NEWS.BUSURNABIRE.ID – Nabire |Di bawah terik matahari siang di halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, deretan tenda peleton yang masih terbungkus karung tertata Rapi. Tenda-tenda itu bukan sekadar logistik, melainkan simbol kepedulian dan perlindungan bagi masyarakat yang terpaksa tinggal di pengungsian akibat bencana maupun konflik sosial.
Senin (22/9/2025), Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, SH secara resmi menyerahkan 50 unit tenda bantuan dari Yayasan Karya Alpha Omega. Bantuan ini diperuntukkan bagi tiga kabupaten: Nabire, Intan Jaya, dan Puncak.
Dalam sambutannya, Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa tenda bukan hanya perlengkapan darurat, tetapi juga “rumah sementara” yang memberi rasa aman di tengah situasi sulit.

“Bagi sebagian kita, tenda mungkin terlihat sederhana. Tapi bagi masyarakat yang kehilangan rumah dan harus mengungsi, tenda adalah segalanya. Atas nama Pemprov Papua Tengah, saya mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Karya Alpha Omega yang sudah menyalurkan bantuan ini,” ujar Meki.
Dari total 50 tenda yang tersedia, Kabupaten Nabire menerima 3 unit, Intan Jaya 7 unit, dan Puncak 7 unit. Sementara sisanya disimpan oleh BPBD Papua Tengah sebagai cadangan untuk menghadapi kemungkinan bencana berikutnya.
Keputusan ini disambut baik oleh Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, yang menilai bahwa langkah cepat Pemprov Papua Tengah sangat membantu warganya.
“Warga kami sering mengungsi karena insiden yang terjadi. Kehadiran tenda ini akan sangat membantu mereka untuk bertahan hidup di pengungsian. Terima kasih kepada Gubernur dan Yayasan Karya Alpha Omega,” ujar Aner dengan penuh haru.
Hal yang sama juga diungkapkan Bupati Puncak, Elvis Tabuni, SE., MM. Ia menekankan bahwa tenda akan menjadi prioritas utama untuk masyarakat yang terdampak konflik.
“Warga Puncak sering harus meninggalkan kampung halaman karena situasi yang tidak aman. Dengan tenda peleton ini, kami bisa menyediakan tempat tinggal sementara yang lebih layak. Ini bukan hanya bantuan fisik, tapi juga bentuk perhatian bagi masyarakat kami,” kata Elvis.
Kepala Dinas Kebakaran, Penanggulangan Bencana, dan Satpol-PP Papua Tengah, Otis Money, menambahkan bahwa bantuan ini adalah upaya nyata pemerintah untuk mengurangi kesulitan warga yang kehilangan tempat tinggal.
“Harapan kami, keberadaan tenda ini bisa menjadi tempat istirahat yang layak bagi masyarakat. Setidaknya, mereka bisa merasa aman meski harus tinggal di pengungsian,” katanya.

Penyerahan bantuan ini tidak hanya berlangsung formal. Usai penyerahan simbolis, Gubernur Papua Tengah bersama tiga bupati serta pejabat lainnya menandatangani berita acara serah terima. Suasana penuh kehangatan, mencerminkan kebersamaan antara pemerintah, lembaga swasta, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan di Papua Tengah.
Bagi masyarakat Papua Tengah, tenda bukan sekadar kain dan tiang yang dirangkai. Ia adalah atap darurat yang melindungi dari hujan dan panas, tempat berbagi cerita, tempat beristirahat setelah hari yang melelahkan, dan yang paling penting: simbol bahwa mereka tidak ditinggalkan.
Dengan adanya sinergi pemerintah daerah, yayasan, dan masyarakat, kehadiran tenda-tenda ini menjadi bukti nyata bahwa solidaritas masih hidup, bahkan di tengah ujian berat.













