NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire | Masyarakat di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, kembali dibuat resah oleh gangguan jaringan data Telkomsel yang hilang tanpa pemberitahuan resmi. Dalam dua hari terakhir, sinyal data Telkomsel dilaporkan dua kali hilang dalam sehari, menimbulkan keresahan dan kerugian bagi para pengguna.
Gangguan pertama terjadi pada Jumat (17/10/2025), disusul gangguan serupa pada Sabtu (18/10/2025) dua kali pagi dan Sore. Salah satu warga Nabire, Yono, mengaku kecewa karena peristiwa seperti ini sudah sering terjadi tanpa penjelasan yang jelas dari pihak penyedia layanan.
“Sudah dua kali dalam sehari jaringan hilang. Tidak ada konfirmasi, dan pelayanan Telkomsel selalu saja mengecewakan pelanggan di Papua Tengah,Khusunya di Nabire” ujar Yono, Sabtu (18/10/2025).

Gangguan jaringan tersebut berdampak luas, terutama bagi pelaku usaha kecil dan pengguna layanan berbasis internet. Aktivitas seperti transaksi BRI Link, pengisian BBM di SPBU, hingga belanja digital sempat lumpuh total akibat sinyal data yang tidak stabil.
“Gangguan seperti ini membuat usaha yang menggunakan jaringan lumpuh. Banyak pelanggan batal transfer, dan pengisian BBM di SPBU sempat tertunda karena sistem pembayarannya pakai data,” keluh Yono.
Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat berharap pihak Telkomsel segera memberikan klarifikasi dan memperbaiki kualitas layanan, mengingat ketergantungan masyarakat terhadap internet kini sangat tinggi.
Dilansir dari Infonabire.com, jaringan internet di Nabire kembali lumpuh total pada Sabtu (18/10/2025) sore. Penyebabnya, kabel fiber optik milik Palapa Ring Timur mengalami kerusakan akibat bencana alam di jalur Nabire–Kigamani.
Kepala Telkom Nabire, Suhendar, membenarkan adanya gangguan tersebut. Ia mengatakan, tim dari Palapa Ring Timur masih berupaya melakukan penyambungan di titik kerusakan. Namun proses perbaikan sempat terhambat karena lokasi berada di daerah rawan.
“Sedang terjadi gangguan kabel fiber milik Palapa Ring Timur akibat bencana alam. Tim sedang melakukan penyambungan, tapi prosesnya sedikit terhambat karena berada di lokasi rawan,” ujar Suhendar kepada Infonabire.com, Sabtu (18/10) sore.
Berdasarkan data Reason For Outage (RFO) yang diterima redaksi, gangguan terdeteksi di segmen Nabire–Kigamani dengan nomor tiket #251018.305.WHA.01. Kerusakan terjadi di titik 146 kilometer dari NOC Nabire, dan dikategorikan sebagai bencana alam (INLAND) pada proyek 15 B Fiber Optic.
Meski telah dilakukan percepatan link up sementara (temporary), Suhendar menyebut bahwa proses restorasi permanen masih dalam tahap koordinasi dengan tim teknis.
“Untuk restorasi permanennya nanti akan diinformasikan lebih lanjut,” jelasnya.
Sebelumnya, jaringan internet di Nabire — baik IndiHome maupun Telkomsel 4G — sempat hilang total pada Jumat (17/10) siang. Sinyal kembali normal beberapa jam kemudian, namun kembali terganggu pada Sabtu (18/10) sekitar pukul 15.50 WIT.
Saat dikonfirmasi mengenai estimasi waktu perbaikan, Suhendar menyebut,
“Estimasi 30 menit hingga 1 jam, Pak.”
Peristiwa gangguan jaringan ini bukan yang pertama kali terjadi. Dalam beberapa bulan terakhir, laporan serupa di wilayah Papua Tengah, khususnya Nabire, semakin sering terdengar. Kondisi tersebut dinilai menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap operator terbesar di Indonesia tersebut.
Dengan semakin vitalnya peran internet dalam kegiatan ekonomi, sosial, dan pemerintahan, masyarakat berharap Telkomsel tidak hanya memperluas jangkauan layanan, tetapi juga memastikan stabilitas jaringan di wilayah timur Indonesia agar tidak terus merugikan pelanggan.
Sebagai langkah alternatif, awak media News.BusurNabire.id untuk sementara menggunakan jaringan Starlink agar tetap dapat memberikan informasi terkini kepada masyarakat tanpa hambatan.













