu,” ujarnya dengan nada haru.

Kapolres mengakui, sebagian besar warga yang dievakuasi masih mengalami trauma mendalam. Banyak dari mereka sempat bersembunyi di hutan selama berjam-jam bahkan berhari-hari sebelum ditemukan oleh aparat.

“Mereka butuh waktu untuk pulih. Kami berupaya memberikan rasa aman agar mereka tidak merasa sendirian,” tambahnya.

Ia juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu menyesatkan pasca kejadian.

“Tanggung jawab keamanan bukan hanya di pundak Polri dan TNI, tapi tugas kita semua. Mari kita saling menguatkan dan membantu dalam informasi demi menjaga Nabire tetap aman,” tegas AKBP Samuel.

Dalam insiden penembakan di Kalisemen, empat anggota Polri menjadi korban tembak. Tiga di antaranya mengalami luka akibat serpihan peluru dan kini menjalani perawatan di RSUD Nabire, sedangkan satu anggota lainnya akan dirujuk ke Rumah Sakit Kramat Yatim karena proyektil peluru menempel di bahu kiri.

“Ketiganya sudah sadar dan dalam proses pemulihan. Untuk satu rekan kami, masih akan dilakukan tindakan lanjutan,” terang Kapolres Nabire.

Meskipun dalam suasana duka dan penuh tekanan, semangat para aparat di lapangan tidak surut. Mereka terus melakukan patroli dan pengamanan di sepanjang jalur Trans Nabire–Dogiyai guna mencegah serangan lanjutan dari kelompok bersenjata.

Baca Juga  Wakil Bupati Nabire Apresiasi Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar 2026, Bangga Tim Cerdas Cermat Raih Juara I

Untuk memastikan keamanan pascakejadian, Polres Nabire telah menambah 14 personel di Polsek Uwapa dan memperkuat tim SAMAPTA Polres Nabire guna melaksanakan patroli rutin di sepanjang jalur Trans Nabire.

“Kami tahu kondisi kita terbatas, tapi kami berupaya semaksimal mungkin. Setiap hari kami melaksanakan patroli, bahkan kadang tidak menggunakan kendaraan dinas agar pergerakan tidak mudah diketahui,” jelasnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi keamanan adaptif agar masyarakat tetap merasa terlindungi meski situasi belum sepenuhnya pulih.

“Kami mohon maaf belum bisa menjaga seluruh wilayah secara sempurna, tapi kami tidak akan tinggal diam,” tegas AKBP Samuel.

Dalam keterangannya, Kapolres juga menyoroti kondisi medan di lokasi kejadian yang sangat sulit diakses.

“Kawasan itu berbukit dan berhutan lebat. Kalau kita paksakan pengejaran jauh ke dalam, dikhawatirkan justru menimbulkan korban baru di pihak masyarakat yang masih bekerja di ladang,” terangnya.

Meski demikian, Kapolres memastikan bahwa pengejaran terhadap pelaku penembakan tetap dilakukan dengan memperhatikan keselamatan warga.

“Kami tidak akan berhenti. Tapi kami juga utamakan keselamatan masyarakat,” tambahnya.

Menutup wawancara, Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu menegaskan komitmen kepolisian untuk terus menjaga keamanan di wilayah Papua Tengah, khususnya Kabupaten Nabire.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh doa dan kerja sama seluruh masyarakat. Kalau ada informasi sekecil apa pun, segera laporkan. Kami pasti tindak lanjuti,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat berhati-hati saat melintas menuju wilayah Dogiyai, Deiyai, dan Paniai, sebab jalur tersebut masih dalam pengawasan ketat aparat.

“Kami akan terus patroli dan sterilisasi area demi menjaga keamanan warga yang beraktivitas di jalan Trans Nabire,” pungkasnya.

Berita Terkait

🌙 Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah 🌙 Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, S.H., bersama Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos., M.Si., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan di seluruh Indonesia. "Momentum Tahun Baru Islam hendaknya menjadi waktu yang tepat untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian sosial demi terwujudnya Papua Tengah yang aman, damai, maju, dan sejahtera," ujar Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley. Keduanya juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat Hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai inspirasi untuk terus bekerja, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan daerah serta menjaga persatuan dalam keberagaman. "Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan kemudahan bagi seluruh masyarakat Papua Tengah dalam menjalani kehidupan serta membangun daerah yang kita cintai bersama," tutup mereka. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah untuk Papua Tengah yang Harmonis, Maju, dan Sejahtera.
Ucapan Kapolda Papua Tengah Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah 🌙 Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., beserta Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Papua Tengah dan Indonesia. "Pergantian Tahun Baru Islam merupakan momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Mari kita jadikan nilai-nilai hijrah sebagai inspirasi untuk terus berbuat kebaikan, menjaga persatuan, dan mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah," ujar Kapolda Papua Tengah. Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarumat beragama demi terciptanya Papua Tengah yang aman, damai, dan harmonis. "Semoga di tahun yang baru ini Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, keberkahan, dan perlindungan-Nya kepada kita semua, serta memberikan kekuatan dalam menjalankan tugas dan pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tutup Brigjen Pol. Jermias Rontini. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik, Papua Tengah yang Aman, Damai, dan Sejahtera. #TahunBaruIslam1448H, #Muharram1448H, #KapoldaPapuaTengah, #JermiasRontini, #WakapoldaPapuaTengah, #PapuaTengah, #PolriUntukMasyarakat, #Hijrah1448H, #BusurNabire, #PapuaDamai
🌙 Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.Semoga pergantian tahun ini men
WhatsApp Image 2026-03-19 at 23.10.55
WhatsApp Image 2026-03-20 at 22.08.45
Selamat-Hari-Lahir-4-1024x1024
Terbaru
Berita Populer
Nasional
Topik Populer
Anda tidak boleh menyalin konten halaman milik News.busurnabire.id ini
Tutup
Tutup