NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire |Kabupaten Nabire, Papua Tengah, kembali menjadi sorotan nasional setelah diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 pada Jumat, 19 September 2025. Guncangan hebat itu membuat warga panik, rumah-rumah retak, fasilitas publik rusak, dan serta telekomunikasi sempat lumpuh berjam-jam.

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, gempa di Nabire seakan bukan hal baru. Daerah ini memang dikenal rawan gempa, bahkan beberapa kali mengalami bencana dengan dampak cukup besar. Pertanyaannya, mengapa gempa sering terjadi di Nabire?
latar belakang geologi Papua, sejarah gempa besar di Nabire, sesar aktif yang melintasi wilayah ini, dampak terhadap masyarakat, hingga upaya mitigasi yang bisa dilakukan.
Nabire di Peta Seismik Indonesia
Indonesia merupakan negara yang paling rawan gempa di dunia. Hal ini disebabkan oleh letaknya di pertemuan tiga lempeng tektonik besar dunia:
- Lempeng Eurasia
- Lempeng Indo-Australia
- Lempeng Pasifik
Khusus di wilayah timur Indonesia, termasuk Papua, pertemuan lempeng tektonik jauh lebih kompleks. Lempeng Pasifik terus bergerak ke arah barat, sementara Lempeng Indo-Australia bergerak ke utara. Tekanan dari pertemuan ini menyebabkan terbentuknya berbagai sesar atau patahan di Papua, termasuk di Nabire.
BMKG menyebut bahwa Papua memiliki ratusan sesar aktif, salah satunya adalah Sesar Anjak Weyland yang berperan besar terhadap gempa-gempa di Nabire.
Sesar Anjak Weyland: Sumber Gempa Nabire
Sesar Anjak Weyland merupakan patahan aktif yang memanjang di wilayah Papua bagian tengah. Patahan ini bersifat thrust fault atau sesar naik, yaitu pergeseran batuan di mana satu blok batuan terdorong ke atas akibat tekanan.
Jenis sesar ini sering menghasilkan gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 30 km. Inilah yang membuat guncangan gempa terasa sangat kuat di permukaan, meskipun magnitudo tidak selalu besar.
Contohnya, pada gempa 19 September 2025 lalu, magnitudo “hanya” 6,5, tetapi karena hiposenternya hanya 24 km, getaran terasa sangat hebat hingga membuat banyak rumah rusak dan warga panik.
Sejarah Gempa Besar di Nabire
Gempa bumi bukanlah hal baru bagi masyarakat Nabire. Dalam dua dekade terakhir saja, sudah beberapa kali terjadi gempa besar yang menimbulkan kerusakan parah:
- Februari 2004 – Gempa Magnitudo 7,0 dan 6,7
Dua gempa besar beruntun mengguncang Nabire. Banyak rumah hancur, ribuan warga mengungsi, dan fasilitas publik lumpuh. - November 2004 – Gempa Magnitudo 7,1
Gempa kuat kembali melanda Nabire dan menyebabkan 32 orang meninggal dunia, puluhan lainnya luka-luka, serta ribuan rumah rusak. - September 2025 – Gempa Magnitudo 6,5
Gempa terbaru yang mengguncang Nabire menyebabkan Bandara Douw Aturure rusak, Kantor Bupati Nabire retak, Jembatan Sriwani amblas, dan ratusan rumah warga mengalami kerusakan. Meski tidak ada korban jiwa, trauma warga sangat besar.
Sejarah ini membuktikan bahwa Nabire memang berada di zona rawan gempa bumi.
Nabire sering diguncang gempa karena berada di zona pertemuan lempeng tektonik aktif dan dilintasi Sesar Anjak Weyland. Jenis gempa yang dominan adalah gempa dangkal, sehingga guncangan sangat terasa meskipun magnitudo sedang. Ditambah lagi, banyak bangunan yang belum tahan gempa membuat dampaknya lebih parah.
Sejarah mencatat Nabire pernah mengalami gempa mematikan pada 2004 dan gempa kuat terbaru pada 2025. Karena itu, mitigasi bencana harus menjadi prioritas, baik melalui pembangunan infrastruktur tahan gempa, edukasi masyarakat, maupun sistem peringatan dini yang lebih baik.
Dengan kesiapsiagaan yang tinggi, diharapkan masyarakat Nabire bisa lebih aman meskipun tinggal di wilayah rawan gempa.
Sumber Berita & Referensi
- BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
- Informasi resmi gempa 19 September 2025: Magnitudo 6,5, kedalaman 24 km, pusat gempa 29 km barat laut Nabire.
- Website: https://www.bmkg.go.id/gempabumi
- BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)
- Laporan dampak gempa Nabire 2025, termasuk data kerusakan dan jumlah gempa susulan.
- Sumber: Rilis resmi BNPB.
- LIPI / BRIN – Kajian Kegempaan Papua
- Penelitian terkait Sesar Anjak Weyland sebagai sumber gempa besar di Papua.
- Sejarah Gempa Nabire 2004
- Data dari arsip Kompas (2004) dan Antara (2004) yang mencatat gempa magnitudo 7,0 dan 7,1 menyebabkan puluhan korban jiwa dan ribuan rumah rusak.













